Senin, 01 Oktober 2012

TAWURAN PELAJAR


Tengah hari mari kita berjalan kaki ke tempat-tempat dimana ramai oleh anak sekolah, tataplah mereka. Katakan sesuatu jika memandang mereka sedang duduk sambil bercanda atau biasa disebut dengan nongkrong. Dalam diri akan terbersit kata kasihan pada mereka, inilah tampak para penerus bangsa. Mereka yang duduk dengan rokok yang pernah berhenti dijepitan jari, mereka yang duduk dengan alhokol digenggaman, mereka melangkah dengan isi kepala yang salah. Bagaimana tidak salah, masanya mereka adalah masa untuk belajar dan memacu diri dengan prestasi untuk membentuk dan menyulam masa depan yang lebih baik untuk bangsa ini. Tapi apa? Yang dilakukan hanyalah hal yang sia-sia.
Belakangan ini semua media menyoroti tentang tawuran antar pelajar, kenapa harus tawuran? Kenapa harus saling menyakiti sesama pelajar, sesama bangsa, sesama pelajar negara, sesama agama, sesama dan banyak kesamaan kenapa harus saling menyakiti? Karena pikiran mereka sudah terkontaminasi dengan sesuatu yang berbahaya dan ideologi bodoh yang ditanamkan oleh beberapa orang yang salah mensosialisasikannya. Bila ditanya apa manfaat tawuran untuk kehidupan mereka? Dimana keuntungan tawuran untuk hidup mereka? Kenapa harus tawuran yang dipilih mereka? Ternyata kita belum dewasa dalam berpikir!
Setiap saat sebagian pelajar kita tidak bisa lepas dari tembakau yang berbentuk astor pendek yang begitu nikmat, atau juga minuman botolan yang membuat pikiran plong sesaat, atau bahkan daun yang hanya beberapa gram yang membuat melayang jauh tak ingat dunia! Lihatlah para pelajar kita setiap kali mereka duduk bersama ditepi jalan atau diwarung-warung apa yang mereka lakukan? Mustahil nampaknya mereka tidak menyulut tembakau untuk menjadi bumbu dalam duduk mereka, dilain waktu mereka juga duduk bersama jika malam telah larut untuk apa menikmati botolan alkohol untuk menghilangkan penat dan masalah yang sedang melanda mereka, atau jiak yang lebih ekstream lagi mereka akan menggunakan linting-lintingan yang bisa memberikan surga beberapa saat untuk mereka, lintingan yang jelas pemakaiannya dilarang untuk hal-hal negatif. Secara tidak langsung Jika dikaitkan semua itulah yang membantu sebuah ideologi bodoh yang entah siapa yang menanamkan hingga menjalar begitu cepat! Tawuran pelajar nampak seperti medan perang membela sebuah kerajaan berhasil membunuh adalah sebuah kebanggaan! Bagaimana tidak tampak bodoh dijaman yang semua orang berlomba-lomba untuk meningkatkan tehknologi dan kecerdasan bangsanya. Dinegeri ini malah bangga mengikuti kemunduran jaman, bukankah masa peperangan antar kerajaan sudah terjadi beratus-ratus tahun yang lalu. Tapi kenapa dimunculkan lagi pada saat ini! Oh mungkin para pelajar kita terlalu banyak membaca sejarah peperangan kerajaan-kerajaan masa lalu! Tidak juga karena disekolah mereka tak sempat untuk membaca. Menulis saja tidak sempat karena waktu mereka habis untuk sekedar bercanda dan bercerita tentang peperangan kemarin.
Sebagian pelajar kita ada yang tidak bisa lepas dari rokok, alkohol, dan ganja. Semua barang itu adalah barang-barang yang mengurangi kecerdasan berpikir, bila ada yang harus disalahkan maka barang-barang itulah yang harus disalahkan! Karena barang itu membuat cara pikir sebagian pelajar kita menjadi terpeleset. Mereka yang seharusnya berusaha belajar disekolah lalu menuai prestasi yang positif lalu bangga itu adalah hal yang pantas! Saling bersaing disekolah dengan segala prestasi positif adalah yang harus mereka lakukan! Tapi mungkin karena mereka kalah dalam persaingan lalu tidak memiliki jiwa pemenang yang mau menerima kekalahan ditambah dengan mereka mengkonsumsi barang-barang tadi yang mengurangi kecerdasan berpikir mereka, akhirnya timbullah cara berpikir mereka yang terpeleset dari yang seharusnya. Mereka berpikir jika mereka tidak berprestasi dengan hal yang positif maka masih ada prestasi negatif yang bisa mereka raih. Timbullah pemikiran bodoh yang menjadi virus didalam otak mereka. Awalnya mungkin mereka terpancing emosinya oleh seorang teman lalu berkelahi setelah menang berkelahi banyak teman yang memuji jika dia hebat timbullah rasa sombong dalam dirinya dan ingin terus mendapatkan pujian dari hal itu. Setelah semua orang disekolah mengakui jika dialah yang terkuat akhirnya dia bosan dengan prestasi negatif yang dia dapat hanya disekolah akhirnya dia berjumpa dengan pelajar sekolah lainnya yang sedikit memancing emosi dan akhirnya terjadilah perkelahian dan dia kembali menang. Karena semua itu dia semakin banyak mendapat pujian dari teman-temannya semakin jadilah keinginannya untuk semakin mendapat pengakuan. Dia semakin beringas dan menginspirasi beberapa temannya hingga membentuk pasukan kecil yang jika bertemu dengan pelajar laiinnya selalu ingin menyulut perkelahian dan ingin menjadi pemenangnya. Beberapa pelajar daris sekolah lain yang tidak terima merasa diremehkan akhirnyapun membentuk pasukan kecil yang sama untuk membalas kekalahan sebelumnya, dan terjadilah tawuran antar pelajar.
Setelah sang jawara lulus dari sekolah dan masih belum puas dengan apa yang dia capai, pastilah dia akan menunjuk penerus perjuangannya dengan cara membimbing mereka untuk mencapai prestasi yang lebih baik dari dirinya, dengan mengatakan jika dia menang tawuran dengan pelajar lainnya adalah prestasi yang membanggakan bagi sekolahnya. Setelah penerusnya luluspun dia melakukan hal yang sama kepada para juniornya, untuk mencapai prestasi yang lebih baik lagi dari dirinya! Maka turun temurunlah ideologi bodoh ini ditanamkan dalam pikiran para pelajar yang sebelum sudah kekurangan kecerdasannya karena nikotin, alkohol, dan ganja. Kecerdasan dalam berpikir yang berkurang itulah yang menyebabkan mereka mudah menerima ideologi yang sebenarnya sangat bodoh bila dipandang dari sisi yang benar. Harusnya kenapa bangga dengan prestasi negatif yang di kucilkan banyak orang waras?
Mungkin kurang lebih begitu ulasan bodoh dari penulis bodoh! Lihat saja apa jawaban pelaku tawuran yang berhasil membunuh pelajar lainnya! Saat ditanya kamu puas membunuh? Dia jawab puas! Orang  cerdas mana yang membunuh sesama penerus bangsa yang berani menjawab puas setelah melakukan hal yang jelas salah dan terkutuk. Jika dia benar cerdas sempatkah dia berpikir apa yang sedang dirasakan oleh keluarga sang korban, jika dia cerdas sempatkah dia berpikir apa yang orangtua dia rasakan andai saja dia yang menjadi korbannya, andai dia sempat berpikir jika dia sekarang berusia 17 tahun dan setelah perbuatannya dia dipenjara 15 tahun dan berapa usianya saat keluar nanti. Bukankah 15 tahun adalah waktu yang tidak singkat untuk membangun masa depan yang lebih cerah. Kenapa dia bisa berpikir demikian bodohnya, karena ideologi tawuran yang tertanam didirinya sudah begitu lekat dan menjadi karat. Dalam ideologinya bisa diterjemahkan ‘ jika menang dalam tawuran akan mendapatkan pengakuan dari banyak pelajar sekolah lainnya, jika berhasil melukai pelajar sekolah lainnya maka adalah sebuah prestasi yang cukup baik, jika bisa membunuh pelajar sekolah lainnya adalah kebanggaan yang tiada tara dan akan menjadi selebriti dunia tawuran dan menjadi panutan yang akan selalu dikenang oleh para juniornya untuk mencapai prestasi yang lebih lagi’.
Inilah anehnya pelajar kita, apa yang bisa kita lakukan untuk mereka! Memberikan penyuluhan? Mereka akan dengarkan sesaat setelah tiba dijalan dan bertemu pelajar lainnya dengan segera mereka akan lupa dengan yang baru saja mereka dengarkan. Melarang mereka secara hukum? Isi kepala mereka sudah terisi dengan berbagai program untuk meretas hukum-hukum yang ada jika berhasil mereka bangga jika gagal mereka akan terus mencoba hingga berhasil, jiwa mereka adalah jiwa yang pantang menyerah dan tanpa kata putus asa.
Anehnya didalam pikiran sebagian pelajar kita yang hobi dengan tawuran tidak tertanam apa pandangan orang lain untuk dirinya, semakin mereka dipandang salah maka semakin banggalah mereka. Didalam diri mereka tidak tertanam pikiran untuk merubah yang salah, jika salah maka teruskanlah hingga benar-benar salah dan tidak ada kata benar. Di hati mereka tidak terbersit tentang masa depan, tentang perasaan orang tua, keluarga, dan semua orang dekat mereka. Di hati mereka tidak ada lagi rasa takut mati sia-sia, tidak ada lagi tujuan positif untuk planning hidup mereka kecuali menjadi jawara didalam dunia mereka yang bodoh itu.
Beberapa minggu ini kita bising dengan semua pemberitaan tentang mereka yang menyebabkan banyak pandangan miring dari orang-orang terhadap sebagian pelajar lainnya yang melakukan pekerjaannya sebagai pelajar yang baik dan berusaha membangun negara. Prilaku sebagian pelajar ini membuat image buruk bagi semua kalangan mereka yang mengendorkan semangat positif dalam diri sebagian pelajar lainnya. Bagaimana cara menanggulanginya pun sudah sangat sulit karena pemikirin tentang tawuran ini sudah mengakar  seperti jamur dan kurab yang sulit untuk diberantas bila tidak dengan obatnya yang sesuai. Tawuran ini sudah seperti adat dan budaya yang terus berusaha dikembangkan oleh sebagian kecil pelajar yang salah dengan cara mempengaruhi banyak jiwa labil pelajar lainnya. Hingga jadilah kumpulan besar yang bisa merusak seluruh pelajar yang menjadi calon penerus bangsa ini, jika penerus bangsa ini saja memiliki kebiasaan buruk seperti ini maka untuk beberapa tahun yang akan datang jika mereka menjadi pejabat bangsa ide gila apa yang akan mereka buat. Semakin hancurlah bangsa ini! Untuk para pelajar cobalah berpikir dan lihat negara-negara seberang sana nantinya akan tertawa lucu melihat tingkah aneh kita yang entah seperti apa mungkin nampak seperti komedi ekstream yang terlihat lucu, pelajar yang yang seharusnya duduk dibangku sekolah mendengarkan pelajaran dan memegang pulpen untuk mencatat tapi tidak ada disana. Tapi malah berada dijalan dengan tongkat bambu yang harusnya menjadi tiang pagar, atau dengan gir yang seharusnya ada di sepeda dan motor, kadang ada juga yang membawa stik golf yang untuk berolahraga, bahkan samurai yang harus menjadi pajangan sejarah atau untuk berkebun membersihkan rumput liar dihutan-hutan. Bukankah kita tampak aneh dan lucu bila disadari seperti ini, dijari harusnya pulpen tapi kenapa malah sebatang rokok. Sampai kapan kita ingin menjadi bahan tertawaan para tetangga? Mari bangkit jadikan diri sosok fantastis untuk sebuah pencapaian luar biasa yang membawa bangga!
Kepada seluruh pelajar cobalah untuk berpikir tentang masa depan, orang tua, hidup yang bermanfaat, mati yang sia-sia, kebahagiaan yang akan datang, kebanggaan denga prestasi positif yang bisa diceritakan pada anak-cucu nantinya, menjadi kebanggaan orang banyak dalam kebaikan bukan sebaliknya. Mari bentuk diri kita menjadi sesuatu yang lebih berguna dan membuat bangga bangsa ini, jika kita tidak bisa berjalan sendiri mari bergandengan tangan untuk mencapai semuanya karena lidi yang sebatang tidak berarti tadi jika sudah bersatu menjadi sapu lidi maka akan bisa membersihkan halaman kotor pada negeri ini! Mari berjuang untuk diri dan bangsa!

