Tampilkan postingan dengan label catatan sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan sosial. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Februari 2014

SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DIDUNIA (DAN KENAPA KITA BODOH!!)

Mengejutkan. Ternyata negara yang paling oke tata kelola pendidikannya bukanlah Amerika Serikat, Jepang atau Jerman. Akan tetapi, kiblat pendidikan dunia saat ini mengarah ke negara Finlandia.

Amerika Serikat sendiri berada jauh dibawah level Finlandia, tepatnya di urutan ke-17. Lalu, dimana daya tariknya sistem pendidikan di Finlandia dengan negara-negara lainnya khususnya Indonesia? Jawabannya adalah di kemandirian siswa dan gurunya.

Di Finlandia kemandirian dalam mengikuti proses belajar mengajar itu tidak hanya dinikmati oleh guru-gurunya yang begitu dihormati tetapi juga ditularkan kepada para pelajar melalui berbagai kesempatan-kesempatan penting.

Salah satunya dimana setiap pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujiannya untuk mata pelajaran yang menurutnya sudah dia kuasai.

Sistem inilah yang dipertahankan oleh Finlandia hingga akhirnya berhasil mengantarkan negara ini berada pada posisi puncak sebagai negara yang paling berhasil mengelola pendidikan nasionalnya.

Fantastiknya, dalam evaluasi belajar, angka ketidak lulusan secara nasional tidak pernah melebihi 2 persen pertahunnya. Finlandia juga tidak mengenal istilah ujian semester apalagi ujian nasional layaknya ditanah air.

Evaluasi belajar secara nasional dilakukan tanpa ada intervensi pemerintah sekali pun. Karena setiap sekolah bahkan guru berkuasa penuh untuk menyusun kurikulumnya sendiri.

Jadi jangan pernah berhayal bahwa guru-guru di Finlandia disibukkan untuk mengejar terget-target tertentu karena di negeri ini guru selalu menyesuaikan bahan ajarnya dengan kebutuhan setiap pelajar.

Jadi, di Finlandia siapa pun presidennya dan menteri pendidikannya tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masa depan pendidikan. Karena fungsi pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan adalah dukungan finansial dan legalitas.

Mau bagaimana caranya, maka gurulah yang berwewenang atas itu karena guru dipandang sebagai sosok yang paling mengerti mau dimana wajah pendidikan Finlandia dibawa dimasa yang akan datang.

Sistem ini telah berdampak positif kepada pola cara mengajar guru yang tidak terlalu dipusingkan oleh hiruk pikuknya politik nasional negaranya.

Keseriusan negara Finlandia menyokong keberhasilan pendidikan nasionalnya dibuktikan dengan diterapkannya kebijakan gratis sekolah 12 tahun. Kerenkan?

Guru-guru Finlandia adalah lulusan terbaik setiap perguruan tinggi dan mereka harus masuk dalam kelompok 10 besar lulusan terbaik. Jika tidak, jangan pernah bermimpi jadi guru di negeri ini.

Itulah sebabnya guru-guru di Finlandia betul-betul berdedikasi tinggi. Gajinya besar dong? Tidak. Guru-guru Finlandia justru digaji dengan gaji secukupnya bahkan bisa dikatakan kurang memadai.

Tetapi gurunya begitu menikmati profesinya hal ini karena mayoritas masyarakat Finlandia begitu menghormati dan menghargai profesi seorang guru.

Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!

Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.

Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.

Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.

Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.

Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.

Ditanah air Indonesia, sebenarnya sistem pendidikan Finlandia telah terterapkan sejak tahun 1961 melalui wadah gerakan pramuka. Apa yang berlaku di Finlandia jelas-jelas merupakan sistem pendidikan yang berlalu di gerakan pramuka.

Dimana setiap kecakapan dan keterampilan dibidang tertentu yang dimiliki oleh setiap anggota pramuka, bila sudah merasa mampu bisa mengusulkan diri untuk di uji.

Disamping itu, setiap 32 orang anggota pramuka dibina oleh 3 orang pembina secara terus menerus. Akan tetapi sistem pendidikan kepanduan ditanah air ini tidak mendapat respon yang positif ditanah air.

Buktinya kendati berhasil melahirkan kader-kader bangsa yang mandiri, negara ternyata tidak berani mengalokasikan dana BOS yang ada pada setiap sekolah untuk sepersekian persen wajib dipergunakan untuk mengelola gerakan pramuka di gugus depan.

Pendidikan nasional kita yang masih sarat dengan kepentingan politik kepala daerah menjadikan potret pendidikan begitu semraut. Pelaksanaan UN yang jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya selalu dipertahankan untuk alasan yang tidak jelas.

Bahkan ironisnya lagi, UN telah mengajarkan bangsa ini bagaimana berlaku curang dan menipu. Gilanya lagi peserta UN dikawal dan diamati setiap detik melalui layar CCTV.

Seperti teroriskan. Cara-cara gila ini begitu dibangga-banggakan oleh pemerintah bahkan institusi pendidikan sendiri. Padahal metode ini punya dampak physicologi bagi para pelajar dimana UN benar-benar menjadi beban berat.

Jadi jangan heran bila di Nias pada hari pertama UN ada siswa yang meninggal dunia begitu menerima lembar soal ujian.

Finlandia tidak pernah membebani muridnya untuk hal-hal yang kurang bermutu atau mengurangi ke-kreativitasan seorang anak setelah meninggalkan rumah sekolah.

Maka, tugas tugas (PR), les tambahan dan bimbingan ini dan itu nyaris tidak pernah ada di Finlandia. Bagaimana dengan tanah air? Tekanan yang begitu berat sangat terasa apalagi menjelang ujian nasional.

Setiap murid selalu diberi les tambahan yang berlebihan, pelajar di wajibkan mengikuti Tryout hampir tiap bulan dengan alasan untuk mengukur kemampuan siswa.

Dirumah disuguhi lagi dengan tugas-tugas berat bahkan ada lagi menu les tambahan yang ditawarkan padahal nuansa bisnisnya lebih terasa daripada urgensinya bagi peserta didik. Repot bukan?

Alhasil, pelajar tanah air lahir dan besar tanpa pernah mempergunakan otaknya untuk berkreativitas. Generasi muda pun besar penuh dengan tekanan. Jadi jangan heran, walaupun lulus UN 100 persen ternyata persentasi lulus SMPTN berbanding terbalik dengan kelulusan UN.

Inilah setidaknya potret pendidikan kita dewasa ini. Indonesia jatuh kepada tingkat kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Alih-alih untuk mencerdaskan bangsa tetapi cara-cara yang dilakukan justru mengantarkan bangsa ini kelembah kehancuran.

Oleh karena itu kita perlu berbenah. Mengembalikan sistem pendidikan kezaman dahulu kala (seperti cerita orangtua kita) dimana setiap anak dan orangtua begitu menghormati guru perlu kita lakukan.

Guru harus diberi otoritas penuh untuk mengatur kurikulumnya sendiri. Setiap anak juga tidak dibebani dengan tugas ini dan itu. Bahkan birokrasi pendidikan kita yang berbelit-belit perlahan-lahan harus dikurangi.

Wajib belajar 12 tahun mutlak harus dilakukan tentunya dengan biaya gratis. Tidak hanya itu wajar 12 tahun itu harus dengan satu izajah saja yaitu izajah SMA.

