Rabu, 05 September 2012

ADAKAH CARA BANGKIT DARI GENERASI GALAU


Sejenak coba katakan tentang 'indonesia'. Yang terbersit dari kalangan bawah adalah sebuah negeri yang penuh akan ketidak adilan. Untuk pemilik harta adalah tempat untuk menguras kekayaan sepuasnya. Bila dilihat secara luas dinegeri ini tidak pernah ada perdamaian. Bahkan Perdamaian dalam diri kita sendiripun sulit. Percayakah? Contoh saja hanya sekedar lahan parkir membuat tawuran dua belah pihak bukankah bisa didiskusikan. Sekedar berbeda pemahaman agama sedikit saja menjadikannya alasan untuk anarkis, bukankah kita diajarkan untuk damai. Olahraga yang harusnya menjadi penyatu bangsa, apa nyatanya? suporter yang doyan tawuran, petingginya juga doyan tawuran masalah jabatan. Lalu kemana kita bisa temukan perdamaian? belum lagi membicarakan politik, wow-lah untuk yang satu ini. Adakah lahan bersih diranah politik? yakin tidak akan ada di indonesia. Semua adalah tentang uang, semua tentang kehidupan. Apa persamaannya indonesia dengan palestina, Kita sama-sama dijajah. Jika palestina dijajah dengan real, maka indonesia adalah negara yang belum merdeka, negara yang dijajah secara halus. Kita dijajah dalam hal pemikiran, kita dijajah dalam hal perlengkapan hidup, kita dijajah oleh ke abstrakan hidup. Untuk bidang ekonomi, adakah barang asli indonesia yang menjadi favorit warganya? celana yang kita pakai darimana? baju yang kita pakai darimana? hp yang kita pakai darimana? sendal, sepatu, jam, anting, gelang, sikat, gigi, pasta gigi, tv, bahkan air minum, bahkan mall-mall yang ada dinegeri ini darimana semuanya? lihat merek adakah yang milik kita. Jadi ini negara siapa? selama kita masih bangga dengan karya orang, Lalu kapan kita akan bangga dengan karya kita?
Sekarang bukan menyesali tapi bagaimana kita menanggulanginya?
Jika kita ingin mendapati negara terbaik maka dengarkanlah apa yang proklamator negeri ini katakan" berikan aku 10 pemuda yg cinta akan tanah air maka aku akan menguncang dunia" Nah! mulai sekarang mari kita berhitung berapa puluh juta pemuda yang ada dinegeri ini? Lalu kita berhitung lagi berapa yang cinta tanah air? adakah sepuluh? Saya sendiri juga tidak tahu!
Apa yang dikerjakan oleh para pemuda kita kini? Lihatlah jejaring sosial yang menjadi tempat berkumpul anak muda kita sekarang. Sepertinya jejaring sosial telah membunuh setiap optimisme para pemuda, seperti jejaring sosial telah membunuh jiwa pemuda yang sedang dalam masa membaranya untuk menaklukkan dunia. Apa yang dilakukan pemuda didalam jejaring sosial. Pertama galau, Kedua nampak wibawa padahal galau juga, ketiga Sengsara yang galau juga. Bagaimana kita bisa bangkit di generasi yang galau penuh dengan kenarsisan. Lirik saja apa yang mereka tuliskan dalam setiap statusnya, keluhan, sesal, benci, percintaan yang remeh, dan sejenisnya yang bukan membangun bangsa. Di dumay singkatan dari dunia maya tidak lagi kita temukan dinding-dinding penghalang antara umum dan pribadi, masalah internal dalam kantor, sekolah, keluarga, dan lainnya menjadi makanan umum dalam dunia maya, dikantor miliki masalah dengan segera update, guru disekolah membosankan segera update, bertengkar dengan ayah dirumah segera update, dimana kita bisa menyimpan privasi untuk diri kita jika semuanya bisa dinikmati orang banyak. Apa pandangan orang yang bertemu dengan kita? apalagi yang bisa kita bicarakan dengan orang lain tentang masalah kita jika semuanya sudah mereka ketahui, pertemuan dengan merekapun akan jadi membosankan. Yang terpenting adalah apakah semua itu bisa membangun negara kita? Mungkin juga kita terlalu update tentang titik lemah negeri ini untuk umum sehingga negara lain dengan mudah mengetahui bagaimana membodohi kita. Dimana lagi kita ingin bersembunyi dari ketidakjelasan negeri ini?
