Kamis, 07 Maret 2013

Gundah Gulana Seorang (pendukung) Arsenal


Probabilitas yang begitu besar akan ketersingkiran Arsenal di tangan Bayern Munich di Liga Champions, pastilah menorehkan rasa sakit yang dalam bagi para pendukung Arsenal. Kalau sampai kalah atau seri atau tidak menang telak, kepastian mereka akan kembali hampa juara harus mereka terima. Dan musim paceklik juara untuk Arsenal akan semakin panjang: delapan musim.

Rasa sakit itu semakin menghunjam kalau mengingat untuk kompetisi domestik saja mereka kini tidak lagi ditakuti. Tidak di Piala Liga, tidak di Piala FA, tidak pula di Premier League. Bukan berarti Arsenal lalu menjadi klub medioker, tetapi kalau tidak hati-hati kemungkinan itulah yang dikhawatirkan pendukungnya.

Untuk klub sesukses Arsenal hal ini jelas sulit diterima. Apalagi Arsenal di bawah asuhan Arsene Wenger. Suka atau tidak dengan Arsenal (atau Arsene Wenger), klub ini sejak Wenger menjadi manajernya tahun 1996 menjadi salah satu barometer permainan bola yang cantik di Inggris. Bukan sekadar bermain cantik tetapi sukses mendulang prestasi. Hingga tahun 2005 mereka meraih 11 piala domestik dan sekali masuk ke final Liga Champions Eropa tahun 2006 ketika kalah dari Barcelona. Bukan catatan yang jelek.

Bolehlah orang mencibir mereka belum tembus Eropa. Tetapi menjadi raja kompetisi domestik juga bukan persoalan mudah. Dibutuhkan konsistensi yang luar biasa sepanjang tahun. Ingatlah ketika mereka mencetak sejarah sebagai klub pertama dalam sejarah Liga Primer Inggris yang tidak terkalahkan sepanjang kompetisi liga tahun 2003/2004. Karenanya, "The Invincible (Tak Terkalahkan)," teriak pendukungnya saat itu. "In Arsene we trust (kita percaya sepenuhnya pada Arsene)!," ujar mereka dengan kekhidmatan layaknya umat.

Tetapi jangan pernah memasrahkan hidup anda pada penggemar bola. Mereka ini salah satu kelompok manusia paling susah dipercaya. Mereka yang meneriakkan The Invincible dan In Arsene we trust adalah mereka pula yang sekarang paling keras menggerutu agar Arsene Wenger mundur. Tentu ada pula yang menyalahkan para direktur badan perusahaan sepakbola Arsenal yang dianggap hanya memikirkan keuntungan keuangan bukan prestasi. Tetapi sebagian besar tetap menyalahkan Wenger, "ide permainannya ketinggalan jaman, keras kepala, tak punya ambisi, tidak bisa melihat bakat," dan sekian macam atribut tak mengenakkan diarahkan kepada manajer asal Prancis ini. Setiap kali Arsenal kalah atau terseok-seok dalam sebuah pertandingan, di radio, televisi, online dan media cetak, tema itu muncul tanpa kendat. Bahkan kalaupun Arsenal menang, jika tidak telak, pendukung Arsenal akan dengan cepat mengritik Wenger.



Delapan tahun tanpa juara memang bisa membuat orang amnesia akan betapa berjasanya manusia satu ini untuk Arsenal. Setiap kali pendukung Arsenal menjatuhkan pantat mereka di kursi stadion Emirates, dengan sudut pandang yang sama enaknya ke lapangan pertandingan, lapangan yang ideal untuk bermain bola, fasilitas pendukung stadion yang kelas satu, longgar dan nyaman, bahkan akustik stadion juga diperhitungkan untuk memaksimalkan suara nyanyian dan teriakan dukungan penonton; sudah selayaknya mereka ingat bahwa tanpa seorang Arsene Wenger, stadion itu tak akan pernah ada. Wenger-lah penggagasnya. Ia ikut merancang stadion agar bisa memberi pengalaman terbaik menonton sepakbola. Wenger bahkan ikut memberi spesifikasi ketebalan rumput agar permainan cantik bisa diperagakan.

Saya masih ingat pengalaman beberapa kali menonton pertandingan di stadion lama Arsenal, Highbury, ketika diajak teman baik bekas sekantor pemegang tiket tahunan Arsenal. Segala sesuatunya berlawanan dengan pengalaman menonton di Emirates ini. Dalam penilaian saya, stadion Emirates adalah stadion sepakbola terbaik di Inggris. Dan itu buah tangan Wenger.