Kamis, 20 September 2012

Jalan-jalan ke Kebumen


Sekarang waktu perjalanan menuju jogja, saya mendapatkan kesempatan ini tanpa sengaja. Saya sangat ingin ikut pergi ke jogja dalam acara perpisahan kakak kelas namun berhubung sedang sakit kanker (kantong kering, ya:-)!!!) jadi saya memutuskan untuk tidak ikut, sayang sekali! Pikir saya dalam hati. Beruntunglah tuhan mendengar doa saya yang ingin berlibur ke jogja. Sehari sebelum keberangkatan kepala sekolah memanggil saya ke kantor dan dia langsung menawari saya untuk ikut ke jogja tapi saya mengatakan yang sebenarnya kepada dia jika saya tidak memiliki uang untuk membayar biaya perjalanan. Sungguh pucuk dicinta ulanpun datang pada saya, kepala sekolah mengatakan saya boleh bayar seadanya saya dan saya boleh ikut tapi saya diberikan tugas untuk menjadi MC (master of ceremonies, dalam bahasa inggrisnya) pembawa acara dalam bahasa indonesianya. Oh! Ternyata dia melihat saya saat menjadi MC saat acara maulid disekolah dan mengharapkan saya yang MC dadakan untuk kembali mengisi posisi pembawa acara yang masih belum terisi, alhamdulillah! Saya langsung menyetujuinya. Bersiap besok kita berangkat!
Pagi sekali saya sudah bangun bersama dengan beberapa kawan satu angkatan yang juga ikut dalam rombongan perpisahan ini kami langsung menuju sekolah, yang dijadikan sebagai pooll keberangkatan. Setelah semua peserta lengkap kami berangkat. Saya disini menjadi minoritas tapi tidak mengurangi keakraban dengan para kakak kelas, kita masih bisa bercanda bersama. Kami berangkat dengan empat bus dari jakarta, sepanjang perjalanan dibus saya suasananya begitu menyenangkan karena ada beberapa kakak kelas laki-laki yang bernyanyi dan memainkan gitar untuk meramaikan suasana yang lain ikut bertepuk tangan terbawa suasana. Saya juga ikut mencairkan suasana. Setelah beberapa saya langsung melihat keluar jendela, ternyata kami sudah sampai di bandung, sayangnya kami tidak berhenti dibandung. Karena sudah lelah saya tertidur didalam perjalanan.
Karena kaget saya terbangun dari tidur saya, seorang teman menjahili saya dengan cara berteriak untuk membangunkan saya. Keluar dari bus saya kira sudah sampai dijogja ternyata saya mendapati sebuah bacaan yang bertuliskan ‘pusat oleh-oleh tasikmalaya’. Sekarang kami sudah berada ditasikmalaya perjalanan memakan waktu 5 jam kami berangkat pukul 06.30 dan sampai pukul 11.30 di tasikmalaya. Kami berhenti disini untuk istirahat makan siang dan shalat zuhur, kami sudah disambut dengan hidangan prasmanan, kebetulan dan sangat kebetulan perut sedang dalam keadaan siaga satu. Saya langsung mengisi antrean yang kosong untuk segera menikmati hidangan yang ada. Mari makan! Walaupun malu tapi saya tetap makan banyak, katanya sih kalau malu nanti enggak bisa kenyang. Jadi kesimpulannya buanglah malu sejauh mungkin saat lapar! Setelah makan siang selesai saya langsung menuju mushala yang sudah disediakan untuk melaksanakan shalat zuhur.
Setelah kurang lebih 45 menit habis untuk  makan, shalat, dan bersantai kami melanjutkan perjalananan. Saya suka menikmati pemandangan disepanjang perjalanan banyak hal menarik yang saya lihat terutama persawahan yang tidak pernah saya jumpai ada dijakarta, jadi inilah saatnya melihat sepuasnya. Suasana kembali ramai karena para peserta yang tadinya lemas karena lapar kembali hidup karena baterainya sudah terisi kembali dengan makan siang. Mereka kembali ramai dengan permainan gitarnya atau candaan khas anak muda yang lebih jelas saling ejek dan olok namun dengan gelak tawa tanpa ada amarah. Dengan suasana yang seperti ini membuat perjalanan yang lama jadi terasa cepat dan tidak membosankan.
Tidak terasa kurang lebih lima jam sudah kami dalam perjalanan dan kali ini kami melalui jalan pedesaan yang sangat sempit saya tidak tahu kami akan kemana dan sepertinya ini bukan jogja, saya melihat keluar jendela disana terhiasi oleh area persawahan dan para petani yang terlihat lelah beranjak pulang dengan cangkulnya dibahunya. Bus kadang berhenti dan menepi bila ada mobil dari arah berlawanan datang karena jalan ini terlalu sempit untuk dilalui dua mobil. Beberapa saat kemudian kami sampai. Saya turun dan menemukan sebuah ucapan selamat datang di gua jatijajar. Ketika masuk ke area wisata ada hal menarik yang saya lihat, banyak orang berkumpul untuk melihat pertunjukkan dari beberapa bocah yang sedang memainkan musik hanya dengan air, mereka memukul-mukul air namun menghasilkan alunan suara yang enak didengar telinga. Setelah mereka selesai maka orang-orang akan melemparkan uang receh kedalam air dan mereka akan menyelam untuk mengambilnya, saya tidak mau ketinggallan saya juga ikut melemparkan uang receh dan bocah-bocah itu mendapatkannya. Cara mereka menarik, ini baru seni yang perlu dihargai.
Setelah saya cari tahu gua ini terletak di daerah kebumen tepatnya desa jatijajar. Gua ini terbentuk dari batu kapur mempunyai panjang pintu masuk ke pintu keluar sepanjang 250 meter, lebarnya 15 meter rata-rata, tinggi rata-rata 12 meter dan ketebalan langit-langitnya 10 meter. Gua ini memiliki mitos yaitu tentang sungai-sungai yang mengalir didalamnya, ada 7 sungai didalam gua ini namun saya hanya ingat empat sungai yang saya lalui pertama sungai puser bumi dengan mitosnya airnya mempunyai khasiat untuk mencapai segala macam tujuan yang diinginkan, yang kedua sungai jombor yang memiliki khasiat yang sama, yang ketiga sungai mawar yang apabila kita mandi dan mencuci muka maka kita akan mendapatkan khasiat awet muda begitu mitos yang pemandu katakan. Saya ikut mencoba untuk mencuci muka semoga saja awet muda (dalam hati saya berharap walaupun tidak serius J), dan yang keempat adalah sungai kantil memiliki mitos jika kita mandi dan mencuci muka disini maka niat dan cita-cita akan mudah tercapai. Begitulah mitosnya. Jalan didalam gua sedikit becek dan licin, jika tidak berhati-hati pasti ada yang terpeleset itu sudah terbukti salah satu kawan saya baru saja jatuh dan menjadi bahan tertawaan. Untunglah saya belum jauh (ada kemungkinan untuk itu).
Oh iya! saya lupa menceritakan asal-usul ditemukan gua ini, gua ini ditemukan oleh seorang petani yang bernama jayamenawi yang memiliki tanah diatas gua ini. Ceritanya saat dia sedang mencari rumput diatas gua ini tanpa sengaj dia terjatuh ke dalam lubang yang ternyata tidak lain adalah ventilasi dari gua ini. Pintu-pintu gua awalnya tertutup oleh tanah tapi setelah dibersihkan pintu-pintu itu bisa digunakan dan karena didepan pintu gua terdapat dua pohon jati yang berdiri sejajar jadilah nama gua ini ‘gua jatijajar’. Ternyata gua ini berhubungan juga dengan cerita lutung kasarung, didalam gua terdapat diaroma atau miniatur tiga dimensi yang mengisahkan tentang lutung kasarung tersebut. Dan satu hal lagi gua ini mulai digunakan sebagai objek wisata pada tahun 1975.
Saya sudah puas menikmati isi gua jatijajar yang bebatuan didalamnya menurut pemandu terbentuk dari endapan air hujan yang membentuk batu, seperti halnya gua lain disini juga terdapat banyak kelelawar atau kalong. Tapi beruntung waktu yang sudah gelap tidak berpengaruh terhadap gua ini karena didalamnya sudah ada pencahayaan listrik, gua ini dibangun dengan serius oleh pemerintah sekitar agar menjadi objek wisata yang menarik banyak peminat. Pembangunan terus berlanjut untuk mendapatkan hasil terbaik bagi tempat wisata ini.
Setelah sampai dipintu keluar saya menemukan banyak sekali pedagang-pedagang oleh-oleh khas kebumen, ada yang berdagangan kain batik, tas, dompet, replika lutung, replika candi prambanan dan borubodur juga ada, tidak ketinggalan jajanan yang berupa kue-kuean juga banyak disepanjang pintu keluar objek wisata ini. Hari ini gua tidak hanya dikunjungi oleh rombongan kami tapi juga banyak rombongan yang lain yang datang untuk menikmati objek wisata gua jatijajar ini. Saya berminat untuk semua aksesoris yang diperdagangkan namun karena membawa persediaan uang yang minim saya langsung menghilangkan minat tersebut dan langsung menuju pintu keluar.
Sepanjang pintu keluar saya kembali memperhatikan anak-anak yang masih saja memainkan musik air mereka, ada yang menarik dari mereka. Mereka anak-anak yang luar biasa berapa jam sudah mereka habiskan untuk berada didalam air, karena penasaran saya sempat menghampiri salah satu anak yang sedang beristirahat untuk sedikit bertanya, ternyata dia sudah mulai mengamen disini sejak sepulang sekolah pukul 12.00 bahkan katanya ada juga temannya yang tidak sekolah sudah mulai dari pagi sampai sore, hasilnya lumayan besar katanya bisa digunakan untuk makan keluarganya sehari-hari. Memang luar biasa anak-anak sd ini sudah mulai berpikir tentang beban hidup sejak dini, mereka rela berdingin-dingin didalam air yang membuat kulit mereka keriput demi membantu meringankan beban orang tua mereka.
Jadi selalu ada pelajaran untuk saya disetiap berwisata. Tidak hanya menikmati keindahan alamnya tapi juga kita juga bisa mencari tahu bagaimana sulitnya orang-orang sekitar yang mencari kehidupan dari tempat wisata tersebut. Saya cukup puas sudah bisa menikmati tempat wisata gua jatijajar ini. Setelah itu saya langsung menuju bus yang akan membawa kami ke perjalanan selanjutnya.

Bersambung..