Jika para calon penerus masa depan saja adalah generasi galau yang nan narsis, yang senantiasa pesimis. Mungkin keadaan negeri ini yang sekaranglah yang menjadi gambaran jika negeri kita dipimpin oleh generasi galau yang penuh kenarsisan. Bagaimana menanggulangi keadaan ini? mungkin kita butuh jutaan mario teguh untuk membangkitkan kembali semangat anak negeri!

FILM TENDANGAN DARI LANGIT


cinta itu dipilih, bukan memilih" dalam kisah ini begitulah yang harus dijalankan pada hidup wahyu. Sepak bola dan cinta tidak akan pernah terpisah karena mereka menyatu. Tapi bila ditanyakan lebih mencintai mana antara sepak bola dan wanita? maka wahyu memiliki jawaban. "cintaku hanya untuk indah dan sepak bola ada dalam jiwa ragaku."
Semua berawal dari nol. Seorang wahyu siswa SMA dari langitan, desa di kaki gunung bromo. Dia begitu menyukai sepak bola, hari-harinya dia habiskan untuk bermain sepak bola sampai akhirnya pak le hasan, pamannya melihat bakat wahyu dan mengajaknya untuk bergabung dan mengikuti pertandingan tim yang dia tangani. Wahyu setuju dan dia pun mulai bermain untuk tim pak le hasan, sejak hari itu wahyu langsung menjadi bintang desa dimana dia berhasil menjadi pemain yang mencetak gol dan memenangkan tim karang sari. Wahyu mendapatkan bayaran dari kerjanya itu. Sayang, ayah wahyu seorang yang sangat membenci sepak bola marah besar mengetahui wahyu bermain bola. Dia sangat membenci sepak bola karena sepak bola telah membuat dia bermimpi sangat tinggi dan menjatuhkan dia begitu dalam di sebuah kegagalan yang menimbulkan penyesalan selama hidupnya. Hal itulah yang membuat ayah wahyu melarang anaknya untuk tidak mengikuti jejaknya. Sepulangnya dari pertandingan wahyu mendapatkan amarah dari ayahnya. Sepatu bola wahyu-pun dibakar agar dia tidak lagi bisa bermain bola.
Tapi pak le hasan tidak menyerah untuk menyakinkan wahyu bahwa dia punya bakat hebat yang jika terus dikembangkan maka dia akan menjadi pesepakbola yang hebat. Akhirnya wahyu mendapatkan satu pertandingan lagi dimana ini adalah perubahan jika dia menang maka dia akan mendapatkan hadiah kuda dari pemilik tim karang sari, dan kuda itu mungkin saja bisa merubah pikiran ayahnya. Wahyupun mengikuti pertandingan itu, sayang wahyu datang telat pada pertandingan itu diapun disuruh menunggu tidak langsung dimasukkan ke dalam tim yang sedang bertanding, akhirnya satu pemain karang sari mengalami cedera mau tak mau wahyu dimasukkan juga. Garis hidup yang sangat beruntung lagi-lagi wahyu jadi bintang untuk karang sari dia memberikan kemenangan lagi untuk timnya. Wahyu mendaptak kuda yang dijanjikan, kuda itupun langsung dia berikan kepada ayahnya dan dia juga memberikan sarung dan songkok untuk ayahnya agar ayahnya yang sudah lama tidak menjadi imam shalat menjadi imamnya lagi. Ayah wahyu tampak terpanah hatinya oleh sifat anaknya itu. Dia yang sedang menggelorakan amarahnya karena wahyu kembali bermain bolapun luluh dan sejak hari itu wahyu berjanji pada ayahnya tidak akan bermain sepak bola lagi. Sejak saat itu ayahnya tampak selalu bahagia karena pekerjaan menjadi lebih mudah seorang penjual kopi dan mie menjadi seorang pengojek kuda di gunung bromo.
Sekarang kita masuk ke kisah cintanya wahyu, Indah adalah anak kepala sekolah dia cantik dan cerdas. Wahyu suka pada indah dan sudah mengungkapkannya, indahpun memiliki perasaan yang sama tapi sayang ayah indah tidak menyetujui hubungan mereka. Mereka mulai saling membutuhkan indah mulai sering datang ke pertandingan-pertandingannya wahyu. Indah akan ikut lomba bahasa inggris dimalang, dia meminta wahyu untuk datang. Wahyupun berjanji akan datang.
