Selasa, 15 Januari 2013

BANJIR JAKARTA

JALAN BUNTU

Memasuki tahun 2013, harusnya kita bersuka ria dengan tidak lupa merenungkan tahun yang baru dengan kehidupan yang baru. Semua rencana baru sudah kita bentuk dan kita siapkan untuk menyongsong tahun 2013 ini, namun apa daya jika banyak hal yang menghalangi niatan kita dan rencana-rencana yang sudah kita bentuk. Kita boleh berencana tetap satu yang pasti kita semua tahu tuhan yang menentukan. 

Tahun yang kita harapkan memperbaiki hari-hari kita nyatanya diawali dengan januari yang cukup membuat banyak orang susah terutama mereka yang ada diibukota. Memang tidak ada yang pernah tahu jika januari ini akan membuat susah banyak orang. Terkadang kita sering menemukan banyak orang yang berkata disaat musim panas "hujan dong panas banget, neraka bocor apa. Ga ujan-ujan". Nah! setelah banyak perkataan seperti itu maka tuhan selalu mendengar apa yang kita ucapkan. Tuhan dengan segera menurunkan apa yang dipinta banyak orang? Apa yang diinginkan semua orang disaat musim panas? Tuhan berikan hujan, diawal turun hujan semua bersorak karena bahagia apa yang diinginkan akhirnya terwujud. 

Hujan terus-menerus turun di ibukota, kini banyak lagi orang yang berkata-kata dan menggerutu seperti ini "hujan terus kapan berhentinya sih. Kan banjir nih bikin susah aja" Lalu dimana lagi letak syukur yang kita punya? Sampai kapan kita terus menyalahkan cuaca? Sampai kapan kita menyalahkan alam? Jika kita menyalahkan alam dan cuaca maka kita juga menyalahkan tuhan. Bukankah harusnya kita juga menyadarinya jika banjir itu datang bukan karena tuhan yang memberikan namun manusia sendiri yang menciptakannya. Sejak SD hingga kita lulus perguruan tinggi jika menemukan sebuah pertanyaan mengapa banjir terjadi maka jawaban yang paling umum adalah karena membuang sampah sembarangan. Jadi siapa yang membuang sampah sembarangan? 'kita' dan kita itu siapa? kita itu manusia, manusia yang membuang sampah sembarangan hingga membuat kali yang seharusnya mengalirkan air jadi tidak lancar, kita manusia yang membuang sampah sembarangan yang membuat selokan-selokan menjadi terhambat dan tidak berjalan dengan fungsinya. Kemudian siapa yang harus disalahkan? Kita kembali mencari kambing hitam dari jakarta yang tidak pernah lepas dari banjir. Maka semua orang yang berada dibawah dan merasakan banjir akan menuntut pemerintah bertanggung jawab atas banjir yang terjadi. Apakah masuk dilogika jika orang yang terkena banjir menuntut pemerintah? saya rasa tidak! Kenapa? karena, mari kita tanyakan lagi, siapa yang membuang sampah sembarangan? masyarakat! Siapa yang membuang sampah di kali? masyarakat! dan siapa yang merasakan banjir? Masyarakat? jadi kenapa harus pemerintah yang bertanggung jawab. 

Pemerintah memang memiliki tugas untuk membenahi jakarta yang semwarut ini dengan beribu masalahnya. Tapi bukan pemerintah yang salah atas banjir yang terjadi. Wajar jika kita menuntut pejabat yang korupsi karena dia menyebabkan uang rakyat yang harusnya bisa digunakan untuk membangun negara habis untuk dirinya sendiri. Namun apakah kita juga harus menuntut pemerintah yang tidak membuang sampah sembarangan? apakah pantas kita menuntut pemerintah yang tidak membuang sampah dikali? apakah pantas kita yang membuang sampah menyalahkan pemerintah saat banjir datang? Harusnya kita berpikir jika kita ingin tidak lagi ada banjir maka jangan membuang sampah sembarangan lagi dan berusaha memperbaiki banyak kebiasaan bruuk yang tanpa kita sadari sudah tertanam dan sulit untuk dihiangkan tersebut. Seharusnya yang kita bisa adalah meminta tolong pada pemerintah untuk mengatur jakarta ini lebih baik lagi agar tidak terjadi banjir bukan menyalahkan, yang kita bisa adalah mengikuti tuntutan pemerintah untuk mengatasi banjir. Ketika ditemukan jalan keluar untuk mengatasi banjir namun tidak menguntungkan sebagian kecil masyarakat keputusan itu diprotes dan tidak bisa berjalan. Nah! lalu bagaimana cara mengatasi banjir? ketika banjir datang meminta cara agar banjir tidak datang lagi namun ketika cara ditemukan diprotes karena dianggap merugikan. Bukankah itu menandakan kita masyarakat yang labil dan tidak pernah bisa menentukan keputusan untuk masalah ini. Dan selamanya akan seperti inilah jakarta.