Senin, 17 September 2012

Jalan-jalan ke BALI


Jakarta-Bali
Libur lebaran selama dua minggu, sayang bila tidak digunakan untuk berlibur dan mencari suasana baru yang lebih fresh. Liburan kali ini saya berencana untuk berangkat ke pulau lombok, sebuah pulau di nusa tenggara barat yang tidak diragukan lagi keindahan alamnya, yang paling terkenal dan yang paling sering saya dengar adalah gili trawangan. Saya ingin berangkat menggunakan kereta namun karena tiket kereta sudah habis sampai H+5, ini dikarenakan aturan baru dari PT KAI. Semua penumpang kereta mau bisnis ataupun ekonomi semua dapat tempat duduk tidak lagi ada tiket berdiri, jadilah semua orang menyerbu tiket kereta untuk pulang kampung, selain murah juga pelayanannya yang semakin membaik dan yang menjadi korbannya adalah saya seseorang yang memesan H-5. Tidak dapat tiket kereta akhirnya saya mencari alternatif lain, saya akan mencari tiket bus tujuan lombok, nama bus ini safari dharma raya. Setelah saya berangkat dan mengecek harga tiket ternyata sama saja, harga tiket bus tidak sesuai dengan isi kantong saya terlalu mahal. Tiket bus ini memasuki hari-hari mendekati lebaran menjadi Rp 750.000,- cukup mahal. Saya mulai berpikir untuk berangkat usai lebaran atau membatalkannya. Tapi disaat saya berpikir demikian seorang teman mendapatkan celah untuk berangkat menggunakan pesawat dengan tiket promo seharga Rp 420.000,- sampai bali dari sana rencana kita akan menyambung melalui jalur darat. Akhirnya kami temukan solusinya untuk berangkat ke lombok.
Pesawat kami akan berangkat pukul 07.00 kami sudah tiba dibandara pukul 04.30, saya berangkat bertiga dengan teman, teman ini adalah orang asli lombok jadi saya akan menumpang dirumah mereka nantinya. Dibandara kami menunggu cukup lama sampai akhirnya pesawat kami take off juga tepat pukul 07.00, meluncur ke bali!!. Didalam pesawat saya gunakan waktu yang ada untuk tidur, kebetulan mata masih mengantuk. Saya dibangunkan teman, saya lihat jam sudah menunjukkan pukul 09.00, pesawat sudah landing, tinggal menunggu untuk turun saja. Saat pertama kali menginjakkan kaki saya katakan pada teman “ini ngurah rai, akhirnya sampe juga dibali” teman saya tertawa mungkin tampak norak atau kampunganlah, ya begitulah! Karena menurut saya sesuatu yang luar biasa itu adalah ‘apapun yang kita lakukan untuk pertama kali maka dia akan tampak luar biasa’.
Kami akan dijemput oleh salah satu saudara teman kami ini, kebetulan saudaranya bekerja dibandara. Setelah menunggu tas dari bagasi, kami melangkah keluar dan mendengar panggilan yang ditujukan kepada kami, ternyata itu dia yang menjemput kami. Kami beristirahat di tempat kerja teman baru ini, lama kami berbincang. Dari perbincangan ini saya menyimpulkan jika taksi dibandara ini memasang tarif sangat mahal untuk turis luar negeri dan tidak kalah mahalnya untuk orang dalam negeri. Beginilah keadaan tempat wisata terkenal semuanya akan berubah menjadi mahal.
Monang-Maning
Akhirnya kami memutuskan untuk mencari taksi diluar bandara karena tarifnya lebih murah daripada taksi didalam bandara namun kami harus berjalan cukup jauh untuk sampai keluar bandara. Sekitar 15 menitan kami berjalan akhirnya kami sampai juga. Saya sempat kaget melihat para sopir taksi ini mereka tampaknya lebih pantas menjadi preman dibanding sopir taksi karena dikuping mereka ada tindikan, badan dan wajah yang garang juga mendukung mereka untuk jadi preman. Tapi rasa kaget saya berubah saat mendengar mereka bicara cukup lembut tak sesuai dengan dandanannya. Kami menemukan kata sepakat dengan sopir taksi, kami akan membayar seratus ribu sampai ketujuan kami di monang-maning. Diperjalanan ke monang-maning, saya tidak melepaskan pandangan keluar jendela, saya melihat banyak patung besar-besar juga menemukan rumah-rumah berarsitektur bali, banyak juga bule-bule yang menggunakan kendaraan bermotor berkeliaran dijalan-jalan bali ini. Kurang lebih 45 menit kami sampai, kami akan menetap dirumah paman salah satu teman kami. Pamannya sempat menawarkan minum dengan setengah bercanda, kami pun hanya membalas tertawa bertanda kami masih berpuasa. Setelah berbincang sekitar satu jam, saya langsung mengincar tempat empuk yang bernama kasur dan langsung terlelap.
Setelah saya bangun, salah satu teman kami sudah berangkat ke banyuwangi untuk mengambil motornya yang dikirim melalui jasa pengirimin kereta. Tinggallah kami berdua untuk hari ini sepertinya kami ingin beristirahat saja, lagipula saya melihat jam sudah menunjukkan pukul 15.00. saya langsung mencari kamar mandi untuk membersihkan badan dan bersalin, setelah itu kami berdua mencoba untuk berjalan-jalan sore disekitar rumah sekalian untuk mencari counter pulsa, saya melihat beberapa sekolah disini masih melaksanakan kegiatan sekolah, yang menarik adalah saya melihat selalu ada kumpulan bunga disetiap bangunan yang saya lewati termasuk beberapa sekolah tadi yang juga memiliki bangun dengan arsitektur yang sangat khas bali, sangat menarik andaikan jakarta bisa seperti ini, keren!! Saya juga menemukan satu taman bermain, taman ramai sekali sore ini banyak remaja sekolah berkumpul disini untuk sekedar duduk menikmati sore hari atau juga untuk bermain basket karena taman ini menyediakan fasilitas untuk itu.
Waktu sudah hampir malam kamipun langsung kembali kerumah tempat kami menetap sementara, ketika kami sampai kami sudah dihidangkan dengan bukaan puasa yang cukup lengkaplah. Aku lihat ada kue-kuean, es kelapa muda, beberapa makanan ringan lainnya, kemudian santapan untuk makan malam. Ada yang berbeda dari es kelapa disini, rasanya lebih bervariasi tidak seperti es kelapa umumnya. Selain kelapanya yang masih muda dan enak untuk dimakan, rasanyapun dibuat semakin unik dengan ditambahkan dengan jeruk nipis. Rasanya jadi lebih unik dimulut saja. Lalu kami lanjutkan dengan makan malam saya menemukan lauk yang bermacam-macam disediakan disini. Tapi yang paling saya sukai adalah cumi sambal, cumi yang sebesar jempol ini ditusuk lidi lalu digoreng dengan sambal rasanya sangat nikmat rasanya saya tidak ingin mengakhiri makan jika cumi ini belum habis tapi berhubung dirumah orang saya sedikit malu, makan malam saya sudahi kemudian saya shalat maghrib dikamar, mesjid dan mushala sangat sulit ditemukan dibali. Hanya tempat-tempat tertentu saja yang ada jadilah kami shalat lima waktu Cuma dirumah saja.
Malam ini saya akan pergi kerumah kakek teman, katanya disana tempat produksi pakaian sablon saya jadi tertarik untuk ikut kesana. Kami hanya butuh waktu 15 untuk sampai ketempat tujuan, setelah duduk dan disuguhkan dengan jajanan ringan serta teh manis hangat kami berbincang banyak. Saya bertanya tentang apa yang saya lihat sore tadi kenapa masih ada kegiatan sekolah disaat semua wilayah sudah mulai libur sejak beberapa hari yang lalu. Ternyata! Saya baru tahu karena bali mayoritasnya bukan muslim jadi sekolah-sekolah tetap menjalankan kegiatan belajar-mengajar, libur ada hanya untuk tiga hari saja tepat pada hari raya idul fitri saja. Dan ada beberapa cerita baru juga yang saya baru tahu jika didaerah denpasar ini jarang sekali ada orang yang menyewakan rumah paling ada mereka menyewakan tanah saja, jadi masalah pembangunan terserah penyewa saja. Makanya banyak tempat disini dibangun sederhana saja tidak terlalu mewah. Selain berbincang saya juga terus memperhatikan proses sablon ditempat ini. Disini dia memiliki sekitar 25 sampai 30 pekerja, mereka akan bekerja jika sudah ada perintah dari atasannya. Jadi tempat sablon ini merupakan cabangnya saja, tempat ini memiliki pusat yang akan memasarkan pakaian hasil sablonan dari tempat ini beberapa cabang yang lain. Untuk biaya hidup dibali ternyata tidak berbeda jauh dengan jakarta sama saja.
Karena malam sudah larut kamipun berpamitan untuk pulang karena dinihari nanti kami juga harus bangun untuk sahur lagi. Setibanya dikamar saya merebahkan tubuh sambil menyalakan televisi, waktu disini lebih cepat satu jam dibandingkan jakarta. Beberapa menit saya menonton langsung tertidur pulas.
Udaranya cukup dingin saya menggunakan jaket agar dinginnya tidak terlalu terasa, kami langsung menuju beranda rumah untuk makan sahur. Setalah selesai makan sahur, saya kembali masuk kekamar menyalakan tv sambil menunggu subuh. Setelah shalat subuh kantuk kembali menggoda, benar saja saya tergoda dan kembali menikmati tumpukan busa yang empuk ini untuk beberapa jam lagi.