Diperjalanan mereka kemalang ada terjadi masalah kecil dua anak bule dikejar oleh beberapa anak lainnya. Wahyu menyelamatkan mereka dan dia pun mengantarkan anak-anak itu pulang kerumahnya. Ternyata anak-anak itu adalah anak dari pelatih persema, mereka dikejar oleh anak lainnya tadi karena persema kalah dari tim lain, kesal dengan hasilnya itu mungkin anak-anak itu ingin melampiaskannya.
Dilain tempat indah sudah memulai lombanya dia mengharapkan wahyu datang, tapi wahyu tak kunjung datang. Indah gagal mendapatkan juara satu, ini semua karena wahyu yang dia harapkan bisa memberikannya semangat lebih tak datang. Indah begitu kecewa dengan wahyu yang tidak datang.
Wahyu yang sedang bersama pelatih persema mendapatkan tawaran untuk melihat irfan bachdim dan kawan-kawan berlatih tapi wahyu menolaknya karena dia ingin menyaksikan indah berlomba. Wahyu terburu-buru menuju tempat lomba dan ternyata lombanya sudah selesai mereka pun kembali pulang.
Wahyu tadi mendapatkan poster irfan bachdim yang ada tulisan dalam bahasa inggris dari pelatih timo, dia sangat senang tapi dia tidak tahu apa arti dari tulisan yang timo tulis dalam bahasa inggris itu. Satu-satunya orang yang pintar dalam bahasa inggris yang dekat dengannya adalah indah, dia putuskan untuk kerumah indah malam itu untuk mengetahui arti dari tulisan itu. Dengan mengumpat-ngumpat akhirnya dia sampai dijendela kamar indah dan mengetuknya. Indah membuka jendelanya
"mau apa kamu kesini?" tanya indah
"aku.." indah pikir wahyu akan meminta maaf padanya tapi
"aku mau tanya apa arti dari tulisan ini??" indah sangat kesal dengan wahyu yang tidak merasa bersalah sedikitpun
"artinya kamu jangan pernah temuin aku lagi" indah langsung menutup jendelanya. Wahyu pun berpaling pulang dia baru menyadari kesalahan yang telah dia perbuat tadi. Di posternya dia tuliskan kata-kata indah tadi dan diapun tertidur malam itu.
Bromo pagi yang terasa sangat dingin begitu gelisah buat wahyu karena dia kini sedang patah hati.
"kenapa nduk" tanya ayahnya
"gapapa aku lagi males ngapa-ngapain" jawab wahyu. Ayahnya tahu jika anaknya sedang patah hati, diapun memberikan wejangan pada anaknya agar mengerti.
"sudah sekarang ikut bapakmu ke gunung ayo ikut" ajak bapaknya. Wahyu pun ikut ke gunung dan ayahnya mengajak dia ketempat dimana wahyu sering bermain bola.
"sekarang ambil bolamu" wahyu dengan ragu melangkah
"bapak tahu darimana?"
"ambil bolamu. bapak tahu semua tentang anaknya pasti bapak tahu" masih dengan ragunya wahyu mengambil bolanya juga.
"letakkan bolamu, ayah akan mengajarkan bagaimana bermain bola yang benar." ayah wahyu menaiki kuda dan menyuruh wahyu untuk menggocek bola agar bisa menghindari kuda yang dia tunggangi. Beruntungnya wahyu karena diwaktu latihannya itu pelatih timo sedang berlari pagi digunung bromo dan melihat bakatnya dan dia berniat akan mengajak wahyu untuk ikut try out di persema klub besar kedua dimalang setelah arema. Setelah latihan wahyu mengerti mana yang harus dia pilih. Dia sekarang lebih memilih sepak bola daripada indah, ini sudah dia putuskan.
Disekolah dia hanya bisa memandang indah yang kini lebih dekat dengan hendro siswa tampan yang juga jago bahasa inggris. Wahyu tak bisa berbuat apa=apa lagi karena dia yang membuat kesalahan itu dan dia juga sudah mengambil keputusan. Pak le hasan tumben datang menjemputnya wahyu belum tahu ada apa. Sesampainya dirumah, ternyata adalah pelatih timo datang.