Bukan menyudutkan salah satu pihak, tapi marilah kita berpikir cerdas. Saya juga merasakan apa yang dirasakan mereka yang terkena banjir. Disaat tengah malam tertidur lelap lalu air tiba-tiba saja meninggi dan merendam rumah, banyak yang terhalang dalam kegiatan sehari-hari kita dari anak-anak yang ingin bersekolah, para orang tua yang akan berangkat ketempat kerja, dan banyak kegiatan lainnya. Ketika pemerintah memberikan jalan keluar, pemerintah tidak semena-mena saja tapi mereka juga bertanggung jawab atas jalan keluar yang mereka buat. Jadi sebenarnya tidak ada yang dirugikan, entah apa yang ditakutkan dari keputusan pemerintah? Mari kita berpikir dengan kepala dingin untuk mengatasi ibukota yang berantakan ini. Jika banjir terus-menerus terjadi hitung berapa kerugian yang ditimbulkan, bukan hanya para korban yang dirugikan namun seluruh jakarta dirugikan karena saat banjir datang jakarta seperti lumpuh, semua yang ada tidak berjalan maksimal. 

Jadi mari kita semua berpikir dengan kepala dingin, masyarakat lakukan apa yang bisa memberikan kebaikan dan pemerintah dengarkan apa yang rakyat katakan selama itu membawa kepada kebaikan. Kita semua menuju kepada jalan yang sama yaitu membentuk jakarta yang tertata rapi, aman, nyaman, dan sejahtera. Jadi mulai saat ini marilah kita saling bahu-membahu demi jakarta, demi kita, demi kehidupan yang lebih baik!!!

AKU-ALLAH-KAMU (CINTA SEGITIGA)

Apa yang akan kita pikirkan saat menyebut cinta segitiga? Pasti pada sebuah perselingkuhan yang banyak terjadi dimasa kini, itulah kebanyakan jawaban dari orang-orang masa kini. Sebenarnya dalam satu kata kita bisa memberikan ribuan arti namun selalu ada satu arti yang sangat populer dan arti itulah yang menjadi condong jawaban kebanyakan orang. Tapi apa pentingnya sebuah judul bila isinya tidak berarti, sebelum mendalami arti lain dari cinta segitiga ini saya juga memiliki jawaban yang sama dengan semua orang saat seorang teman bertanya akan cinta segitiga.

"apa yang kamu pikirkan tentang cinta segitiga?" 

"ya selingkuh" begitu saya menjawabnya.

"salah" Kenapa bisa salah? Setelah itu dia menjelaskan Cinta segitiga dalam islam, bukan cinta segitiga yang sering diperagakan oleh banyak playboy atau playgirl. Cinta segitiga itu adalah yang terbaik untuk kita. Kita seringkali membentuk segitiga hanya pada kertas yang datar, maksudnya adalah kita hanya membentuk sebuah cinta segitiga hanya untuk lingkup manusia yang ada dibumi saja, sesama manusia saja, ini jelas sebuah keputusan yang salah karena dalam cinta segitiga selalu ada yang merasa tersakiti. Sedangkan untuk cinta segitiga berbentuk segitiga utuh yang meruncing keatas jelas inilah cinta segitiga yang benar. Mengapa? karena cinta ini senantiasa kembali dan merujuk kepada yang diatas, kepada tuhan semesta alam yang menciptakan cinta itu. 