Sedangkan untuk SD dan SMP tidak lagi mengeluarkan izajah mengingat tuntutan dunia kerja saat ini pun izajah dua jenjang pendidikan ini tidak begitu diperlukan.

Oleh karena itu, perpindahan dari tingkat SD ke SMP cukuplah dengan nilai rapor begitu juga dari SMP ke SMA.

Maka evaluasi belajar secara nasional hanya dilakukan dijenjang SMA ketika yang bersangkutan akan melanjut keperguruan tinggi atau merambah dunia kerja.

Menggratiskan pendidikan dinegara ini bukanlah hal yang mustahil. Bukankah 40 persen APBN kita mark-up dan 30 persennya dikorupsi.

Jadi andai pengelolaan keuangan negara kita ditata dengan baik maka tidak mustahil dimasa-masa yang akan datang biaya pendidikan kita yang saat ini ditampung 20 persen dalam APBN kedepannya akan meningkat menjadi 50 persen.

Bila sudah demikian, bukankah pendidikan kita sudah bisa digratiskan.

Beberapa hal yang mungkin bisa ditiru, dari sistem pendidikan yang ada di Finladia, diantaranya :

1. Anak Finlandia tidak memulai sekolah sampai usia mereka 7 Thn. ( Bandingkan dengan para orangtua di Indonesia justru bangga anaknya sekolah pada usia dibawah usia 7 tahun. bahkan dengan beben pembelajaran yang berat.)

2. Tidak di bebani Ujian dan PR, sampai menjelang usia mereka remaja.

3. Anak-anak tidak diukur sama sekali selama enam tahun pertama pendidikan mereka. ( Pada sistem pendidikan kita , Murid SD sampai stress karena sering ditakuti Pihak sekolah, dengan seabreg Ujian, Padahal terkadang anak sering tidak diajar ).
The children are not measured at all for the first six years of their education.

4. Hanya ada satu tes standar wajib di Finlandia, yang diambil ketika anak-anak berusia 16 Tahun. ( Bandingkan dengan sistem ujian ujian di SMP dan SMA, Ditambah UN, bukan saja membuat Lembaga pendidikan tidak jujur, Anak hanya dihargai Otaknya saja, Minus bakat dan Minat,)

5. Tidak ada Kelas Unggulan,semua kemampuan berada pada kelas yang sama. Dan terbukti akhirnya RSBI /RSI di indonesia oleh MK dicabut keberadaanya, karena akan tercipta kasta kasta baru dalam dunia pendidikan.

6.Finlandia menghabiskan sekitar 30 persen lebih untuk biaya pendidikan per siswa mengungguli Amerika Serikat.
7. 30 persen anak-anak menerima bantuan tambahan selama sembilan tahun pertama mereka sekolah.

8. 66 persen siswa masuk ke perguruan tinggi.Dan tertinggi di erofa

9. Nyaris semua siswa memilki kemampuan akademis yang merata

10. Kelas sains maksimal 16 siswa sehingga mereka dapat melakukan eksperimen praktis dalam setiap kelas.
.Science classes are capped at 16 students so that they may perform practical experiments in every class.

11. 93 persen masyarakat Finlandia lulus dari SMA.bahkan17,5 peresen lebih tinggi dari AS .
12. 43 persen dari Finlandia siswa sekolah menengah pergi ke sekolah kejuruan.

13.Siswa SD mendapatkan 75 menit dari istirahat sehari di Finlandia dibandingkan rata-rata 27 menit di Amerika Serikat.
43 percent of Finnish high-school students go to vocational schools.

14. Guru hanya menghabiskan 4 jam sehari di dalam kelas, dan mengambil 2 jam seminggu untuk “pengembangan profesional.”
Teachers only spend 4 hours a day in the classroom, and take 2 hours a week for “professional development.”

15. Finlandia memiliki jumlah guru sebanyak di New York City, namun siswa jauh lebih sedikit. Dengan perbandingan 600.000 siswa di finlandia dengan 1,1 juta di NYC.



SUMBER

Rabu, 30 Januari 2013

SEPAK BOLA KITA KINI

Olahraga adalah sebagai tempat dimana kita menemukan kesenangan dan kebahagiaan didalamnya, bila ada sesuatu yang lebih maka olahraga akan menjadi satu sumber penghasilan. Olahraga adalah tempat kita menemukan ketenangan dan kedamaian untuk mengubah diri menjadi hidup sehat dan mendapatkan kehidupan yang menggairahkan. Kalau kita telusuri semua olahraga international sudah menjadi sumber penghidupan bagi para atletnya, semua negara-negara maju telah menjadi olahraga tidak sekedar tempat menemukan kebugaran tapi juga telah menghargai olahraga lebih tinggi dari itu, mereka menjadikan olahraga sebagai sumber penghasilan dan memberikan banyak pekerjaan bagi orang-orang berbakat nan hebat yang ada dimuka bumi ini. Kita bisa melihat banyak olahraga yang tidak lagi sekedar olahraga contahnya olahraga yang paling banyak diminati masyarakat dunia, sepakbola, lalu basket, golf, bulutangkis, tenis, dan banyak lagi. Semuanya telah menjadi tempat hidup bagi banyak kalangan. Dengan uang negara-negara maju menjadikan olahraga sebagai sumber penghasilan.

Tapi alangkah menggelikan ketika kita masuk ke dalam negara kita, kita patut bangga ketika menengok kebelakang karena begitu banyak prestasi tercipta disaat para atlet kita mendapatkan medali, penghargaan, dan juara pada masa-masa lalu. Negara kita pada masa itu dipandang dengan penuh hormat dan ditakuti karena kemampuan dan kehebatannya. Pada masa itu kita bisa berteriak heboh dengan segudang prestasi yang diraih anak bangsa. Pada masa itu para atlet kita memang tidak dihargai sesuai dengan hasil yang mereka raih, tapi mereka menjadikan rasa nasionalisme sebagai ujung tombak untuk menggapai prestasi, mereka tidak memikirkan apa jadinya diri mereka nanti tapi yang mereka pentingkan adalah bagaimana mengharumkan ibu pertiwi, tanah yang telah melahirkan mereka dan mendewasakan mereka hingga menjadi pejuang yang gagah. Banyak atlit yang mengibarkan merah putih di dunia international pada masa lalu yang hidupnya kini tidak sepadan dengan apa yang telah mereka perjuangkan, itu karena kelalaian yang hilang dari jarak pandang mata pada masa itu.

Tapi pada hari ini negara kita telah memberikan menghargai olahraga dengan baik tapi tanpa penghormatan akan rasa nasionalisme. Siapa yang tidak akan tertawa ketika mendengar ada dua ibu yang melahirkan satu anak. Di negeri kita hal itu benar adanya, olahraga lainnya yang pada masa lalu begitu cemerlang seperti bulutangkis juga hilang tajinya entah apa yang telah menjadi masalahnya, dan diakhirnya yang membuat kita tercengang menteri olahraga negeri ini dijadikan sebagai tersangka kasus korupsi, semuanya tidak ada yang menyangka bila olahraga yang harusnya menyatukan rakyat ini akhirnya menjadi tontonan lucu dimata dunia international.