"saya mau memberikan kesempatan kepada kamu untuk ikut try out bersama persema malang." setengah tak percaya wahyu sangat senang dan dia menerimanya.Beberapa hari kemudian sesuai dengan janjinya pada pelatih timo jika dia akan datang, dia berangkat bersama pak le hasan tapi ditengah jalan ban motor pak le hasan pecah, sedangkan persema sudah mulai berlatih. Wahyu tak kehabisan akal akhirnya dia menumpangi mobil barang untuk sampai ke malang, dengan usahanya akhirnya dia sampai juga.
"maaf coach saya terlambat" kata wahyu pada pelatih timo
"ia gapapa tapi ini untuk pertama dan terakhir kalinya kamu telat. sudah kamu ganti sana" wahyu dengan cepat mengganti pakaiannya dan siap untuk ikut berlatih. Wahyu mendapatkan kesempatan untuk ikut bermain bersama irfan dan kawan-kawan, di latihan pertamanya dia sudah menunjukkan talenta sebagai pesepakbola. Timo senang dan wahyu segera ingin dikontrak oleh persema tapi harus melalui tes kesehatan dulu.
Berita wahyu akan bergabung persema begitu populer dilangitan semua orang menjadi kenal wahyu bahkan disekolahnya wahyupun bak selebriti yang dibicarakan oleh semua siswa. Sekarang Semua orang sadar dan kenal siapa wahyu termasuk ayahnya yang menjadi sangat bangga pada anaknya itu. Dia terus berdoa semoga anaknya tidak menjadi seperti dirinya yang gagal dimasa lalu.
Tapi kebahagiaan itu tidak bertahan lama karena Wahyu harus kembali ke langitan dalam keputusasaannya. Dia menderita kelainan dikaki kanannya yang membuat dia tidak bisa bergabung dengan tim persema. Semua orang bertanya tentang wahyu. Ayahnya pun murka.
"di negara ini tidak cocok punya cita-cita jadi pesepakbola" ucap ayah wahyu sambil menangis mengetahui anaknya gagal.
"di negara ini yang gampang di capai cuma jadi maling, maling kecil, maling uang negara, cuma maling" begitulah katanya. Wahyu yang frustasi pada dirinya sendiri pergi ke bromo merenungi dirinya yang sial, dalam sedihnya dia mainkan bolanya seorang diri memutari bromo. Buat apa lagi dia bermimpi tinggi pikirnya lebih baik dia ikut pa le hasan di pertandingan lawan kabupaten nanti jika bisa memberi kemenangan dia bisa membelikan ayahnya mobil.
Di hari pertandingan wahyu sudah siap untuk pertandingan, tiba-tiba matias ahli fisioterapis persema datang untuk menjemput wahyu dan ingin menyembuhkan penyakitnya. Tapi dia tak menemukan wahyu, begitu juga dengan indah dan kawan-kawan yang sudah tahu jika penyakit wahyu itu bisa disembuhkan. Mereka pun dengan segera melaju ke tempat pertandingan. Setelah tiba disana mereka menemukan wahyu yang sedang mengerang kesakitan karena mendapatkan tekel keras dari musuhnya. Saat itu juga matias dan kawan-kawan menggotong wahyu keluar lapangan dan memberi penjelasan jika penyakitnya itu bisa disembuhkan jika ditangani dengan tepat, dan matias juga memberi tahu jika wahyu masih punya peluang untuk masuk tim persema.Sejak hari itu wahyu mengikuti anjuran dari matias dan berlatih sesuai dengan kadar yang dia butuhkan, akhirnya wahyu sembuh dan masuk dalam tim persema, semua orang dilangitan begitu bangga memiliki wahyu yang sangat berbakat.
Akhirnya datang juga hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang yaitu pertandingan pembuka yang akan diawali oleh persema, wahyu menjadi sorotan karena dia pemain muda yang baru saja dikontrak oleh persema, Tapi hari ini dia masih dibangkucadangkan belum masing dalam starting line up. Pertandingan berjalan dengan seru irfan bachdim membawa persema unggul, tapi tim lawan bisa membalas dan akhirnya membalik keunggulan. Ditengah babak kedua seorang pemain persema cedera dan harus digantikan. Pelatih timo akhir melakukan perjudian dengan memasukkan wahyu, ini merupakan debut untuk wahyu. Wahyu bersiap dan mulai bermain akhirnya persema bisa menyamakan kedudukan menjadi dua sama dengan penalti irfan bachdim, waktupun tersisa tiga menit di mana wahyu mendapatkan pelanggaran, tendangan bebas dilakukan oleh bimasakti yang mengumpan irfan bachdim, irfan tidak egois dia memberikan crosing, wahyu yang sudah menunggu bola langsung menendang dengan gaya gunting dan bola gooollll. Didebutnya wahyu menjadi super sub bagi persema dia memberikan kemenangan, gajayana pun bergemuruh.