Misalnya saya seorang laki-laki yang mencintai Allah Swr lebih dari yang lainnya, maka saya menyerahkan cinta saya kepada Allah Swt, dan dilain waktu saya dimunculkan pula cinta kepada seorang wanita maka itu semua lebih dulu melalu cinta saya pada lebih yang lebih megah, yang lebih mewah, yang lebih besar dari cinta kepada apapun. Setelah cinta saya sampai kepada sang wanita maka begitu pula sebaliknya sang wanitapun sama seperti saya dia melewatkan cinta untuk saya melalui jalur cinta yang begitu besar kepada tuhannya yang maha menciptakan cinta itu sendiri. Dengan begitu cinta segitiga ini akan senantiasa menjauhkan kita dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh tuhan yang menciptakan cinta. Seringkali kita menyalahgunakan rasa cinta itu dengan mengubahnya menjadi sebuah nafsu yang malah membawa kita pada sebuah jalur yang salah, jalur yang menjerumuskan kepada tempat yang begitu panas tidak ada panas dunia yang mampu menyaingi panasnya.

Lihatlah apa yang sering terjadi dimasa kini, kebanyakan orang melalaikan cinta yang hakiki, cinta yang sejatinya hanya kembali kepada tuhan semesta alam, Seringkali kita terlena pada cinta dunia, pada cinta sesama manusia dan melupakan cinta kepada Allah Swt. Alangkah indah bila mana sepasang suami istri yang menyalurkan cintanya kepada yang diatas sehingg menjadi cinta segitiga yang begitu mulia karena berlandaskan pada aturan-aturan yang telah Allah Swt perintahkan. Kini untuk sebuah cinta yang mana yang ingin kita pilih, apakah cinta sebagaimana yang sering diperagakan orang-orang masa kini atau cinta yang membawa kepada tempat yang mulia, kepada tempat yang mengalir air susu dibawahnya, tempat dimana kita akan abadi disana. Mari bentuk cinta segitiga kita yang melalui Allah Swt yang maha memberikan cinta kepada kita.

Kamis, 10 Januari 2013

AKHLAK, SIKAP MANA YANG KITA PILIH?

Ada seorang wanita yang begitu baik shalatnya, begitu baik mengajinya, begitu baik ibadahnya semua orang mengakui akan semua itu namun dia tetap saja ditempatkan dineraka, mengapa? Karena dia menyakiti tetangga! Dia memiliki akhlak yang buruk. Bila kita memiliki akhlak yang buruk sebaik apapun shalat kita, sebaik apapun ibadah kita itu semua akan jadi percuma. Dari hal tersebut maka begitu pentingnya berakhlak mulia. Dengan shalat yang baik, dengan ibadah yang baik, dan jangan lupa dengan akhlak yang baik maka kita akan mudah menggenggam dunia dan mendapatkan akhirat yang terbaik.

Akhlak merupakan sikap yang harus kita jaga, kita rawat, selalu kita beri wewangian agar dia tetap tampak indah. Akhlak juga harus kita tanam, kita pupuk, dan kita rawat agar dia bisa tumbuh dengan baik pada diir kita, pada anak-anak kita, pada keluarga kita, pada masyarakat kita, pada bangsa dan negara kita. Bila akhlak yang kita tanamkan tumbuh dengan baik maka negara yang kita rindukan, yang kita impikan bukan tidak mungkin akan mudah kita dapat.

Ketika seorang siswa atau mahasiswa hilang ketulusannya, hilang keikhlasannya, hilang keinginannya untuk menuntut ilmu maka apa yang akan terjadi? mereka hanya akan menjalani segala sesuai dengan sistem yang sudah tertata kini bukan lagi demi ketulusan, keihklasan dan keinginan. Maka mereka akan berangkat ke sekolahnya, ke perguruan tingginya hanya sekedar berangkat, hanya sekedar berkumpul dengan temannya, hanya sekedar hadir untuk memperlihatkan bila tempat itu adalah sekolah, bila tempat itu sebagai perguruan tinggi. Ada guru ada siswa, ada dosen ada mahasiswa hanya sekedar itu saja. Apa yang dikejar hanya sekedar nilai yang tertulis diatas selembar kertas yang akan menjadi bekal untuk melanjutkan mengejar nilai lainnya, menjadi bekal untuk mencari kerja, mencari jabatan, menggapai cita-cita yang diinginkan untuk menghidupi diri sayangnya ilmu yang semestinya ada pada diri mereka itu tidak bisa kita temui didalamnya. Karena mereka tadi hanya sekedar mengejar sebuah titiel untuk melanjutkan keinginan dan melengkapi hidup mereka sebagaimana dengan sistem yang telah ada.