Sanur
Saya membuka mata jam sudah menunjukkan pukul 08.00, saya langsung menuju kamar mandi. Setelah semuanya rapi saya dan teman berencana akan mengunjungi pantai sanur dan kuta hari ini. Paman teman ini tidak bisa menemani kami karena dia harus tetap bekerja jadi kami hanya pergi berdua saja, sebenarnya ada rasa tidak yakin karena kami masih buta dengan arah jalan dibali tapi karena paman menyakinkan kami jika jalan dibali ini mudah untuk dilalui akhirnya kami melanjutkan niat. Satu sepeda motor helm, lalu kami tancap menuju sanur terlebih dahulu aku sempat melihat peta jika sanur lebih dekat dari tempat kami saat ini, sambil membawa sepeda motor saya terus memperhatikan setiap ada petunjuk jalan karena takut tersasar, saya terus mengikuti petunjuk. Saya melalui beberapa titik padat di beberapa tempat menuju sanur namun tidak macet yang padat merayap seperti dijakarta. Cukup lama juga kami berjalan, entah saya tidak terlalu memperhatikan berapa lama kami menempuh perjalanan mungkin kurang lebih satu jam, kami sampai disanur. Dalam hati saya langsung mengatakan tidak salah banyak orang mengatakan jika bali itu pulau yang indah saat saya berdiri dipinggir pantai dan menatap jauh ketengah laut lalu terkena hembusan angin yang cukup kencang saya bisa merasakan keindahan dan ketenangannya. Saya menemukan satu saung kosong dan saya duduk sekitar tiga puluh menit untuk menikmati udara laut dari sini tepat tepi pantai. Saya melihat kesekeliling, saya temukan kumpulan speed boat yang akan membawa para turis ke pulau-pulau sekitar, ternyata ada juga yang akan membawa para turis ke pulau gili trawangan. Setelah lama duduk saya melanjutkan berjalan-jalan diatas pasir pantai, menyusuri pinggir pantai sanur saya menemukan banyak bule disini walau tidak terlalu ramai, mereka hanya duduk-duduk saja sambil menikmati seduhan kopi. Setelah saya sempat bertanya pada penjaga pantai perihal pantai yang agak sepi, pantai akan ramai sore nanti karena para turis lebih suka berada dipantai diwaktu sore, untuk warga sekitar juga karena mereka masih disibukkan dengan sekolah dan pekerjaan jadi hanya bisa datang kesini sore hari saja. Untuk bisa masuk kepantai ini hanya perlu membayar uang parkir sebesar dua ribu rupiah saja. Berbeda sekali seperti pantai yang pernah saya kunjungi ditegal yang harus membayar sebesar lima belas ribu rupiah.
Kuta
Saya rasa hari sudah cukup panas dan kami juga harus melanjutkan rencana selanjutnya untuk mengunjungi pantai kuta, saya langsung kembali memulai perjalanan dengan sepeda motor dengan cara yang sama saya tak pernah lepas dari papan petunjuk jalan untuk sampai ke pantai kuta, dalam perjalanan saya menemukan ada beberapa pura yang sedang melaksanakan peribadahan. Saya melihat mereka tampaknya sangat tenang sekali, mereka berpakaian dengan sopan, wajah-wajah santun terlihat dari aura mereka. Sebenarnya saya tertarik untuk melihat langsung prosesnya namun saya harus mencapai kuta terlebih dahulu. Saya merasa sudah terlalu lama didalam perjalanan seperti kami salah jalan, saya menepi sebentar untuk membeli minum sambil bertanya pada sang penjual, ternyata saya sudah terlewat. Seharusnya saat saya melewati patung dewa ruci dibundaran tadi saya mestinya saya belok ke kanan saya malah lurus, sekarang jadilah saya nyasar terlalu jauh, jika ingin sampai ya harus putar balik lagi.
Di tepi jalan saya banyak sekali menjumpai turis-turis luar negeri, mereka banyak juga yang berjalan kaki. Mudah saja jika ingin tahu bila ada tempat wisata diwilayah bali, jika banyak turis yang berjalan mengarah kesana maka kita akan menemukan tempat wisata itu. Kuta lebih banyak diminati para turis karena kuta jauh lebih ramai dari sanur yang saya kunjungi tadi. Ini waktunya saya masuk dan menikmati pantai kuta, memang tidak salah jika banyak orang mengatakan jika bali itu indah. Sekali lagi saya katakan memang bali itu indah, luar biasa! Saya banyak menjumpai para turis luar negeri sedang berenang dan berjemur diatas pasir putih yang luas, air lautnya juga terasa dingin dan cocok untuk tempat berenang, air yang jernih, bening, bersih, sangat cantik, ya semua pujian saya ucapkan karena saya belum menemukan yang lebih indah dari ini baru ini yang paling indah selama yang pernah saya singgahi,mungkin nanti saya akan mencari tempat yang lebih luar biasa dari bali.
Saya sangat menikmati pantai kuta, setelah berenang beberapa saat, saya berganti pakaian dan berkeliling tepi pantai kuta ini. Banyak sekali saya temui pedagang aksesoris pantai dari kain pantai, celana, baju, gelang, dan banyak lagi kerajinan tangan khas bali. Saya tertarik untuk membeli tapi saya menahan keinginan karena harus menghemat uang yang ada, waktu saya masih panjang. Karena matahari sudah terik saya memutuskan untuk kembali pulang, sebenar masih satu tempat lagi yang belum saya datangi yaitu renun yang katanya sebuah taman yang banyak berdiri patung-patung besar tapi karena sore nanti kami harus melanjutkan perjalanan, jadi kami harus memupuskan keinginan dan segera kembali. Ternyata tidak mudah untuk menemukan jalan pulang untuk menemukan monang-maning tidak semudah menemukan sanur ataupun kuta, jalur ini lebih rumit karena saya lupa jalan pulang. Kami harus meraba-raba lagi dan terus bertanya-tanya, kami sempat tersasar cukup jauh, dan berputar-putar dijalan yang sama, setelah terus bertanya disetiap kelokan akhirnya kami sampai juga dimonang-maning. Saya langsung berteduh didalam kamar dengan kipas angin, cuaca tidak terlalu panas karena kami berpuasa jadi hausnya cukup terasa juga, saya lebih memilih untuk memejamkan mata untuk menyegarkan tubuh.
Singgah di Kota Denpasar
Ketika mata saya terbuka, matahari sudah mulai condong, waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore. Beberapa menit saya habiskan untuk mengemas barang dan mandi, karena sore ini juga saya akan berangkat kerumah salah satu saudara teman lagi. Setelah semua siap waktu sudah menunjukkan pukul lima kami berangkat. Saya selalu senang memperhatikan tepi jalan yang saya lewati, air kali disini masih terlihat bersih, jalanan satu arah ditepi kali ini banyak juga saya lihat sapi ternak sedang mandi atau diberikan makan sang pemilik, disisi jalan yang lain persawahan yang kadang diselingi dengan rumah warga tampak terlihat begitu tenang, enak dipandang mata. Sekitar kurang lebih 45 menit kami sampai ditujuan saya juga kurang tahu apa nama tempat ini detailnya yang jelas kami berada didenpasar. Waktu sudah masuk jam enam, matahari mulai tenggelam, saya dan teman asyik menonton tv untuk menunggu waktu berbuka tiba.