PESAN:
Semua orang besar menjadi besar karena dia mengawalinya dari yang kecil. Semua orang besar bisa besar karena kerja kerasnya dan dia selalu mengalahkan rasa putus asanya. Semua orang besar mampu memanfaatkan keberuntungannya maka dia menjadi besar.

RUMAH PANGGUNG (2)


Setiap hembusan angin sore itu buat gua merasa melayang walaupun dunia gua sepi banget tapi masih banyak senyuman yang gua simpan. Dari senyuman mama gua seorang yang sangat perkasa, terus senyum kakak-kakak gua yang sayang banget sama gua, senyum abang-abang gua yang tampan-tampan (haha). Ia dengan senyum mereka gua ga pernah ngerasa sepi. Kalau lagi kumpul kadang kita main bola kasti bersama sore hari didepan rumah panggung kita yang kebetulan ada tanah kosong yang lumayan luas. Gua suka menikmati sore disini, dicong-cong dikampung pedalaman gua, dari sini banyak yang gua nikmati matahari yang mulai padam, elang-elang yang mencari mangsa disore hari, burung yang bergerombol terbang menuju lautan, angin yang berhembus pelan yang akan selalu dirindukan dan bisa menerbangkan pikiran kita ke alam jauh, atau sekedar menatap ikan-ikan julung kecil berenang-renang dengan anak-anaknya diair yang pekat, dan satu lagi menikmati air pasang sambil memancing ikan. Itulah sore kami dikampung terpencil ini. Rumah kami adalah rumah panggung khas riau yang atapnya dari tumpukan daun kelapa dan dinding-dinding dari kayu-kayu yang disusun atau triplek, dan penyanggahnya kayu jati yang sangat kokoh. Didalam rumah hanya ada dua kamar yang satu untuk mama dan kakak-kakak perempuan dan yang satu lagi untuk abang-abang tapi gua lebih suka tidur dengan mama karena aku masih kecil. Gua adalah anak terakhir dari tujuh bersaudara. Tapi kami selalu menggunakan kelambu untuk tidur karena banyak sekali nyamuk kebun disini yang besar-besar dan sangat gatal jika tergigit sedikit saja. Tepat disebelah rumah gua adalah parit dan itulah sumber air kami untuk mandi dan mencuci, tapi jika untuk minum kami menggunakan air hujan karena air parit tidak mungkin digunakan karena airnya berwarna agak kecoklatan seperti air teh yang merupakan air tanah, jadi kami tidak mungkin menggunakan untuk minum. Jadi jika hidup di kampung ini maka kita harus berhemat air hujan karena mendpapatkannya sangat harus menunggu hujan turun jika saja hujan tidak turun semuanya akan dibingungkan dengan keadaan ini. Dibelakang rumah gua ada kuburan, entah kuburan siapa? dan disisi lain rumah gua ada hutan pandan yang sangat luas, pandan-pandan raksasa itu digunakan untuk membuat tikar dengan cara dianyam, gua ga terlalu tau prosesnya. Tapi mungkin sih prosesnya kayak gini, pandan diambil terus dijemur lalu di sayat sesuai ukuran yang diperlukan lalu direndam didalam air pewarna setelah itu barulah dianyam yang tidak hanya menjadi tikar saja tapi bisa juga menjadi topi, tempat menyimpan barang dan lain-lainnya.
Hidup gua akan terlihat kasian banget buat orang-orang kota, soalnya pikir aja sepeda aja ga ada dikampung gua apalagi motor sama mobil dan segala kendaraan modern lainnya. Satu-satunya kendaraan yang ada cuma sampan, cuma sampan, sampan aja ga ada yang lain. Gua enggak pernah punya tv buat nonton, tapi gua masih bisa menikmati tv itupun harus berjuang berkilo-kilo kerumah orang lain buat bisa menikmati tv. Kadang gua punya impian ingin punya tv sendiri, atau pergi ke kota menjadi orang-orang kota lainnya. Tapi gua enggak pernah menyesali kalo gua terlahir sebagai anak desa pedalaman yang ga punya apa-apa. Penerang digelap malam dirumah gua itu cuma pelita, kaleng susu yang dikasi kain bekas yang jadi sumbu terus dikasih minyak tanah biar bisa nyala. Tapi itu semua ga pernah ngalangin kakak-kakak gua belajar, terus mengerjakan tugas sekolah mereka. Gua selalu bangga punya mereka karena mereka adalah kakak-kakak yang cerdas membuat bangga keluarga.