Ketika seorang pemimpin hilang ketulusannya, hilang keihklasannya maka kita tidak akan menemui dia menjadi seorang pemimpin yang memimpin namun kita hanya akan mendapati seorang pemimpin yang memimpin untuk sebuah kepentingan yang dia mau, untuk mendapatkan target yang ingin dia capai seperti jabatan yang lebih tinggi atau untuk mempertahankan kepemimpinan. Dia akan bergerak bergantung apa keuntungan yang dia dapat, apa hasil yang dia terima bila dia melaksanakan semua itu. Pemimpin yang hilang ketulusannya, hilang keikhlasannya tidak akan pernah menjadi abdi rakyat, wajar bila kita merindukan seorang yang tulus dan ikhlas untuk memimpin, karena mereka begitu langka di masa kini, karena mereka tidak pernah menampakkan dirinya namun kita juga tidak pernah menyadarinya. Ketulusan dan keihklasan juga merupakan bagian dari sebuah akhlak.

Bila kita menatap, melihat, dan menjumpai akhlak pemuda-pemuda kita secara umum. Kita akan menggeleng-gelengkan kepala karena betapa akhlaknya jauh dari yang kita harapkan. Siapa yang ingin kita salahkan? Tidak bijak bila kita ingin menyalah para pemuda kita, karena para pemuda kita masa kini lebih senang mencontoh, mengikuti, dan meniru sifat para orang tua mereka, para guru mereka, para pendahulu mereka. Bila akhlak para pemuda kita semakin hari semakin bobrok saja maka siapa yang harus kita salahkan jelas adalah orang yang ditiru oleh para pemuda, jadi nampak jelas siapa yang salah. Jangan salah bila seringkali terjadi perkelahian anatar pelajar atau mahasiswa dan mereka tidak pernah ingin menggunakan jalan tengah untuk menyelesaikan masalah mereka walaupun sepele mengapa? Karena orang-orang yang terhormat bahkan mungkin para orang yang ditiru dan dibanggakan oleh pemuda-pemuda kita itu melakukan hal yang kurang lebih sama apakah pantas bila didalam sebuah ruang yang terhormat tempat berbagai keputusan keluar dan tercipta dari sana para orang yang dibanggakan saling melempar barang, saling berpukulan demi memperjuangkan apa yang mereka anggap benar padahal tidak pasti benar. Mereka disediakan tempat duduk yang begitu nyaman namun lebih suka berdiri dan menantang. Salahkah bila pemuda melakukan hal sama itulah mengapa tidak bijak bila kita meyalahkan mereka.

Bila kita berharap dan ingin melihat serta memiliki kebanggaan untuk menjumpai akhlak pemuda kita yang membanggakan. Bila kita ingin tersenyum melihat akhlak pemuda kita yang indah dan mulia maka sejak kini dan dari saat ini kita para orang tua harus menunjukkan dan menampilkan akhlak dan sikap terbaik agar mereka yang mengikuti dan menirunya dengan baik juga. Inilah buktinya pentingnya sebuah ahklak yang mulia,

"dari Abu Hurairah R.A Bahawa Rasulullah Saw bertanya : tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu? maka mereka menjawab : orang yang bangkrut diantara kita adalah orang yang tidak mempunyai uang dan harta. Maka Rasulullah Saw menerangkan : orang yang bangkrut dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan pahala shalat, puasa, dan zakatnya, namun dia datang dan (dahulunya didunia) dia telah mencela si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini dan telah memukul orang lain ( dengan tidak hak ), maka si fulan diberikan kepadanya kebaikan orang yang membawa banyak pahala ini, dan si itu diberikan sedemikian juga, maka apabila kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dosanya ( kepada orang lain), maka kesalahan orang yang dizhalimi di dunia itu dibebankan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke api neraka." HR Muslim.


#inspirasi khutbah jum'at

Jumat, 04 Januari 2013

TAQWA, PAKAILAH BAJU TERBAIK!

"jika kamu menemukan jalan yang penuh dengan pecahan kaca apa yang akan kamu lakukan?" itulah sebuah perumpamaan takwa. Jika kita menemukan jalan seperti itu dan kita ingin cepat sampai maka kita harus berhati-hati dalam melangkah agar tidak terkena pecahan kaca tersebut. Kita tidak harus menghindar dan mencari jalan lain yang jauh memutar tapi kita hanya perlu berhati-hati saja dengan begitupun kita juga akan sampai ke tempat tujuan. Hidup itu adalah nyata karenanya kita harus melalui segalanya dengan kenyataan yang ada.

"menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya  " ini adalah sebuah sikap yang menjadi keputusan kita dalam hidup jika kita ingin mendapatkan balasan yang setimpal diakhirat nanti. Pertanyaannya sudahkah kita melakukan apa yang sudah dipaparkan diatas tersebut. Terkadang kita melupakan kata-kata tersebut disatu waktu kita begitu menyadari bila kehidupan ini begitu sementara namun diwaktu yang lain kita begitu lupa bila dunia ini bukanlah tempat hidup untuk selamanya, karena yang kekal itu adalah akhirat. Untuk menjalani perintahnya bukanlah hal yang sulit tapi sangat memberatkan kehidupan kita, sedangkan menjauhi larangannya hal yang berat untuk kita namun menyenangkan bila dilaksanakan. Apa sebenarnya tujuan hidup kita? apakah hanya sekedar dunia? ataukah ingin mengutamakan akhirat? atau kita tidak pernah memiliki tujuan dari hidup kita? orang yang bertakwa itu adil atas segala hal dia tidak mengutamakan salah satu namun senantiasa menyeimbangkan segalanya. Memiliki kenikmatan dunia dan mengutamakan kebahagiaan akhirat begitulah sebaiknya tujuan hidup kita. Dengan memiliki dunia bukankah kita bisa mengamalkannya untuk mendapatkan akhirat, dengan memiliki dunia kita bisa menjadi orang yang rendah hati dan berbuat baik pada sesama. Menjadi seseorang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain juga merupakan wujud dari takwa.

"takwa itu ibaratnya baju kita!" jadi semakin bagus baju kita maka semakin enaklah dipandang oleh orang banyak. Tapi takwa bukanlah aksesoris yang menjadikan diri kita sombong karena dipandang mulia dimata orang namun baju bagus tersebut membuat kita semakin rendah diri dan lebih menginspirasi mereka untuk menjadi lebih baik daripada kita. bila kita menggunakan baju yang bagus apapun yang ingin kita lakukan kita akan membawa percaya diri yang tinggi dan tidak mudah putus asa, jika seseorang sudah memiliki takwa maka dia akan menjadi pribadi yang memiliki daya juang tinggi dan mudah dalam mencapai segala tujuannya karena dia percaya dan yakin bila tuhan akan mengabulkan segala hal di lakukan dengan kerja keras tidak dikurangi dengan doa yang terus-menerus setelah itu menunggu hasilnya dengan pasrah namun tetap pada usaha dan doa.

"marilah kita tingkatkan takwa kita" begitulah sebuah kalimat disetiap khotbah jumat yang saya dengar, jadi setiap minggunya kita terus-menerus diajak untuk meningkatkan takwa kita. Jelas sudah  hadits yang mengatakan"Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat" 
jadi jelas ajakan diatas adalah sebuah ajakan kebaikan yang jangan pernah kita menolaknya, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Kenapa? karena dengan begitu kita akan terus meningkatkan diri kita menjadi pribadi-pribadi terbaik didunia ini, untuk takwa kita setiap minggu atau bahkan setiap harinya bila kita berhasil meningkatkannya maka kita akan menjadi orang-orang yang beruntung. Bila hal tersebut kita terapkan pada etos kerja kita maka kita akan bisa menggapai dunia karena kita akan melakukan segala halnya lebih baik dari hari kemarin. Karena itu kerja keras selalu akan berbuah keberhasilan dengan Izin Allah SWT, kita bisa melakukannya. Amien!!

Ujung dari segala hal yang ada didunia ini kembali kepada diri kita masing-masing mampukah kita menghadapinya dan menjalankannya, karena dengan begitu kita akan tahu hasinya. Tidak ada salahnya kita mencoba karena dengan mencoba kita akan tahu hasilnya, bila tidak mencoba kita tidak akan pernah tahu segalanya!!!!

#sebuah pelajaran berharga dihari terakhir bersama dosen Agama, membangkitkan diri yang lemah dalam menjalani kehidupan. Bila ada yang salah tolong dibenarkan!!