Waktu sudah gelap tapi kenapa adzan belum terdengar juga, seringkali saya keluar masuk rumah. Sang pemilik kemudian bertanya kepada saya kenapa mondar-mandir, saya menunggu adzan berkumandang. Sang pemilik rumah hanya tertawa saja, katanya saya tidak akan mendengar suara adzan disini, saya kembali bertanya kenapa, karena disini tidak ada mesjid. Oh iya saya lupa padahal kemarin sudah dijelaskan oleh sang kakek jika dibali ini sangat jarang ada mesjid. Karena matahari sudah tenggelam jadi kami langsung berbuka. Kami berbuka dengan es buah dan beberapa hidangan lain termasuk kurma, dan untuk makan malam kali ini ada sate, telur dadar, dan beberapa yang lain. Alhamdulillah akhirnya perut sudah kenyang, sang pemilik rumah harus pergi malam ini untuk bekerja karena dia kebagian jam kerja malam. Pemilik rumah berangkat kami tidak tahu harus berbuat apa? Yang ada Cuma tv ya sudahlah kami menonton tv saja sampai larut malam dan tertidur.
Kami bangun sahur sendiri dan menyiapkan makanan sendiri yang ada hanya telur dan mie, saya masak telur dadar dan mie yang ada untuk makan sahur. Setelah sahur dan shalat kami kembali ke tempat tidur seperti biasanya saja, sangat menyenangkan bermalas-malasan disubuh hari.
Taman Soekasada, Ujung Pesisi
Saya sudah selesai mandi pagi ini dan kami akan segera berangkat ke tujuan selanjutnya kata teman kami akan berangkat ke karangasem, katanya jarak lumayan jauh. Kami diantarkan ke sebuah halte, halte ini lebih mirip seperti halte trans jogja, ketika kami sampai tepat disaat bus tiba, kami tidak harus menunggu dan langsung masuk. Bus ini bernama trans sarbagita, bila dijakarta nama trans jakarta, di jogja nama trans jogja, kenapa dibali nama trans sarbagita bukannya trans bali ya? Saya masih bertanya dan belum dapat jawaban. Pemberhentian terakhir bus ini nantinya dibatu bulan tempat saya akan turun. Mungkin kurang lebih satu jam kami sampai diterminal batu bulan dari sini kami sudah ditunggu oleh saudar kawan, saya pikir kami sudah sampai di karangasem ternyata kami diarahkan ke sebuah bus yang lebih mirip kopaja dijakarta, bus yang akan membawa kami ke karangasem ternyata masih jauh! Saya duduk dikursi paling belakang, setelah bus cukup banyak penumpang kami langsung berangkat, jalur pinggir pantai sudah kami lewati, lalu melewati jalur perbukitan ditepi laut disini banyak sekali terdapat monyet-monyet dengan bebasnya berkeliaran banyak turis yang berhenti untuk sekedar berfoto dengan hewan lucu itu. Setelah empat jam perjalanan akhirnya kami sampai juga di ujung pesisi, karangasem. Kami sudah ditunggu oleh paman teman ini, dari tempat kami berhenti harus menempuh jarak lima belas menit perjalanan dengan sepeda motor untuk sampai kerumah paman ini.
Rumah ini terdapat dua kamar tidur, satu ruang keluarga, satu ruang tamu, rumah yang cukup ideal. Menariknya adalah didalam rumah ini banyak terdapat pajangan lobster yang sudah diawetkan, dan ada juga beberapa ikan langka yang dipelihara. Saya juga kurang tahu apa nama ikannya yang jelas katanya berasal dari perairan australia. Setelah melihat-lihat isi rumah! kami disuruh untuk beristirahat dan saya langsung saja merebahkan badan yang lelah setelah duduk empat jam didalam bus.
Saya bangun pukul 16.00 diikuti oleh teman, kami mandi bergantian setelah itu kami disediakan ikan mentah untuk dijadikan ikan bakar. Paman teman ini menyuruh kami untuk belajar membakar ikan yang benar. Setelah membuat bara dari serabut kelapa kami langsung mengoleskan minyak goreng pada ikan lalu langsung meletakkan diatas panggangan setelah itu seperti biasanya hanya tinggal dikipasi saja hingga matang dan jangan lupa dibolak-balik. ikan sudah matang tepat beberapa menit sebelum adzan maghrib, nah diujung pesisi ini baru kita bisa mendengarkan adzan karena saat datang tadi saya melewati salah satu masjid yang cukup megah. Kami berbuka dengan berbagai macam menu, ada es buah, teh hangat manis, kurma, berbagai kue ada, lalu untuk makan malamnya ada ikan bakar buatan kami sendiri, ayam sambal, sayur nangka bercampur daging, dan beberapa lauk lainnya. Malam ini kami akan makan besar! Setelah makan rasa seperti tidak bisa bangkit lagi, badan terasa sangat berat. Saya makan terlalu banyak, tapi saya harus pergi shalat taraweh malam ini. Shalat taraweh berhasil dilalui walaupun penuh kantuk namun saya tetap bisa berdiri dan memaksakan untuk shalat. Setelah taraweh saya langsung saja merebahkan tubuh untuk segera mencari mimpi diatas kasur yang empuk. Selamat malam!
Selamat pagi diujung pesisi, perkampungan yang berada tepat ditepi laut, perkampungan nelayan yang mayoritas muslim. Tepat diseberang perkampungan ini terdapat sebuah taman yang cukup indah, paman teman menyuruh kami untuk pergi melihat-lihat ditaman itu. Katanya rugi bila kami sampai disini tidak singgah ketaman itu, bule-bule saja sering datang kesini hanya untuk melihat-lihat ditaman itu. Hanya perlu waktu lima belas menit saya sudah sampai didalam taman, sebenar perkampungan dan taman berhadapan namun untuk melewati pintu masuk kami harus berputar terlebih dahulu. Taman ini sangat luas tidak tahu berapa hektar luasnya. Sungguh taman yang sangat mewah, hal pertama yang saya temukan di taman ini adalah kafe mungil yang beralunan musik khas bali, lalu saya lanjutkan berjalan yang saya temukan adalah ada beberapa orang yang mengurus sawah dan juga peternakan ikan, satu persatu tempat ditaman ini saya telusuri.
Setelah saya lelah berjalan-jalan kemudian saya duduk melihat ada beberapa petugas taman yang sedang istirahat dari pekerjaannya, ketika saya datang mereka sedang sibuk merapikan rumput-rumput ditaman. Saya menghampiri petugas taman untuk mengetahui lebih jauh tentang taman ini, saya pun langsung berkenalan dan mulai meluncurkan semua pertanyaan saya dan kesimpulannya adalah taman ini bernama soekasada dibangun pada tahun 1919 oleh kerajaan karangasem yang dipimpin oleh Raja I Gusti Bagus Jelantik yang bergelar Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem. Arsiteknya adalah van den hents dari belanda dan loto ang dari cina dan mulai digunakan pada tahun 1921. Taman ini sebenarnya difungsikan untuk peristirahatan raja dan juga untuk menjamu tamu-tamu raja yang berkunjung ke karangasem. Menurut sejarah taman ini adalah taman yang memiliki arstektur yang luar biasa karena bangunan menggabungkan antara arsitektur tradisional bali dan gaya eropa dan cina. Saya juga terperangah melihat bangunan-bangunan luar biasa yang ada disini, yang saya lihat banyak terdapat ukiran-ukiran khas bali didinding, tampak juga bangunan-bangunan khas belanda, dan gapura kedatangan, kolam segidelapan dan bale bundar yang bergaya china jadi taman ini sungguh kaya akan seni.
Petugas juga menceritakan tentang kampung muslim yang berada diseberang taman ini, ternyata rata-rata warganya berasal dari lombok, mereka berada disini karena jasa raja karangasem yang menempatkan mereka begitu kata petugas ini. Jadi wajar saja jika saya menemukan ada mesjid disini karena mayoritas muslim yang berasal dari lombok.