Didalam rumah ini adalah surga buat gua, selama gua akan selalu mengenang rumah ini dengan semua kenikmatannya, mama gua selalu menyediakan makanan yang membuat gua ga pernah bosan untuk makan dan makan. Selalu banyak tawa didalam rumah ini walau tidak semua kenikmatan kita punya. Dirumah panggung ini masa kecil gua yang singkat terukir dengan indahnya. Gua menikmati kasih sayang dari setiap orang yang gua sayang juga. Dibawah rumah juga kami memelihara ayam yang telur-telurnya bisa kami nikmati, dagingnya bisa kami makan jika sedang ingin, kokokannya membangunkan kami setiap pagi hari. Tujuan rumah panggung kami ini untuk menghindari hewan-hewan buas yang banyak berkeliaran dimalam hari. Jika malam tiba kami sering melihat musang, tak jarang banyak babi hutan berkeliaran, jadi rumah kami seperti ini ada alasannya bukan asal dibuat saja. Tapi itu alasan dari gua sendiri ga tau dari yang lain bisa ditanyakan sendirilah. Menatap bulan dari jendela rumah kami disini begitu menyenangkan, melihat burung hantu yang sedang terbang kesana kemari mencari mangsanya juga menjadi sesuatu berharga buat gua. Pelita yang menerangi malam-malam gua juga akan jadi hal berharga karena setelah ini gua gak akan pernah menemui dia lagi.
Didalam rumah ini juga ada satu abang gua yang suka ngotak-ngatik barang elektronik, sekarang dia cuma bisa ngotak-ngatik radio bekas. Jika membutuhkan listrik dia bisa dapati dari aki yang harus dia isi selalu jika sudah habis jika terus ingin melanjutkan hobbinya. Nantinya kalian semua bakalan tahu dia akan menjadi apa nantinya? tunggu aja nanti!
....BERSAMBUNG....

FILM SUAMIKU MUSUH ANAK-ANAKKU


"hidup dipenjara tak pernah sekalipun terlintas dibenakku, ini semua kulakukan karena aku harus membela harga diri, dan harga diri anak-anakku, aku telah hilang segalanya. Hidupku benar-benar teraniaya" kata penyesalan.
-ketika masalah hidup itu datang dan seakan menantang, perempuan adalah perempuan, kami tidak punya keberanian untuk melawan, tapi kami tak punya keikhlasan untuk menjalaninya- begitulah kata seorang perempuan.
Telah memilih laki-laki yang salah untuk menjadi pengganti suaminya yang sudah meninggal itu adalah awal kesalah hayati, karena pilihan yang salah itulah yang menghancurkan hidupnya untuk selama-lamanya.
"dia mungkin suami ibuku, tapi bukan ayah bagiku, dia musuhku" begitulah yang mia katakan, anak pertama hayati. Karena suami ibunya itu dia harus menjalani hidup penuh noda dengan tersiksa. Ayah tirinya itu begitu tega menjualnya kepada para laki-laki hidung belang yang mencari kenikmatan sesaat.
Sampai akhirnya Mia hamil, hayati begitu sakit mengetahui keadaan itu. Hayati marah besar pada mia yang sebenarnya hamil karena dijual oleh ayah tirinya. Mia belum mau mengungkapkannya karena tidak ingin menyakiti hati ibunya lebih dalam lagi. Hayati memaksa mia untuk mengatakan siapa yang telah menghamili dia, jika tidak dia akan menusukkan gunting pada tubuhnya
"mia ga tau siapa bu? karena sudah banyak lelaki yang menjamah tubuh mia bu. Bapak yang telah menjual mia" gunting ditangan hayati terjatuh mendengarnya. Sebegitu tega suami yang dia cinta melakukan hal ini, benar-benar binatang pikirnya. Mereka menangis semampu mereka menguras semua air mata penyesalan yang menyakitkan. "aku telah melakukan kesalahan besar telah mencintai seekor binatang" begitulah isi hati hayati.