Rabu, 02 Januari 2013

TEKNIK INFORMATIKA




 Apa itu Teknik Infromatika adalah salah satu jurusan yang terdapat pada Fakultas Teknik, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (FTMIPA) di Universitas Indraprasta PGRI. Sudah beberapa bulan ini saya menjalani perkuliahan pada jurusan Teknik Informatika ini. Banyak pelajaran baru yang saya dapat namun tidak jarang juga kami hanya mengulang pelajaran yang dulu pernah kami pelajari sebelumnya. Kuliah itu sudah tidak lagi seperti sekolah, dosen sering mengatakan jika kami ini adalah mahasiswa, siswa yang sudah maha jadi tidak harus lagi sama cara mendidiknya dengan siswa-siswa biasa. Cara mendidik kamipun sudah serba maha, jika disekolah-sekolah dulu kita harus mendengar, menulis, mengerjakan tugas, jika semua itu tidak dikerjakan maka kita akan mendapatkan hukuman. Tapi sekarang semua itu bukan lagi berdasarkan perintah namun sudah menjadi inisiatif masing-masing mahasiswa, bila ingin mengerti maka dengar, catat, dan kerjakan tugas. Semua bergantung pada diri sendiri tidak lagi seperti saat-saat sekolah.

Teknik Informatika bukan hanya sekedar jurusan yang mempelajari komputer sekedar komputer saja akan tetapi jurusan ini lebih pada pengembangan diri kita agar menjadi lebih dari orang lain untuk pengetahuan komputer dan informatika lainnya. Kami lebih dibawa pada pembuatan program-program bukan sekedar mengenal internet saja. Kami dibentuk untuk menciptakan bukan menggunakan, jadi jelas sekali orang-orang yang masuk dijurusan ini adalah orang-orang yang yakin dirinya kreatif dan memiliki kemampuan untuk bisa menciptakan program bukan menggunakan. Jurusan ini jelas menjadi jurusan yang istimewa karena dijurusan inilah jurusan yang tidak akan mati sampai kapanpun, jurusan inilah jurusan yang akan selalu berkembang dari setiap waktunya. Selama teknologi informasi tidak berhenti berkembang maka selama itu pula jurusan ini akan terus berkembang, jadi jurusan ini adalah jurusan yang teristimewa,jurusan yang tidak hanya diam ditempat dan mempelajari itu-itu saja tapi lebih pada pengembangan.

Jurusan Teknik Informatika juga merupakan jurusan yang memiliki mahasiswa yang paling banyak peminatnya. Dari sekian banyak mahasiswa yang mendaftar sekitar 25%nya memilih jurusan yang saya juga memilihnya. Pada semester pertama ini saya menjalaninya dengan sedikit berat karena ada beberapa hal yang menganggu pikiran namun semua itu berhasil saya lewati, jika tidak maka nantinya akan menjadi sebuah masalah yang panjang dan tidak akan pernah usai. Kesabaran dan ketekunan menjadi kunci untuk tetap berada di jurusan ini, apalagi ketika kita masuk pada mata kuliah pemrograman hal terpenting yang menjadi kuncinya adalah ketelitian, setiap tanda yang ada harus diletakkan pada tempat yang benar karena jika tidak program yang ingin kita jalankan akan gagal. Jadi ketelitian amatlah penting untuk mata kuliah ini.

Banyak teman yang bertanya seperti apa kuliah di jurusan teknik informatika? Jawabannya adalah sama saja dengan jurusan lainnya. Banyak yang mengatakan jurusan ini sangat sulit karena harus benar-benar menguasai matematika, ada juga yang mengatakan menyenangkan. Untuk saya pribadi jurusan ini awalnya menjengkelkan karena kita harus berhubungan dengan matematika bukannya komputer tapi setelah mengerti akan kemana dibawanya jurusan ini akhirnya saya berusaha menyukainya, seorang dosen pernah mengatakan ‘bagaimana kalian bisa menguasai pelajarannya jika nama dosennya saja tidak kenal?’ jadi bagaimana kita bisa menguasai jurusan ini jika kita sendiri tidak berusaha mengenalnya, dengan tidak kenal maka tidak akan ada saying, tak saying maka tidak akan tumbuh cinta. Kenapa harus cinta? Karena dengan cinta segalanya menjadi bisa, bila kita sudah mencintai jurusan ini maka kita akan terus ingin tahu tentang segalanya, setelah kita ingin tahu segalanya nantinya secara tidak langsung akan banyak hal baru yang kita ciptakan. Tak kenal maka tak cinta itu adalah benar adanya. Jadi dimanapun jurusan kita jika kita menekuninya dengan hati maka segalanya akan menjadi mudah, segala hal akan menjadi mudah bila kita mengerjakannya tanpa sebuah paksaan.