Jadi tidak ada salahnya jika anda tiba dibali untuk singgah sebentar saja menyaksikan keindahan penggabungan tiga arsitektur luar biasa yang terdapat ditaman ini. Setelah lelah saya dan teman menuju tepi laut dimana perahu-perahu nelayan berkumpul, bebatuan besar menghiasi tepi pantai yang banyak terdapat kepiting dan beberapa hewan kecil lainnya. Saya juga melihat beberapa bule sedang berfoto-foto, memang tepi laut ujung pesisi ini tak kalah indah dengan cover perahu-perahu nelayan yang membuat tempat ini tampak natural. Saya menyusuri tepi laut untuk sekedar melihat-lihat. Setelah lelah saya kembali ke rumah tempat kami beristirahat. Kami tinggal menunggu esok hari untuk perjalanan selanjutnya yaitu menyeberangi laut untuk segera menyusuri lombok.

Kamis, 06 September 2012

TRADISI BURUK


Tradisi dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebuadayaan, waktu atau agama yang sama. Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat punah. Jadi tradisi adalah sesuatu yang sudah mendarah daging. Saya Cuma mau bertanya tentang mengapa negara kita menjadi negara yang paling korup? Mengapa negara kita menjadi negara yang sulit bersatu? Jawabannya adalah karena tradisi, tradisi yang sudah menjamur. Kenapa harus menyalahkan tradisi karena memang karena tradisilah semua itu menjadi sulit hilang dan generasi penerus ini begitu mencintai tradisi ini dan tidak pernah ingin merubah tradisi ini bahkan mereka melestarikannya.
Jika tidak percaya liriklah napak tilas negara ini sejak beratus-ratus tahun yang lalu, dua tradisi buruk yang terus dipertahankan oleh negara ini. Jika bukan korup maka mereka berontak dalam segala hal. Kedua hal itu selalu berjalan seiring dan seirama selalu bersama untuk mencapai kehancuran yang diinginkan. Kita kembali ingat sejarah kemerdekaan negara ini, kita akan selalu bangga pada para hero negara ini yang telah memerdekakan negara kita dengan bambu runcing tapi nampaknya kita tidak pernah ingin membangun negara ini menjadi lebih baik bahkan senang dan masih tetap percaya pada bambu runcing sekalipun dunia sudah menuhankan tehknologi. Itu bukan masalahnya tapi saya selalu ingin mengatakan jika boleh saya iri dengan negara-negara tetangga yang mereka mendapatkan kemerdekaan hasil pemberian dari inggris mereka semua menjadi negara persemakmuran negara persaudaraan dengan inggris. Mereka dijajah secara cerdas bukan seperti kita dijajah dengan pembodohan yang sangat jelas. Setiap negara jajahan inggris selalu bisa bangkit dan mampu untuk maju. Sedangkan kita negara yang dijajah secara bodoh lihat saja hingga kini bekal itu masih ada dan tidak bisa hilang kita masih suka menggunakan kebodohan itu.
Belanda menjajah kita dengan cara membodohi bagaimana tidak sepasang saudara bisa bertengkar, ayah dan anak bisa menjadi musuh, kerajaan yang damai bisa rusuh, lihat cara politik mereka yang membodohi. Saya tidak pernah menyalahkan belanda namun generasi kita yang salah sudah sadar namun tidak pernah ingin menyadarkan diri kita akan semua kesalahan itu. Karena tradisi yang ditanamkan belanda itulah negara kita terbentuk, meskipun kita sudah merdeka dari penjajahan sadarkah bila kita belum bersih dari bayang-bayang sisa kotoran masa suram itu. Coba kita tilik ke masa kini tentang korupsi dan anarkisme yang ada dinegeri ini merupakan bekal lama yang abadi. Kenapa begitu? Tengoklah kebelakang bagaimana kerajaan-kerajaan yang ada dinegeri kita ini hancur karena perilaku belanda, dengan mudahnya mereka mengimingi kita dengan tahta dan harta lalu menghancurkan kerajaan-kerajaan yang ada. Demi tahta bunuh ayah sendiri, demi harta lakukan perang terhadap saudara sendiri. Kebersamaan, persaudaraan, peratuan bukanlah hal terpenting sejak dulu disini, yang paling penting adalah ambisi pribadi, nafsu pribadilah yang menjadi penguasa jadi apa bedanya dengan apa yang ada sekarang.
Sejak dulu hingga sekarang bukankah korupsi itu sudah ada? Untuk apa kita pusingkan bukankah kita terbiasa dengan hal itu, kenapa sekarang kita harus gusar dan panas dengan semua itu. Lihatlah dari bawah, seorang anak diperintahkan untuk membeli sebungkus gula, harga gula lima ribu karena si anak sedang tidak punya uang dia katakanlah harga gula enam ribu dia mendapat uang seribu. Saat ibunya bertanya bukankah harga gula lima ribu, jawabannya mudah ia diwarung yang itu diwarung yang sana enam ribu setelah itu ibunya dengan mudah percaya pada anaknya. Sama cara kerjanya dengan yang diatas setiap ada lebihan uang selalu hilang entah kemana saat ditanya maka mereka selalu bisa berkelit dengan jawaban yang simple dan kita mudah percaya. Sejak dari kecil kita sudah terbiasa dengan yang namanya korupsi bahkan menjadi hal yang biasa itu lumrah bahkan dianggap sebagai strategi yang jitu untuk mengeruk kekayaan.
Apakah kita sadar cara-cara penjajahan masih sering kita gunakan terhadap negeri sendiri? Jika kita sadar akan kepentingan bersama maka kita akan bisa bangkit untuk sama-sama memajukan negara ini. Selain korupsi yang menjadi tradisi negara ini adalah anarkisme, tengok saja banyak hal sepele yang menjadi sangat berharga. Di negara kita jika boleh bertanya mahal mana antara membuat spanduk dengan satu nyawa? maka jawaban adalah mahal membuat satu spanduk, mahal mana uang parkir dengan satu nyawa? maka lebih mahal uang parkir. Itulah dari hal sepele sudah tampak jika kita tidak pernah bisa menggunakan kepala untuk menyelesaikan masalah. Cara-cara kekerasan merupakan solusi handal dinegara kita. Jika dari bawah saja dari hal kecil saja sudah tampak perpecahan bagaimana dengan hal besar.
“berbeda tetap satu” itu tidak berarti untuk kita. Mungkin banyak yang sadar akan hal itu tapi lebih banyak lagi dan sangat banyak lagi yang tidak sadar. Sudah jelas dalam sila kita diperintah untuk bermusyawarah tapi kenapa kita lebih senang dengan memilih. Karena memilih itu tidak pernah menjamin sebuah kesatuan, memilih itu selalu ada dua atau lebih pilihan yang masing-masing akan terus mendukung pilihannya. Sebenarnya memilih itu tidak salah andai semua berpikir dewasa hanya saja 67 tahun tidak pernah membuat kita semakin dewasa. Kita lihat dalam memilih dinegeri ini kita tidak pernah menemukan kedewasaan didalamnya setiap orang selalu ingin pilihannya yang menjadi terbaik. Disaat gagal kita tidak pernah memiliki jiwa pemenang, kita selalu berusaha untuk menang setelah semuanya gagal. Cara paling utama untuk mempertahankan pilihan kita adalah dengan kekerasan, dengan semua itu kita pikir semuanya bisa kita miliki. Membuat orang lain takut dengan kita adalah cara kita untuk menangkan pilihan, tapi sadarkah karena hal itu kita tidak pernah bisa bersatu.
Mudah saja untuk siapapun yang ingin menghancurkan kita, dengan hal sepele saja kita bisa berantakan. Contohnya saja Cuma dengan kata-kata kita bisa membunuh, bukankah kata-kata itu bisa diluruskan, bisa diperjelas, kadang banyak kesalahpahaman didalamnya hanya saja kita tidak pernah bisa menahan dan mengatur temperatur emosi kita. Kenapa kita mudah marah? Berpulang lagi dengan tradisi kita, saat politik adu domba belanda kita bisa dihancurkan dengan kata-kata, karena sejak dulu jiwa kita sudah terkurung dalam emosi yang berlebihan. Kita tidak pernah bisa mendengarkan kata-kata dengan kepala dingin. Kita mudah panas sejak dulu, jadi kenapa sekarang kita masih seperti ini. Karena tradisi yang tidak pernah hilang, tradisi yang terus dipertahankan. Saya tidak pernah bisa menjawab cara menangulanginya. Saya hanya bisa terus bertanya? Terlalu banyak kepentingan didalam semuanya!

Rabu, 05 September 2012

Jalan-jalan ke ANYER (1)