Hayati sengaja menunggu binatang itu pulang dari kegiatan malamnya yang berfoya dengan waktu dan uang, dia ingin meluapkan amarahnya. Akhirnya yang ditunggu tiba juga, sambil mendorong tubuh binatang itu hayati memaki-maki tapi binatang itu selalu punya jawaban "anak kamu sendiri yang meminta pekerjaan pada saya" Mia yang mendengar pertengkaran itu merasa sangat tak berarti dan tak punya pilihan, tapi ada satu pilihan lagi tapi ini adalah salah, dia memotong nadinya dengan silet mungkin ini yang terbaik pikirnya dari semua pilihan yang tak memihak.
"ibu andai saja dia bukan suamimu, musuh haruslah dibunuh" itulah yang mia katakan andai bisa.
Binatang itu kembali berulah dia kalah dalam berjudi, dalam kebingungannya untuk membayar hutangnya dia mendapatkan kemudahan. Jika dia bisa memberikan anaknya clara pada andi si hidung belang biadab maka semua hutangnya lunas bahkan masih ada lebih untuk dirinya. Itu adalah ide brilian pikir binatang itu.
Dalam semua kegaduhan hidupnya hayati masih tersenyum saat menggendong cucu tak berbapaknya, masih sempat ia puji kecantikan bayi mungil itu.
"dia bukan anakku, dia dititipkan dirahimku" begitulah balasan mia yang membuat hayati kembali mendapati hujan luka. Mendengar itu Hayati mulai Mempertanyakan tuhan.
-Tuhan pantaskah ini kami dapatkan? kebahagiaan ini begitu hampa-
Binatang itu terus mencoba untuk membawa clara pada pria hidung belang, sayangnya clara bukanlah mia. Clara bukanlah penakut dia adalah jiwa pemberani yang sanggup menentang binatang itu, tapi kenyataan adalah pahit binatang itu murka dengan amukannya hingga membuat clara yang ditinggal seorang diri dirumah meregang nyawa ditangan binatang itu. Ibunya yang menyadari clara seorang diri dirumah segera teringat dan terburu-buru untuk pulang mencemskan keselamatan anaknya dari binatang itu. Setelah tiba dan mencari clara dirumah, ditengah terengah nafas cemasnya yang dia dapatkan adalah yang lebih menyakitkan clara sudah tak bernyawa. Setan mana yang tidak akan segera merasuk pada tubuh yang telah tertanam benih amarah yang kini tumbuh besar dan menjulang, semakin banyak setan menggelayut dan ini adalah pilihan yang tepat. Dengan sebilah pisau hayati melangkah seperti para pejuang yang ingin memerdekakan setiap siksaan batin yang telah dia dapat. Hayati melangkah mencari tempat binatang itu bergumul dengan lumpur kenikmatannya.
Hayati temukan wajah binatang hina itu, tanpa pikir panjang dengan pisau dia tancapkan semua amarah, kesal, benci, dendam, keluh, kesah, dan segalanya pada tubuh binatang itu. Inilah harga yang pantas untuk melunasi hutang yang begitu besar yang tidak akan pernah terbayar dengan apapun.
Penjara adalah bukti rasa cinta seorang hayati pada anak-anaknya. Demi mereka dia rela bertaruh nyawa, seperti saat dia melahirkan mereka. Seorang ibu tidak akan menghilangkan rasa cintanya untuk anak-anaknya. Itu adalah bakti dan bukti seorang perempuan, meski apa yang perempuan dapatkan tak pernah sebanding dengan apa yang perempuan dapatkan.

Pesan:

Semua keputusan yang telah kita ambil dalam hidup ini adalah perjudian yang tak satupun tanpa resiko. Untuk keluarga carilah keputusan terbaik, carilah calon ayah yang pantas menjadi ayah untuk anak-anak. Dan segala hal dalam keluarga jangan ada satupun masalah yang terlewatkan segalanya harus dibicarakan. Bukan memperbaiki tapi mencegah segala yang tidak diinginkan adalah obat terbaik untuk setiap penyakit apapun itu bentuknya.