Kini dinegara kita telah ada hobi baru yang begitu populis dan digemari oleh semua orang yaitu korupsi, ya hobi ini bukan hanya digemari oleh kalangan bawah tapi bahkan sudah merambah orang-orang besar dinegeri ini. Mungkin karena uang semuanya telah buta akan kebahagiaan dan kesenangan. kita menuju pada olahraga yang begitu mendunia yaitu sepak bola. Entah apa yang ingin dicari oleh kedua belah pihak yang berseteru dan bertarung demi mendapatkan pengakuan sebagai yang benar. Semua orang diluar sana mungkin tertawa melihat komedi garing yang ada didalam negeri kita bagaimana mungkin satu negara memiliki dua tim nasional, bagaimana mungkin satu negara memiliki dua induk sepakbola, entah ini seperti sebuah kisah dongeng tapi itu adalah sebuah kenyataan ini dongeng yang tidak lagi menjadi cerita tapi telah ada dinegeri kita.

Andai kita mau menyeberang dan memandang jauh ke negara-negara eropa mereka menghargai dan menghormati sepak bolanya sehingga mereka mendapatkan kesuksesan didalamnya. Kita semua tahu bagaimana kualitas sepak bola negara-negara eropa, dan kita tahu jika mereka mengolahnya dengan penghormatan. Tapi di sini kita tidak lagi menemukan rasa hormat dari mereka-mereka yang mengatur dan katanya mengerti, kita semua telah melihat sebuah penghargaan yang salah dipraktekan oleh mereka semua. Di sini kita akan menemukan penghargaan yang menghargai segalanya hanya dengan uang, dan akibat uang itulah yang merusak segalanya yang sebelumnya telah tertata rapi. Karena uang semua ingin menjadi penting didalamnya bukan untuk memajukan tapi agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi, bukan demi nasionalisme dan prestasinya tapi untuk pribadi dan kekakayaan diri.

Kita akan pusing bila harus disuruh merapikan lagi sepakbola yang ada saat ini, begitu sulit menyatukan dua hero yang mengaku dirinya pahlawan, dua hero yang mengaku diri pembela kebenaran, dua hero yang justru semakin menyuramkan prestasi sepak bola negeri ini, dihati para atlit sepakbola kita sebenarnya rasai nasionalisme dan keinginan untuk mendongkrak prestasi demi mengharumkan bumi pertiwi jelas ada, berkobar dan terbakar hingga membara tapi hanya demi segelintir kepentingan yang mengaku pahlawan itu semuanya menjadi padam, dan tengoklah apa yang nampak dari prestasi sepakbola kita kini semuanya telah padam, kini semua gelap gulita. Kita akan sulit menemukan saklar untuk menyalakan lampu, sekalipun kita mendapatkannya kita akan menemukan masalah jika lampu yang ada telah putus, ketika kita tahu lampu putus dan ingin menggantinya kita akan mencari ditoko lampu, kita berjalan kesana dengan penuh keyakinan bila lampu yang kita cari ada, ketika kita ingin membelinya ternyata lampu sudah habis terjual, kita akan mencari ditoko lain dan kita menemukannya kita langsung memasang kembali lampu itu. Lampu yang sudah terpasang kita yakin dia akan menyala kita tekan saklar ternyata masih tidak juga menyala karena yang rusak adalah saklarnya juga, dan kita pergi membeli saklar dan membetulkannya lampu memang menyala tapi hanya beberapa saat karena saat itu pasokan listriknya sudah habis dan lampu kembali akan mati. Begitulah tampaknya dunia sepak bola kita kedepannya.

FIFA seringkali mengancam indonesia agar segera menyelesaikan peperangan yang dan konflik yang ada tapi mereka tidak pernah memberikan sanksi. Entah apa alasannya? tapi mungkin alasannya adalah  karena indonesia yang termasuk negara dengan penduduk terbanyak dunia merupakan sumber penghasilan yang besar bagi olahraga international karena semangat masyarakatnya dan apresiasi masyarakatnya yang begitu besar terhadap dunia sepak bola yang tidak diimbangi dengan prestasi nasionalnya. Jika indonesia mendapatkan sanksi maka akan banyak yang dirugikan dari keputusan tersebut, contohnya klub-klub eropa memiliki fans yang begitu banyak di indonesia akan merugi karena mereka tidak lagi bisa mempromokan sepak bola mereka di indonesia. Berita terbaru mengatakan jika FIFA induk sepakbola international telah memberikan kesempatan yang kesekiankalinya agar indonesia merapikan persepakbolaan hingga maret nanti. APakah kita yakin jika sepakbola kita akan menyatu dalam jangka waktu dua bulan ke depan? kita hanya bisa berdoa dan optimis saja. 

Kamis, 24 Januari 2013

JALAN BERLUBANG

Sebagian wilayah jakarta belum juga usai dilanda banjir, namun kini muncul lagi masalah baru. Apa masalah baru itu? Jalan berlubang, jalan yang beberapa hari tergenang air dan terus menerus terkena hujan aspalnya mulai retak dan bolong-bolong. Hampir diseluruh jakarta semua jalan mengalami masalah yang sama. Pada awal 2013 ini mungkin jakarta mendapatkan cobaan yang lumayan banyak, tapi masyarakat sudah menyerahkan harapan yang besar kepada gubernur yang baru, mereka menyakini jika gubernur bisa menyelesaikan masalah yang berkepanjangan ini.

Jalan yang berlubang itu kini sudah memakan banyak korban, hampir setiap hari kita mendengar berita tentang kecelakaan di jalan raya akibat jalan berlubang. Kini semua orang berkendara lebih hati-hati, akibat jalan berlubang bukan hanya terhadap para pengguna jalan tapi juga berimbas pada perputaran uang dijakarta. Jalan yang berlubang ini menyebabkan para pekerja sulit mencapai tempat kerjanya tepat waktu, mereka tiba lebih lambat dari biasanya, kemacetan yang sudah menjadi masalah kini jadi semakin ganas saja ditambah akses jalan yang rusak tersebut. 

Para pengendara kini berharap kepada pemerintah agar segera membereskan masalah terbaru ini, agar jakarta kembali normal seperti biasanya. Bila jalan kembali normal maka perputaran ekonomi dijakartapun akan kembali normal. Bukan hanya normal yang kita harapkan bahkan lebih baik dari yang normalpun jika mungkin maka semua orang mengharapkan hal yang sama. 

Minggu, 20 Januari 2013

PEMERKOSAAN

Apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar sebuah kata? 'pemerkoasaan'. Mungkin kita akan katakan sebuah perbuatan bejar yang tidak manusia yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Perbuatan ini membuat kerugian bagi banyak pihak, untuk sang pelaku mereka akan dikenakan hukuman penjara, sedangkan untuk sang korban dia akan merasa malu bahkan trauma berkepanjangan. Itu semua bisa mempengarungi psikis dan gaya hidup sang korban. Pemerkosaan kini sedang menjadi trending topic di indonesia, banyak kasus pemerkosaan terungkap belakangan ini. Tahun 2012 dan 2013 menjadi tahun yang sangat akrab kita dengar berita-berita pekosaan, setelah ditahun yang sama marak berita tawuran antar pelajar.