Setiap liburan seringkali kita menghabiskan waktu untuk berwisata ke berbagai tempat misalnya saja untuk kita yang berada diwilayah jakarta, maka pilihan wisatanya ada ancol, kebon binatang ragunan, TMII, Monas, dan beberapa tempat lainnya. Tapi warga jakarta tidak hanya akan berlibur dijakarta saja tapi mereka juga akan pergi berlibur keluar daerah misalnya kepuncak bogor, ke anyer banten, dan daerah-daerah lainnya. Berwisata merupakan tradisi yang menyenangkan karena waktu liburan dihabiskan bersama sanak saudara, menikmati waktu luang yang jarang dimiliki orang-orang yang terus-menerus disibukkan oleh aktivitas kerja.
Kali ini saya hanya ingin menuliskan tentang perjalanan saya ke pantai anyer. Saya dan kawan-kawan sudah merencanakan perjalanan ini sejak jauh-jauh hari ketika hari H tiba, banyak kawan yang tidak siap. Rencananya kami akan berangkat 5 sepeda motor namun karena beberapa sahabat berhalangan maka yang siap hanya dua sepeda motor saja, kami tetap berangkat. Kami memutuskan untuk pergi ke anyer disaat hari kerja untuk menghindari kepadatan dijalan.  Stratei kami  selanjutnya untuk menghindari kemacetan di jakarta maka kami memutuskan untuk berangkat pagi dini hari. Tepat pukul 03.00 kami berangkat dari jakarta, dari tempat kami yang berada di cawang jakarta timur benar saja jalanan sangat lengang namun ketika kami sampai dikuningan terjadi hambatan hujan turun, kami berhenti sejenak di POM bensin sekaligus mengisi bensin, setelah lama menunggu hujan tak kunjung reda kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan meskipun berhujan-hujanan. Saya dan kawan-kawan berpikir hujan akan berhenti dalam beberapa jam saja.
Hujan tak kunjung berhenti kami sudah sampai diwilayah tangerang, ada satu kebingungan diantara kami semua karena gelap kami kesulitan membaca arah jalan, karena kami pemuda semua maka dengan nekat kami tetap melanjutkan perjalanan walaupun tak tahu arah. Kami ikuti saja petunjuk arah yang mengarah ke serang. Sampai akhirnya kami benar-benar buta arah ditambah lagi hujan yang tak kunjung berhenti, karena kedinginan kami berhenti disebuah watung kaki lima untuk memesan beberapa gelas kopi dan makanan ringan untuk mengisi perut yang keroncongan. Karena tidak tahu harus kemana maka kami coba bertanya kepada pemilik watung. Dia menyuruh kami terus mengikuti jalan hingga tembus ke legok katanya dari sana kami disuruh kembali bertanya. Kami mengikuti saja kata pemilik warung kami terus mengikuti jalan yang diarahkan sampai kami tiba dipermukiman BSD, selanjutnya kami terus mengikut petunjuk jalan. Rasanya kami hanya berputar-putar saja dijalan kecil yang ada.
Hujan tidak kunjung berhenti juga sedikit lagi kami akan mencapai serang setelah berjalan dalam waktu yang sangat lama. Kami memutuskan untuk berhenti disebuah warung kopi karena sudah tidak tahan lagi dengan udara dingin, tubuh saya menggigil tak kuat menahan hawa dingin yang ditimbulkan oleh hujan. Kami semua memesan kopi hangat dengan mie rebus sebagai temannya. Sekitar lima belas menit kami berhenti untuk menghilangkan dingin dan mengganti pakaian kami, hujan nampak akan reda karena Cuma tersisa rintik-rintik. Kami melanjutkan perjalanan namun memang kami sedang bernasib sial hujan kembali turun, ya sudahlah! Perjalanan harus diteruskan. Akhirnya kami tiba juga diserang. Dalam perjalanan dari serang menuju pandeglang akhirnya kami bisa merasakan hangat udara karena hujan berhenti juga.
Mulai memasuki pandeglang kami sudah mulai merasakan ketenangan dan keindahan tempat ini, kami melalui persawahan, dan kami juga sering menemui tempat pengembangbiakan yang juga menjual ikan-ikan. Walaupun matahari mulai terik  tapi kami tetap merasakan udara yang sejuk. Saya sempat melihat sebuah turunan yang sangat tajam yaitu turunan saketi namanya kami tidak melewati turunan itu karena disini jalanannya dibuat satu jalur dan turunan itu hanya untuk digunakan sebagai turunan saja. Saya melihat jam pada handphone saya sudah menunjukkan pukul 10.30 perjalanan masih terus berlanjut. Rencananya kami akan menginap dirumah salah satu dari kami, jalur yang kami lalui cukup menyenangkan karena dikiri kanan masih banyak sekali pepohonan hijau, jalanan yang berliku-liku menanjak juga membuat perjalanan ini tidak membosankan. Akhirnya kami sampai juga ditujuan, kami berhenti dilabuan. Kami akan menginap disini. Sesampainya disini kami semua merasa sangat kelelahan apalagi berhujan-hujanan selama kurang lebih lima jam. Kepala rasanya pening, setelah menyalin pakaian kami semua tertidur dengan pulas.
Ketika mata saya terbuka waktu sudah menunjukkan pukul 15.30. ketika saya bangun makanan sudha terhidang ada lele goreng dengan sambalnya serta beberapa lauk lainnya.  Dengan perut yang sangat lapar saya sangat bersemangat untuk hal yang satu ini, sudah tigakali saya nambah nasi dan lauk karena perut yang memang sangat lapar. Akhirnya kenyang juga udara masih saja terasa dingin karena saat ini sedang musim hujan, kami semua menyedu kopi yang ada. Sambil duduk-duduk kami berpikir tentang jadwal kami, hari ini kami tidak pergi kemana-mana untuk mengistirahatkan badan yang lelah. Kami memilih untuk bermain playstation disalah satu rumah kerabat teman saya ini. Sampai larut akhirnya kami memutuskan untuk tidur. Udara dingin sangat terasa malam ini, kami harus menggunakan jaket dan sarung untuk menghilangkan dingin.
Subuh hari saya sudah terbangun karena mendengar adzan subuh berkumandang, saya memutuskan untuk shalat subuh dulu. Setelah karena udara dingin yang mendatangkan kantuk yang begitu menggoda akhirnya saya terbawa untuk kembali menikmati empuknya kasur dipagi hari. Saat terbangun kembali seperti kemarin saya sudah menemukan hidangan sudah tersedia untuk sarapan kami ditambah dengan teh hangat saya merasa sangat berterimakasih dengan semua ini. Teman-teman saya sudah siap untuk menyantap semua yang terhidang. Saya pun tidak mau ketinggalan setelah kekamar mandi dan mencuci muka saya langsung menyerang semua yang ada di hidangan pagi ini. Setelah kenyang dan menghabiskan teh hangat yang ada waktu sudah menunjukkan pukul 09.00, saya dan kawan-kawan bersiap untuk pergi kerumah kakek teman kami untuk bersilaturahmi, setelah semua siap kami berangkat ke tujuan. Saya kurang tahu apa nama tempat ini. Tapi rumah kakek teman kami ini letak sangat dekat dengan laut hanya sekitar 300 meteran kita bisa langsung menuju laut. Sampai pukul 15.30 kami disini sambil berbincang-bincang.