KISAH BERSAMAMU


KISAH BERSAMA-MU (MATEMATIKA)_putra afriansyah

Matematika, aku sangat mencintai pelajaran ini. Semua teman sekelas dan guru-guru di SD-tempat sekolahku tahu jika aku adalah anak yang cerdas dipelajaran ini. Saat kelas 3 SD aku sudah bisa menjawab dengan pasti perkalian satu sampai sepuluh, kelas 4 SD aku sudah bisa menghafal rumus bangun ruang, kelas 5 aku benar-benar menguasai semua hal yang menyangkut matematika SD. Bahkan aku sempat dijadikan asisten guru saat pulang sekolah untuk mengajarkan perkalian kepada teman-teman yang belum lancar dalam pelajaran ini. Aku begitu bangga dengan pencapaian ini, sebenarnya aku bukan termasuk anak yang rajin, guru-guru lebih mengenal aku dengan anak yang jail dan pemalas tapi beruntung aku mendapatkan kecerdasan jadi mereka tidak terlalu fokus pada kenakalanku.
Itu dulu saat aku SD bisa menjadi bintang dikelas, tapi ketika pertama kali memegang buku matematika SMP. Rasa pesimis hadir, entah matematika apa ini, tak ada angka sama sekali yang ada hanya sekumpulan huruf yang harus dijadikan apa? Pertama kali belajar aku tak yakin aku bisa, ternyata aku bisa. Rasa cinta pada matematika kembali bersemi, guru menerangkan kemudian memberikan soal aku langsung bisa menjawab dengan benar. Aku suka berlama-lama mempelajari al-jabar, aku senang bermain-main dengan persamaan linier, dan rumus-rumus lainnya. Sampai hari dimana aku begitu memusuhi matematika karena dihari itu guru yang mengajari aku dengan gaya dan ciri yang orang lain tidak memiliki, menerangkan dengan santai mudah dicerna, dengan candaan tapi menghasilkan makna, dengan rumus singkat tapi jadikan kami berpredikat. Setelah dia pergi aku lebih suka tidur saat ada jam pelajaran matematika, aku lebih suka bercanda dengan teman-teman memaksimalkan kejahilanku dikelas daripada belajar, aku menjadi 180 derajat yang bukan diriku.
Aku lulus SMP dengan nilai matematika secukupnya sebagai syarat kelulusan saja. Permusuhan aku dengan matematika semakin menjadi saat beranjak ke SMA. Yang pertama membuat aku benci tingkah gurunya yang “tong kosong nyaring bunyinya”, menjelaskan rumus panjang lebar tak dimengerti hasilnya, salah sedikit marah membabibuta. Daripada terus mendengarkan rumus-rumus yang tak penting aku mencari teman yang se-faham dengan aku,
“woii, mending kita nongkrong dikantin biasanya banyak cewe-cewe nongkrong juga! Ayolah dari pada dengerin dia bisa-bisa pecah kepala kita” ajakku pada mereka. Kami tinggalkan ruangan kelas lalu nongkrong dikantin, hilangkan penat dengan menggoda gadis-gadis cantik lebih baik daripada bergurau dengan rumus yang membotakkan kepala. Seringkali aku dan kawan-kawan mendapatkan peringatan tapi kami sama sekali tak menggubrisnya. Sampai mereka mengancam akan menskorsing kami tapi tetap saja tidak menghasilkan apapun, rasa dalam hati kami sepertinya ‘kami akan berjuang memerangi matematika dengan gurunya sampai titik darah penghabisan’.
Ternyata tak selamanya aku membenci matematika, ketika datang seorang guru yang kembali membangkitkan kecintaanku pada matematika. Rasanya aku kembali bernostalgia pada matematika yang kucinta dulu. Memang benar tak selamanya kawan menjadi kawan, dan tak selamanya musuh menjadi musuh. Ada saatnya kawan menjadi lawan dan musuh menjadi teman. Guru muda, cantik, menjelaskan dengan singkat tapi masuk ke-otak, berbicara lembut tapi mengeraskan semangat kami untuk belajar, membuktikan jika matematika bukanlah musuh tapi kawan. Aku jatuh cinta lagi....
Namaku Putra Afriansyah lahir di Tembilahan, Riau 12 juli 1992. Aku memiliki hobi bermain Futsal (alhamdulillah udah ada hasilnya sedikit), membaca buku berlama-lama juga merupakan hobiku dan berpetualang (semoga bisa keliling Indonesia). Akun Fb aku Van Poetra Nyamuk dan Alamat e-mail putra.afriansyah@gmail.com, Motto : hidupku adalah simpan semua rasa dengan tulisan.