"pemerkosa dan korban sama-sama enak" begitulah candaan seorang calon hakim agung. Apakah ada yang salah dari kata-kata ini. Sama sekali tidak untuk sebagian kasus pemerkosaan yang terungkap belakangan ini kata-kata yang diungkapkan sang calon hakim tidak salah. Mari kita lihat dan rangkum semua laporan pemerkosaan yang sebagian besarnya membuktikan benar apa yang dikatakan oleh sang calon hakim agung. Misalnya banyak kasus perkosaan yang terungkap di jawa dilakukan oleh pemuda atau pelajar, para pemuda ini sebenar bukan memperkosa namun menyetubuhi kekasihnya yang juga mau sama mau. Ketika sang kekasih telah hamil dan sang pemuda tidak mau bertanggung jawab barulah kasus ini dilaporkan sebagai sebuah pemerkosaan. Apakah itu sebuah pemerkosaan mungkin saja sang gadis lebih dulu yang meminta dan mereka melakukan namun si pemuda tidak akan berbekas sedangkan sang gadis jelas bila ada kemungkinan hamil maka itu bekas yang jelas dan tidak bisa dibohongi. 

Kasus perkosaan yang kedua yang membuktikan jika kata-kata sang calon hakim benar adalah, ketika sepasang muda-mudi terjaring razia ditempat-tempat sepi sedangkan melakukan hubungan intim. Keduanya dibawa kekantor polisi, ketika orang tua sang gadis tidak terima karena sang anak jelas sudah tidak perawan maka dia akan melaporkan ini sebagai sebuah perbuatan perkosaan padahal jelas keduanya melakukannya sebagai bukti suka sama suka. Mungkin tidak salah sang hakim mengatakan hal tersebut, siapa yang harus disalahkan jika keduanya sama-sama suka.

Dan yang ketiga begini, ketika seorang gadis tidak pulang kerumah beberapa hari yang menimbulkan kecurigaan dari orang tuanya, ketika dicari dan didapati sedang bersama sang kekasih dan mereka tinggal layaknya suami-istri. Orang tua korban yang merasa malu karena anak gadisnya sudah tidak perawan lagi, dan merasakan dirugikan oleh laki-laki yang memacari sang anak akan melaporkan kasus ini sebagai sebuah pemerkosaan.

Bila kasus perkosaan atas dasar suka sama suka seluruhnya diungkap ditanah air, maka tidak akan ada lagi tempat untuk pelaku pemerkosa. Penjara akan penuh bahkan tidak akan sanggup lagi menampung para pelaku. 

Namun tidak semua kasus perkosaan atas dasar suka sama suka seperti yang tercantum diatas namun banyak juga kasus yang dilakukan oleh orang-orang yang terbilang biadab dan tidak manusiawi. Contah saja seorang ayah yang tega menggauli anak kandungnya sendiri, kakek yang tega menggauli cuucnya, paman, dan lainnya. Kini juga banyak kasus yang menimpa anak-anak dibawah umur. Banyak kasus pencabulan terhadap anak sd, smp, yang jelas mereka masih terbilang anak-anak kecil yang harusnya mendapat perlakuan yang baik bahkan tidak jarang pelakunya adalah orang dekat korban. 

Bila kita ditanya lebih terhormat mana seorang ayah yang doyan bermain perempuan sewaan dengan ayah yang memperkosa anaknya sendiri? maka keduanya bukanlah hal positif dan kedua bukanlah yang hal yang pantas dihormati. Ayah yang bermain perempuan apakah dia tidak sadar jika perempuan yang dia sewa itu terkadang juga seumuran dengan anaknya perempuannya, apakah dia tidak berpikir bagaimana perasaan ayah sang perempuan sewaan. Dan ayah yang memperkosa anaknya sendiri apakah dia tidak berpikir jika yang dia setubuhi itu adalah darah dagingnya sendiri, yang dia besarkan dengan jerih payahnya, yang harusnya dia bimbing menjadi anak yang berhasil mencapai cita-citanya, menjadi orang besar yang dapat dibanggakan. Tapi dia malah merusak segalanya.

Jika kasus yang dilakukan oleh ayah kandung korban maka anda akan berpikir, ini dunia mungkin sudah bukan tempat yang aman. Bagaimana mungkin seorang ayah tega menggauli darah dagingnya sendiri. Apa lagi yang membedakan manusia dan binatang bila seperti itu yang terjadi.  Bila kita koreksi apa yang salah pada lingkungan sosial kita saat ini. Mengapa begitu banyak hal yang tidak masuk akal terjadi. Mungkin yang paling jelas adalah masyarakat kita meninggalkan ajaran agama yang sudah seharus menjadi tuntunan hidup kita, masyarakat sudah jauh dari apa yang menjadi pegangannya selama ini. Para pemuda kita juga sudah tidak lagi mengenal budaya negaranya sendiri dan bahkan cenderung menikmati budaya impor dari barat yang membudayakan pergaulan bebas sebebas-bebasnya. Semua itulah telah mempengarungi cara pikir masyarakat ktta hingga terjadilah hal-hal yang diluar prasangka kita. Selain masyarakat kita yang sudah menjauh dari agama dan budayanya sendiri, kemiskinan juga mempengaruhi bagaimana seorang ayah bisa tega mempekosa anaknya sendiri, kemiskinan bisa menjadi penyababnya. Dikarenakan kemiskinan sebuah keluarga tidak mampu membeli rumah yang banyak kamarnya. Bahkan rumah yang digunakan tidak memiliki kamar, keluarga yang seperti ini, mereka selalu tidur bersama, ibu-ayah-anak, sehingga karena selalu tidur bersama dan dari sanalah yang menyebabkan ketika ada kesempatan dan setan menjalari otak sang ayah maka ketika itulah dia tega melakukan hal yang tidak terpuji tersebut.


Selasa, 15 Januari 2013

BANJIR JAKARTA

JALAN BUNTU

Memasuki tahun 2013, harusnya kita bersuka ria dengan tidak lupa merenungkan tahun yang baru dengan kehidupan yang baru. Semua rencana baru sudah kita bentuk dan kita siapkan untuk menyongsong tahun 2013 ini, namun apa daya jika banyak hal yang menghalangi niatan kita dan rencana-rencana yang sudah kita bentuk. Kita boleh berencana tetap satu yang pasti kita semua tahu tuhan yang menentukan. 

Tahun yang kita harapkan memperbaiki hari-hari kita nyatanya diawali dengan januari yang cukup membuat banyak orang susah terutama mereka yang ada diibukota. Memang tidak ada yang pernah tahu jika januari ini akan membuat susah banyak orang. Terkadang kita sering menemukan banyak orang yang berkata disaat musim panas "hujan dong panas banget, neraka bocor apa. Ga ujan-ujan". Nah! setelah banyak perkataan seperti itu maka tuhan selalu mendengar apa yang kita ucapkan. Tuhan dengan segera menurunkan apa yang dipinta banyak orang? Apa yang diinginkan semua orang disaat musim panas? Tuhan berikan hujan, diawal turun hujan semua bersorak karena bahagia apa yang diinginkan akhirnya terwujud. 