Kami berpamitan dan ingin langsung melanjutkan perjalanan, selanjutnya kami akan menuju pantai untuk berenang dan bermain-main disana, dalam perjalanan saya begitu menikmati perjalanan ini. Disebelah kiri saya laut dan disebelah kanan saya banyak persawahan, jadi memandangi keduanya secara bergantian merupakan hal yang menarik. Sekitar 45 menit dengan kecepatan yang sedang akhirnya kami tiba dipantai pasir putih, kami hanya perlu membayar parkir sebesar Rp 5000,- untuk bisa menikmati dan berenang dipantai pasir putih ini. Setelah menyalin pakaian dan menyewa papan renang kami langsung menikmati air asin yang sudah tersedia. 
Hingga senja menjelang kami terus bersenang-senang, karena bukan hari libur tidak banyak orang berkunjung disini. Suasananyapun cukup mendukung untuk menikmati deburan ombak dan hembusan angin. Pantai pasir putih cukup baik hanya saja masih banyak sampah yang tidak dibersihkan dengan baik seperti kayu-kayu dan plastik bekas makanan ringan. Kami sudah merasa puas kami menuju kamar mandi sebelumnya kami harus membayar Rp 2000,-/orang baru kami bisa menggunakan kamar mandinya. Setelah semua selesai saya ingat jika saya punya saudara didaerah banten, saya mencoba menelpon dan mendapat jawaban dari seberang sana. Katanya datang saja kerumahnya. Rumah terletak di Mancak katanya dekat dengan pasir putih. Kebetulan kami sedang dipasir putih.
Bulan sudah mulai datang langit menjadi gelap kami memulai perjalanan, kami melalui jalan pinggir laut sepanjang jalan yang ada hanya pepohonan dan suara deburan ombak yang mengenai bebatuan. Ditengah perjalanan ternyata lampu salah satu motor tidak bisa menyala, sebuah masalah karena dijalur ini tidak ada bengkel dan warung yang buka karena sudah malam. Kami tetap melanjutkan perjalanan dengan motor yang lampunya mati dituntun oleh motor yang lain, karena jalur ini banyak lubang yang membahayakan jika tidak melihat dengan benar maka kita akan masuk kelubang itu. Kami tidak bisa memacu kendaraan dengan kecepatan maksimal seperti siang hari karena dijalur ini samasekali tidak ada penerangan. Sudah lama kenapa kami belum juga menjumpai mancak katanya dari pasir putih sudah dekat, setelah bertanya ternyata disini ada dua atau tiga nama pantai pasir putih, dan ternyata pasir putih dekat mancaklah yang saudara saya maksud bukan pasir putih tempat kami berenang tadi. Tiga jam sudah kami berjalan kali ini kami sudah menemukan tempat ramai yang banyak penduduknya, kami juga belum tahu detailnya daerah mancak, saya coba bertanya ternyata mancak sudah tidak jauh lagi hanya sekitar setengah kilo lagi kami akan sampai dia menyuruh kami belok kekanan saat menemukan pasar. Saya kira ini sudah dekat setelah kembali bertanya ternyata untuk sampai diprapatan mancak harus melalui kurang lebih duapuluh tanjakan katanya. Saya dan kawan-kawan memulai lagi benar saja kami harus melalui kurang lebih duapuluh tanjakan dan turunan. Kami kembali bertanya dimana letak prapatan mancak, akhirnya kami sampai. Saya kembali menelpon saudara saya agar dia segera menjemput, kami disuruh menunggu sebentar karena dia sedang dalam perjalanan menuju ketempat ini. 
Dia datang juga setelah saling bersalaman kami langsung menuju rumahnya, ternyata ini belum selesai jalur yang kami lalui bukan jalan beraspal tapi jalan tanah yang banyak bebatuan besarnya. mancak ini mungkin seperti puncak sepertinya dia ada diperbukitan. Kami hanya bisa menikmatinya saja walaupun ada kawan yang mengeluh melalui jalan sulit ini, tapi untuk sebuah pengalaman bukan sebuah masalah. sekitar 20 menit akhirnya kami sampai. Duduk beberapa saat kami mendapatkan suguhan teh dan makan malam. Kami bersyukur karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk urusan makan disini. Saya melihat waktu sudah menunjukkan pukul 22.30, saya memutuskan untuk tidur duluan karena teman-teman masih asyik berbincang-bincang.
Selamat pagi di mancak, udara pagi yang hampir mirip dengan pegunungan, saya coba melihat keluar banyak pohon kelapa dan pepohonan lainnya. Kami disuruh mandi oleh sang pemilik rumah dan salah satu teman ingin buang air ternyata kamar mandi untuk mandi dan kamar mandi untuk buang air terpisah, yang sama hanya kita harus mengambil air dari sumur sendiri. Ini memang suasana desa yang kami cari, setelah semua selesai mandi kami sudah dihidangkan dengan sarapan yang sangat berharga disaat perut lapar. Sarapan dengan menikmati gosip pagi selebriti bukan hal yang membosankan. 
Akhirnya kami harus berpamitan karena waktu kami sudah habis, salah satu dari teman kami harus kembali kerja esok hari jadi hari ini kami harus segera pulang. Jam ditangan sudah menunjukkan pukul 09.00, kami lanjut lagi perjalanan ini. Kami diantar sampai ke jalan besar setelah itu kami kembali mengikuti jalur semalam, ternyata jika dilihat siang hari jalur ini sangat indah lautan lepas dan persawahan yang dicoveri oleh pegunungan sangat indah. Kami harus kembali kerumah salah satu teman kami ini untuk mengantarnya pulang karena dia tidak ikut kami kembali ke jakarta hari, dia akan menyusul beberapa lagi sekaligus kami juga ingin berpamitan pulang, teman-teman juga memutuskan untuk kembali ke jakarta dimalam hari saja agar tidak mendapati kemacetan. 
Kami memulai perjalanan dari labuan tepat pukul sembilan dan sampai dijakarta pukul 02.15 ternyata jika kami tidak berputar-putar kemaren kami hanya perlu menempuh perjalan lima jam-an saja. Tapi ini akan menjadi pelajaran untuk perjalanan berikutnya.Selamat menikmati perjalanan untuk kalian yang akan pergi ke Anyer.