Hujan terus-menerus turun di ibukota, kini banyak lagi orang yang berkata-kata dan menggerutu seperti ini "hujan terus kapan berhentinya sih. Kan banjir nih bikin susah aja" Lalu dimana lagi letak syukur yang kita punya? Sampai kapan kita terus menyalahkan cuaca? Sampai kapan kita menyalahkan alam? Jika kita menyalahkan alam dan cuaca maka kita juga menyalahkan tuhan. Bukankah harusnya kita juga menyadarinya jika banjir itu datang bukan karena tuhan yang memberikan namun manusia sendiri yang menciptakannya. Sejak SD hingga kita lulus perguruan tinggi jika menemukan sebuah pertanyaan mengapa banjir terjadi maka jawaban yang paling umum adalah karena membuang sampah sembarangan. Jadi siapa yang membuang sampah sembarangan? 'kita' dan kita itu siapa? kita itu manusia, manusia yang membuang sampah sembarangan hingga membuat kali yang seharusnya mengalirkan air jadi tidak lancar, kita manusia yang membuang sampah sembarangan yang membuat selokan-selokan menjadi terhambat dan tidak berjalan dengan fungsinya. Kemudian siapa yang harus disalahkan? Kita kembali mencari kambing hitam dari jakarta yang tidak pernah lepas dari banjir. Maka semua orang yang berada dibawah dan merasakan banjir akan menuntut pemerintah bertanggung jawab atas banjir yang terjadi. Apakah masuk dilogika jika orang yang terkena banjir menuntut pemerintah? saya rasa tidak! Kenapa? karena, mari kita tanyakan lagi, siapa yang membuang sampah sembarangan? masyarakat! Siapa yang membuang sampah di kali? masyarakat! dan siapa yang merasakan banjir? Masyarakat? jadi kenapa harus pemerintah yang bertanggung jawab. 

Pemerintah memang memiliki tugas untuk membenahi jakarta yang semwarut ini dengan beribu masalahnya. Tapi bukan pemerintah yang salah atas banjir yang terjadi. Wajar jika kita menuntut pejabat yang korupsi karena dia menyebabkan uang rakyat yang harusnya bisa digunakan untuk membangun negara habis untuk dirinya sendiri. Namun apakah kita juga harus menuntut pemerintah yang tidak membuang sampah sembarangan? apakah pantas kita menuntut pemerintah yang tidak membuang sampah dikali? apakah pantas kita yang membuang sampah menyalahkan pemerintah saat banjir datang? Harusnya kita berpikir jika kita ingin tidak lagi ada banjir maka jangan membuang sampah sembarangan lagi dan berusaha memperbaiki banyak kebiasaan bruuk yang tanpa kita sadari sudah tertanam dan sulit untuk dihiangkan tersebut. Seharusnya yang kita bisa adalah meminta tolong pada pemerintah untuk mengatur jakarta ini lebih baik lagi agar tidak terjadi banjir bukan menyalahkan, yang kita bisa adalah mengikuti tuntutan pemerintah untuk mengatasi banjir. Ketika ditemukan jalan keluar untuk mengatasi banjir namun tidak menguntungkan sebagian kecil masyarakat keputusan itu diprotes dan tidak bisa berjalan. Nah! lalu bagaimana cara mengatasi banjir? ketika banjir datang meminta cara agar banjir tidak datang lagi namun ketika cara ditemukan diprotes karena dianggap merugikan. Bukankah itu menandakan kita masyarakat yang labil dan tidak pernah bisa menentukan keputusan untuk masalah ini. Dan selamanya akan seperti inilah jakarta.

Bukan menyudutkan salah satu pihak, tapi marilah kita berpikir cerdas. Saya juga merasakan apa yang dirasakan mereka yang terkena banjir. Disaat tengah malam tertidur lelap lalu air tiba-tiba saja meninggi dan merendam rumah, banyak yang terhalang dalam kegiatan sehari-hari kita dari anak-anak yang ingin bersekolah, para orang tua yang akan berangkat ketempat kerja, dan banyak kegiatan lainnya. Ketika pemerintah memberikan jalan keluar, pemerintah tidak semena-mena saja tapi mereka juga bertanggung jawab atas jalan keluar yang mereka buat. Jadi sebenarnya tidak ada yang dirugikan, entah apa yang ditakutkan dari keputusan pemerintah? Mari kita berpikir dengan kepala dingin untuk mengatasi ibukota yang berantakan ini. Jika banjir terus-menerus terjadi hitung berapa kerugian yang ditimbulkan, bukan hanya para korban yang dirugikan namun seluruh jakarta dirugikan karena saat banjir datang jakarta seperti lumpuh, semua yang ada tidak berjalan maksimal. 

Jadi mari kita semua berpikir dengan kepala dingin, masyarakat lakukan apa yang bisa memberikan kebaikan dan pemerintah dengarkan apa yang rakyat katakan selama itu membawa kepada kebaikan. Kita semua menuju kepada jalan yang sama yaitu membentuk jakarta yang tertata rapi, aman, nyaman, dan sejahtera. Jadi mulai saat ini marilah kita saling bahu-membahu demi jakarta, demi kita, demi kehidupan yang lebih baik!!!

Senin, 01 Oktober 2012

TAWURAN PELAJAR


Tengah hari mari kita berjalan kaki ke tempat-tempat dimana ramai oleh anak sekolah, tataplah mereka. Katakan sesuatu jika memandang mereka sedang duduk sambil bercanda atau biasa disebut dengan nongkrong. Dalam diri akan terbersit kata kasihan pada mereka, inilah tampak para penerus bangsa. Mereka yang duduk dengan rokok yang pernah berhenti dijepitan jari, mereka yang duduk dengan alhokol digenggaman, mereka melangkah dengan isi kepala yang salah. Bagaimana tidak salah, masanya mereka adalah masa untuk belajar dan memacu diri dengan prestasi untuk membentuk dan menyulam masa depan yang lebih baik untuk bangsa ini. Tapi apa? Yang dilakukan hanyalah hal yang sia-sia.
Belakangan ini semua media menyoroti tentang tawuran antar pelajar, kenapa harus tawuran? Kenapa harus saling menyakiti sesama pelajar, sesama bangsa, sesama pelajar negara, sesama agama, sesama dan banyak kesamaan kenapa harus saling menyakiti? Karena pikiran mereka sudah terkontaminasi dengan sesuatu yang berbahaya dan ideologi bodoh yang ditanamkan oleh beberapa orang yang salah mensosialisasikannya. Bila ditanya apa manfaat tawuran untuk kehidupan mereka? Dimana keuntungan tawuran untuk hidup mereka? Kenapa harus tawuran yang dipilih mereka? Ternyata kita belum dewasa dalam berpikir!
Setiap saat sebagian pelajar kita tidak bisa lepas dari tembakau yang berbentuk astor pendek yang begitu nikmat, atau juga minuman botolan yang membuat pikiran plong sesaat, atau bahkan daun yang hanya beberapa gram yang membuat melayang jauh tak ingat dunia! Lihatlah para pelajar kita setiap kali mereka duduk bersama ditepi jalan atau diwarung-warung apa yang mereka lakukan? Mustahil nampaknya mereka tidak menyulut tembakau untuk menjadi bumbu dalam duduk mereka, dilain waktu mereka juga duduk bersama jika malam telah larut untuk apa menikmati botolan alkohol untuk menghilangkan penat dan masalah yang sedang melanda mereka, atau jiak yang lebih ekstream lagi mereka akan menggunakan linting-lintingan yang bisa memberikan surga beberapa saat untuk mereka, lintingan yang jelas pemakaiannya dilarang untuk hal-hal negatif. Secara tidak langsung Jika dikaitkan semua itulah yang membantu sebuah ideologi bodoh yang entah siapa yang menanamkan hingga menjalar begitu cepat! Tawuran pelajar nampak seperti medan perang membela sebuah kerajaan berhasil membunuh adalah sebuah kebanggaan! Bagaimana tidak tampak bodoh dijaman yang semua orang berlomba-lomba untuk meningkatkan tehknologi dan kecerdasan bangsanya. Dinegeri ini malah bangga mengikuti kemunduran jaman, bukankah masa peperangan antar kerajaan sudah terjadi beratus-ratus tahun yang lalu. Tapi kenapa dimunculkan lagi pada saat ini! Oh mungkin para pelajar kita terlalu banyak membaca sejarah peperangan kerajaan-kerajaan masa lalu! Tidak juga karena disekolah mereka tak sempat untuk membaca. Menulis saja tidak sempat karena waktu mereka habis untuk sekedar bercanda dan bercerita tentang peperangan kemarin.
Sebagian pelajar kita ada yang tidak bisa lepas dari rokok, alkohol, dan ganja. Semua barang itu adalah barang-barang yang mengurangi kecerdasan berpikir, bila ada yang harus disalahkan maka barang-barang itulah yang harus disalahkan! Karena barang itu membuat cara pikir sebagian pelajar kita menjadi terpeleset. Mereka yang seharusnya berusaha belajar disekolah lalu menuai prestasi yang positif lalu bangga itu adalah hal yang pantas! Saling bersaing disekolah dengan segala prestasi positif adalah yang harus mereka lakukan! Tapi mungkin karena mereka kalah dalam persaingan lalu tidak memiliki jiwa pemenang yang mau menerima kekalahan ditambah dengan mereka mengkonsumsi barang-barang tadi yang mengurangi kecerdasan berpikir mereka, akhirnya timbullah cara berpikir mereka yang terpeleset dari yang seharusnya. Mereka berpikir jika mereka tidak berprestasi dengan hal yang positif maka masih ada prestasi negatif yang bisa mereka raih. Timbullah pemikiran bodoh yang menjadi virus didalam otak mereka. Awalnya mungkin mereka terpancing emosinya oleh seorang teman lalu berkelahi setelah menang berkelahi banyak teman yang memuji jika dia hebat timbullah rasa sombong dalam dirinya dan ingin terus mendapatkan pujian dari hal itu. Setelah semua orang disekolah mengakui jika dialah yang terkuat akhirnya dia bosan dengan prestasi negatif yang dia dapat hanya disekolah akhirnya dia berjumpa dengan pelajar sekolah lainnya yang sedikit memancing emosi dan akhirnya terjadilah perkelahian dan dia kembali menang. Karena semua itu dia semakin banyak mendapat pujian dari teman-temannya semakin jadilah keinginannya untuk semakin mendapat pengakuan. Dia semakin beringas dan menginspirasi beberapa temannya hingga membentuk pasukan kecil yang jika bertemu dengan pelajar laiinnya selalu ingin menyulut perkelahian dan ingin menjadi pemenangnya. Beberapa pelajar daris sekolah lain yang tidak terima merasa diremehkan akhirnyapun membentuk pasukan kecil yang sama untuk membalas kekalahan sebelumnya, dan terjadilah tawuran antar pelajar.
Setelah sang jawara lulus dari sekolah dan masih belum puas dengan apa yang dia capai, pastilah dia akan menunjuk penerus perjuangannya dengan cara membimbing mereka untuk mencapai prestasi yang lebih baik dari dirinya, dengan mengatakan jika dia menang tawuran dengan pelajar lainnya adalah prestasi yang membanggakan bagi sekolahnya. Setelah penerusnya luluspun dia melakukan hal yang sama kepada para juniornya, untuk mencapai prestasi yang lebih baik lagi dari dirinya! Maka turun temurunlah ideologi bodoh ini ditanamkan dalam pikiran para pelajar yang sebelum sudah kekurangan kecerdasannya karena nikotin, alkohol, dan ganja. Kecerdasan dalam berpikir yang berkurang itulah yang menyebabkan mereka mudah menerima ideologi yang sebenarnya sangat bodoh bila dipandang dari sisi yang benar. Harusnya kenapa bangga dengan prestasi negatif yang di kucilkan banyak orang waras?
Mungkin kurang lebih begitu ulasan bodoh dari penulis bodoh! Lihat saja apa jawaban pelaku tawuran yang berhasil membunuh pelajar lainnya! Saat ditanya kamu puas membunuh? Dia jawab puas! Orang  cerdas mana yang membunuh sesama penerus bangsa yang berani menjawab puas setelah melakukan hal yang jelas salah dan terkutuk. Jika dia benar cerdas sempatkah dia berpikir apa yang sedang dirasakan oleh keluarga sang korban, jika dia cerdas sempatkah dia berpikir apa yang orangtua dia rasakan andai saja dia yang menjadi korbannya, andai dia sempat berpikir jika dia sekarang berusia 17 tahun dan setelah perbuatannya dia dipenjara 15 tahun dan berapa usianya saat keluar nanti. Bukankah 15 tahun adalah waktu yang tidak singkat untuk membangun masa depan yang lebih cerah. Kenapa dia bisa berpikir demikian bodohnya, karena ideologi tawuran yang tertanam didirinya sudah begitu lekat dan menjadi karat. Dalam ideologinya bisa diterjemahkan ‘ jika menang dalam tawuran akan mendapatkan pengakuan dari banyak pelajar sekolah lainnya, jika berhasil melukai pelajar sekolah lainnya maka adalah sebuah prestasi yang cukup baik, jika bisa membunuh pelajar sekolah lainnya adalah kebanggaan yang tiada tara dan akan menjadi selebriti dunia tawuran dan menjadi panutan yang akan selalu dikenang oleh para juniornya untuk mencapai prestasi yang lebih lagi’.
Inilah anehnya pelajar kita, apa yang bisa kita lakukan untuk mereka! Memberikan penyuluhan? Mereka akan dengarkan sesaat setelah tiba dijalan dan bertemu pelajar lainnya dengan segera mereka akan lupa dengan yang baru saja mereka dengarkan. Melarang mereka secara hukum? Isi kepala mereka sudah terisi dengan berbagai program untuk meretas hukum-hukum yang ada jika berhasil mereka bangga jika gagal mereka akan terus mencoba hingga berhasil, jiwa mereka adalah jiwa yang pantang menyerah dan tanpa kata putus asa.
Anehnya didalam pikiran sebagian pelajar kita yang hobi dengan tawuran tidak tertanam apa pandangan orang lain untuk dirinya, semakin mereka dipandang salah maka semakin banggalah mereka. Didalam diri mereka tidak tertanam pikiran untuk merubah yang salah, jika salah maka teruskanlah hingga benar-benar salah dan tidak ada kata benar. Di hati mereka tidak terbersit tentang masa depan, tentang perasaan orang tua, keluarga, dan semua orang dekat mereka. Di hati mereka tidak ada lagi rasa takut mati sia-sia, tidak ada lagi tujuan positif untuk planning hidup mereka kecuali menjadi jawara didalam dunia mereka yang bodoh itu.
Beberapa minggu ini kita bising dengan semua pemberitaan tentang mereka yang menyebabkan banyak pandangan miring dari orang-orang terhadap sebagian pelajar lainnya yang melakukan pekerjaannya sebagai pelajar yang baik dan berusaha membangun negara. Prilaku sebagian pelajar ini membuat image buruk bagi semua kalangan mereka yang mengendorkan semangat positif dalam diri sebagian pelajar lainnya. Bagaimana cara menanggulanginya pun sudah sangat sulit karena pemikirin tentang tawuran ini sudah mengakar  seperti jamur dan kurab yang sulit untuk diberantas bila tidak dengan obatnya yang sesuai. Tawuran ini sudah seperti adat dan budaya yang terus berusaha dikembangkan oleh sebagian kecil pelajar yang salah dengan cara mempengaruhi banyak jiwa labil pelajar lainnya. Hingga jadilah kumpulan besar yang bisa merusak seluruh pelajar yang menjadi calon penerus bangsa ini, jika penerus bangsa ini saja memiliki kebiasaan buruk seperti ini maka untuk beberapa tahun yang akan datang jika mereka menjadi pejabat bangsa ide gila apa yang akan mereka buat. Semakin hancurlah bangsa ini! Untuk para pelajar cobalah berpikir dan lihat negara-negara seberang sana nantinya akan tertawa lucu melihat tingkah aneh kita yang entah seperti apa mungkin nampak seperti komedi ekstream yang terlihat lucu, pelajar yang yang seharusnya duduk dibangku sekolah mendengarkan pelajaran dan memegang pulpen untuk mencatat tapi tidak ada disana. Tapi malah berada dijalan dengan tongkat bambu yang harusnya menjadi tiang pagar, atau dengan gir yang seharusnya ada di sepeda dan motor, kadang ada juga yang membawa stik golf yang untuk berolahraga, bahkan samurai yang harus menjadi pajangan sejarah atau untuk berkebun membersihkan rumput liar dihutan-hutan. Bukankah kita tampak aneh dan lucu bila disadari seperti ini, dijari harusnya pulpen tapi kenapa malah sebatang rokok. Sampai kapan kita ingin menjadi bahan tertawaan para tetangga? Mari bangkit jadikan diri sosok fantastis untuk sebuah pencapaian luar biasa yang membawa bangga!
Kepada seluruh pelajar cobalah untuk berpikir tentang masa depan, orang tua, hidup yang bermanfaat, mati yang sia-sia, kebahagiaan yang akan datang, kebanggaan denga prestasi positif yang bisa diceritakan pada anak-cucu nantinya, menjadi kebanggaan orang banyak dalam kebaikan bukan sebaliknya. Mari bentuk diri kita menjadi sesuatu yang lebih berguna dan membuat bangga bangsa ini, jika kita tidak bisa berjalan sendiri mari bergandengan tangan untuk mencapai semuanya karena lidi yang sebatang tidak berarti tadi jika sudah bersatu menjadi sapu lidi maka akan bisa membersihkan halaman kotor pada negeri ini! Mari berjuang untuk diri dan bangsa!

Kamis, 06 September 2012

TRADISI BURUK


Tradisi dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebuadayaan, waktu atau agama yang sama. Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat punah. Jadi tradisi adalah sesuatu yang sudah mendarah daging. Saya Cuma mau bertanya tentang mengapa negara kita menjadi negara yang paling korup? Mengapa negara kita menjadi negara yang sulit bersatu? Jawabannya adalah karena tradisi, tradisi yang sudah menjamur. Kenapa harus menyalahkan tradisi karena memang karena tradisilah semua itu menjadi sulit hilang dan generasi penerus ini begitu mencintai tradisi ini dan tidak pernah ingin merubah tradisi ini bahkan mereka melestarikannya.
Jika tidak percaya liriklah napak tilas negara ini sejak beratus-ratus tahun yang lalu, dua tradisi buruk yang terus dipertahankan oleh negara ini. Jika bukan korup maka mereka berontak dalam segala hal. Kedua hal itu selalu berjalan seiring dan seirama selalu bersama untuk mencapai kehancuran yang diinginkan. Kita kembali ingat sejarah kemerdekaan negara ini, kita akan selalu bangga pada para hero negara ini yang telah memerdekakan negara kita dengan bambu runcing tapi nampaknya kita tidak pernah ingin membangun negara ini menjadi lebih baik bahkan senang dan masih tetap percaya pada bambu runcing sekalipun dunia sudah menuhankan tehknologi. Itu bukan masalahnya tapi saya selalu ingin mengatakan jika boleh saya iri dengan negara-negara tetangga yang mereka mendapatkan kemerdekaan hasil pemberian dari inggris mereka semua menjadi negara persemakmuran negara persaudaraan dengan inggris. Mereka dijajah secara cerdas bukan seperti kita dijajah dengan pembodohan yang sangat jelas. Setiap negara jajahan inggris selalu bisa bangkit dan mampu untuk maju. Sedangkan kita negara yang dijajah secara bodoh lihat saja hingga kini bekal itu masih ada dan tidak bisa hilang kita masih suka menggunakan kebodohan itu.
Belanda menjajah kita dengan cara membodohi bagaimana tidak sepasang saudara bisa bertengkar, ayah dan anak bisa menjadi musuh, kerajaan yang damai bisa rusuh, lihat cara politik mereka yang membodohi. Saya tidak pernah menyalahkan belanda namun generasi kita yang salah sudah sadar namun tidak pernah ingin menyadarkan diri kita akan semua kesalahan itu. Karena tradisi yang ditanamkan belanda itulah negara kita terbentuk, meskipun kita sudah merdeka dari penjajahan sadarkah bila kita belum bersih dari bayang-bayang sisa kotoran masa suram itu. Coba kita tilik ke masa kini tentang korupsi dan anarkisme yang ada dinegeri ini merupakan bekal lama yang abadi. Kenapa begitu? Tengoklah kebelakang bagaimana kerajaan-kerajaan yang ada dinegeri kita ini hancur karena perilaku belanda, dengan mudahnya mereka mengimingi kita dengan tahta dan harta lalu menghancurkan kerajaan-kerajaan yang ada. Demi tahta bunuh ayah sendiri, demi harta lakukan perang terhadap saudara sendiri. Kebersamaan, persaudaraan, peratuan bukanlah hal terpenting sejak dulu disini, yang paling penting adalah ambisi pribadi, nafsu pribadilah yang menjadi penguasa jadi apa bedanya dengan apa yang ada sekarang.
Sejak dulu hingga sekarang bukankah korupsi itu sudah ada? Untuk apa kita pusingkan bukankah kita terbiasa dengan hal itu, kenapa sekarang kita harus gusar dan panas dengan semua itu. Lihatlah dari bawah, seorang anak diperintahkan untuk membeli sebungkus gula, harga gula lima ribu karena si anak sedang tidak punya uang dia katakanlah harga gula enam ribu dia mendapat uang seribu. Saat ibunya bertanya bukankah harga gula lima ribu, jawabannya mudah ia diwarung yang itu diwarung yang sana enam ribu setelah itu ibunya dengan mudah percaya pada anaknya. Sama cara kerjanya dengan yang diatas setiap ada lebihan uang selalu hilang entah kemana saat ditanya maka mereka selalu bisa berkelit dengan jawaban yang simple dan kita mudah percaya. Sejak dari kecil kita sudah terbiasa dengan yang namanya korupsi bahkan menjadi hal yang biasa itu lumrah bahkan dianggap sebagai strategi yang jitu untuk mengeruk kekayaan.
Apakah kita sadar cara-cara penjajahan masih sering kita gunakan terhadap negeri sendiri? Jika kita sadar akan kepentingan bersama maka kita akan bisa bangkit untuk sama-sama memajukan negara ini. Selain korupsi yang menjadi tradisi negara ini adalah anarkisme, tengok saja banyak hal sepele yang menjadi sangat berharga. Di negara kita jika boleh bertanya mahal mana antara membuat spanduk dengan satu nyawa? maka jawaban adalah mahal membuat satu spanduk, mahal mana uang parkir dengan satu nyawa? maka lebih mahal uang parkir. Itulah dari hal sepele sudah tampak jika kita tidak pernah bisa menggunakan kepala untuk menyelesaikan masalah. Cara-cara kekerasan merupakan solusi handal dinegara kita. Jika dari bawah saja dari hal kecil saja sudah tampak perpecahan bagaimana dengan hal besar.
“berbeda tetap satu” itu tidak berarti untuk kita. Mungkin banyak yang sadar akan hal itu tapi lebih banyak lagi dan sangat banyak lagi yang tidak sadar. Sudah jelas dalam sila kita diperintah untuk bermusyawarah tapi kenapa kita lebih senang dengan memilih. Karena memilih itu tidak pernah menjamin sebuah kesatuan, memilih itu selalu ada dua atau lebih pilihan yang masing-masing akan terus mendukung pilihannya. Sebenarnya memilih itu tidak salah andai semua berpikir dewasa hanya saja 67 tahun tidak pernah membuat kita semakin dewasa. Kita lihat dalam memilih dinegeri ini kita tidak pernah menemukan kedewasaan didalamnya setiap orang selalu ingin pilihannya yang menjadi terbaik. Disaat gagal kita tidak pernah memiliki jiwa pemenang, kita selalu berusaha untuk menang setelah semuanya gagal. Cara paling utama untuk mempertahankan pilihan kita adalah dengan kekerasan, dengan semua itu kita pikir semuanya bisa kita miliki. Membuat orang lain takut dengan kita adalah cara kita untuk menangkan pilihan, tapi sadarkah karena hal itu kita tidak pernah bisa bersatu.
Mudah saja untuk siapapun yang ingin menghancurkan kita, dengan hal sepele saja kita bisa berantakan. Contohnya saja Cuma dengan kata-kata kita bisa membunuh, bukankah kata-kata itu bisa diluruskan, bisa diperjelas, kadang banyak kesalahpahaman didalamnya hanya saja kita tidak pernah bisa menahan dan mengatur temperatur emosi kita. Kenapa kita mudah marah? Berpulang lagi dengan tradisi kita, saat politik adu domba belanda kita bisa dihancurkan dengan kata-kata, karena sejak dulu jiwa kita sudah terkurung dalam emosi yang berlebihan. Kita tidak pernah bisa mendengarkan kata-kata dengan kepala dingin. Kita mudah panas sejak dulu, jadi kenapa sekarang kita masih seperti ini. Karena tradisi yang tidak pernah hilang, tradisi yang terus dipertahankan. Saya tidak pernah bisa menjawab cara menangulanginya. Saya hanya bisa terus bertanya? Terlalu banyak kepentingan didalam semuanya!

Rabu, 05 September 2012

TRADISI DI INDONESIA



Ramadan (bahasa Arab:رمضان; transliterasi: Ramadhan) adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan agama Islam). Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnya berpuasa, salat tarawih, peringatan turunnya Alquran, mencari malam Laylatul Qadar, memperbanyak membaca Alquran dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan rangkaian perayaan Idul Fitri. Kekhususan bulan Ramadan ini bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Alquran pada surat Al Baqarah ayat 185 yang artinya:

"bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..."

Nah! semestinya didalam bulan ini kita habiskan hari-hari kita untuk beribadah, untuk menjalani kehidupan beragama yang sebaik-baiknya sebagai bekal kita untuk setahun kedepan. Di indonesia ramadhan itu bulan suci atau bulan tradisi? tidak ada yang salah bila tradisi itu membawa kita ke dalam kebaikan yang membawa kita menuju surga Allah SWT. Tapi kenyataan di negara kita ini bulan ramadhan adalah bulan tradisi. Tradisi macam apa? Tradisi yang menhamburkan nikmat Allah! bukankah masuknya bulan ramadhan diperuntukkan untuk kita semua agar bisa merasakan kehidupan orang-orang yang dalam kesulitan, orang-orang yang hari-harinya menahan lapar, mereka yang tidak seberuntung orang-orang yang memiliki. Tapi kenyataannya malah terbalik sudah menjadi tradisi untuk kita menghidangkan buka puasa yang berlimpah, memakan-makanan yang serba enak setiap makan malam dan sahur, puncak tradisi penghamburan adalah ketika lebaran, entah mengapa kita semua ingin memperlihat semua barang baru di hari itu, harusnya kita sadar setelah sebulan penuh berusaha merasakan kehidupan orang-orang yang tidak punya tapi mengapa kita malah semakin parah saja. Kita semakin lupa terhadap mereka yang tidak beruntung, semua yang dapat kita beli maka kita habiskan seluruh uang yang kita punya hanya untuk kepuasan semata dihari yang suci, dihari kemenangan.

Kedua adalah tradisi malas, seharusnya kita semakin semangat untuk beribadah dan beramal shaleh pada bulan yang penuh berkah disetiap detiknya ini. Tapi yang ada hanyalah kita-kita yang menjadi semakin malas, kita-kita yang menjadi pemalas. Membaca Al-Qur'an selembar dua lembar kita sudah diserang kantuk. Dibulan suci ini kita bukannya meningkatkan semangat kita tapi kita lebih sering menghabiskan waktu untuk tidur, tidur kita lebih panjang dari pada aktivitas kita. Mungkin karena ada yang mengatakan tidur pada bulan ramadhan juga ibadah, tak berarti dalam setiap waktu kita hanya dihabiskan untuk tidur semata. Bukankah banyak waktu yang bisa kita habiskan untuk melakukan amal ibadah. Kita malah jadi semakin malas saja! kita tengok Sepuluh hari pertama ramadhan semua berbondong ke masjid untuk shalat berjamaah untuk shalat taraweh. Lalu masuk sepuluh hari kedua mulai banyak yang sibuk dengna masing-masing aktivitas mulai kendor semangatnya, datang bila sempat saja. Dan sepuluh hari terakhir tidak lagi ada semangat yang terbersit hanya Lebaran dan THR.

Ketiga adalah tradisi lalai, pada bulan ramadhan yang bisa kita isi dengan berbagai aktivitas-aktiivitas yang berguna tapi malah tumbuh tradisi lalai. Membaca Al-Quran sebentar saja kita sudah terserang kantuk tapi, menikmati acara tv seharian, bermain game seharian, berjalan-jalan ditempat hiburan seharian, duduk bergosip berjam-jam kita sanggup. Bulan yang mesti kita manfaatkan dengan sebaikmungkin tapi kita malah melalaikannya. Bulan yang datang setahun sekali, kita menunggunya selama setahun lallu dihabiskan dengan banyak kelalaian yang sia-sia. 

Tradisi pulang kampung, untuk apa harus menunggu bulan ramadhan jika hanya ingin pulang kampung! tidak ada yang salah jika kita ingin merayakan hari yang bahagia dengan berkumpul dengan sanak dan saudara, yang salah adalah setiap ramadhan datang kebanyakan hanya menunggu lebaran saja. Ramadhan tiba yang ditunggu hanya pulang kampung dan THR-nya saja. Niat dalam diri kita kemana? Niat kita apa? Ingat kembali Ramadhan ini datang untuk apa? bukankah tak hanya sekedar untuk pulang kampung.

Mari kita sama-sama intropeksi diri bisakah ramadhan kali ini kita maksimalkan tradisi ramadhan menjadi ibadah yang membawa kita ke surga!




*Tulisan ini yang saya rasakan