Bukan itu saja. Wengerlah, walau tidak secara langsung, yang membantu penyediaan dana untuk pembangunan stadion ini. Prestasi sepakbola gemilang Arsenal selama sembilan tahun pertama keberadaannya di klub ini memberi fasilitas bagi tenaga pemasaran klub untuk mengekspolitirnya. Para sponsor saling berebut untuk diasosiasikan dengan Arsenal karena citranya: klub yang sukses dan menampilkan permainan cantik, cerdas, punya kelas tersendiri. Citra itu, adalah sumbangan terbesar Wenger bagi Arsenal. Hal lain yang harus diingat oleh pendukung Arsenal.

Wenger juga dikenal bertangan dingin untuk melihat potensi pemain muda dan mematangkannya. Betapa banyak pemain yang besar dan punya di bawah asuhan Wenger sebelum kemudian pergi melanglang sukses di lain klub. Daftarnya akan berderet. Seberapa banyak keuntungan keuangan Arsenal di dapat dengan jalan itu.

Teman baik yang sering mengajak saya menonton Arsenal adalah satu dari sedikit pemuja Wenger yang kini berbalik mengecamnya. Setiap kali saya mengajukan fakta-fakta seperti yang saya tulis di atas, ia hanya tertawa dan mengatakan saya tak memahami perasaan dan caranya berpikir sebagai pendukung Arsenal. Ia juga menyebut saya, seperti orang di luar Arsenal lainnya, termakan apa kata media. Ia selalu mempunyai jawaban ajaib untuk mementahkan apa yang saya kemukakan.

"Kamu tahu, Emirates memang stadion ideal tapi itu juga kutukan," katanya dalam salah satu perbincangan kami.

"Sejak pindah tahun 2006, kami tak lagi ditakuti di kandang sendiri. Stadion itu tak punya nyawa, tak punya atmosfer, tak punya wibawa seperti di Highbury."

Ia lalu menyebutnya betapa kini Arsenal sering kalah melawan klub ecek ecek di Emirates.

Bagi dia satu-satunya cara untuk menghilangkan kutukan itu adalah membuang Wenger agar kaitan antara Highbury dan Emirates bisa diputus dan memulai segala sesuatunya dari nol, kertas putih yang bersih. Ini tentu saja omong kosong dan salah satu tahayul terbesar yang pernah saya dengar. Tetapi ia yakin dengan itu.

Namun ada juga pernyataannya yang masuk akal dan saya setujui. Wenger adalah manajer yang hebat tetapi juga beruntung. Ia selalu mengingatkan saya bahwa ketika Wenger pertama kali datang ia mewarisi pemain-pemain hebat. 

"Kami pendukung Arsenal 80-an tidak pernah melupakan, ia (Wenger) mewarisi salah satu benteng pertahanan paling kokoh dalam sejarah persepakbolaan Inggris: David Seaman, Nigel Winterburn, Lee Dixon, Steve Bould, Martin Keown dan Tony Adam. Ingat mereka? Itu tinggalan George Graham."

"Oh satu lagi. Di depan ada Ian Wright dan Denis Bergkamp. Mereka bukan pemain temuan Wenger. Kalian yang bukan pendukung Arsenal ingatnya hanya Thierry Henry, Patrick Vieira, Emmanuel Petit ataupun Robert Pires. Ya 'kan?" tuduhnya asal-asalan.

Bahwa Wenger kemudian mampu meracik mereka dan perlahan-lahan menggantikan mereka dengan pemain-pemain baru yang tak kalah hebatnya serta menampilkan permainan yang cantik, semua pendukung Arsenal termasuk teman saya ini setuju. 

"Tetapi kami sudah membayar kesetiaan kami kepada Wenger selama delapan tahun tanpa gelar. Sudah saatnya orang lain mengambil alih dengan ide-ide baru," tegasnya yakin. "Kalau tidak saya tidak akan memperbaharui tiket musiman untuk tahun depan."

Namun lucunya kalau ditanya siapa yang layak menggantikan Wenger, mereka, termasuk teman saya ini kelabakan tak bisa menjawab. Mereka hanya tahu pokoknya Wenger harus diganti.

Dua hari lalu sebelum mengirim tulisan ke detik saya menelpon teman saya ini untuk sekadar bertegur sapa. Kami hanya sekali-sekali bertemu bertemu setelah saya pindah kantor. 

"Ke Munich, nggak?" iseng saya bertanya. 

"You kidding me. You'll witness the biggest upset my friend. I promise you that. I am going. Come on Arsenal!" teriaknya menutup percakapan. 

Saya tertawa. Penggemar bola ... ada-ada saja. Lupa dia akan keluh kesahnya. Lupa dia akan kekesalannya. Lupa dia akan gundah gulananya.



mengcopy catatan seorang yang cerdas
http://sport.detik.com/aboutthegame/read/2013/03/07/140717/2188537/1489/gundah-gulana--seorang--pendukung-arsenal?a991101mainnews

Minggu, 24 Februari 2013

ARTI VICTORIA CONCORDIA CRESCIT


VICTORIA CONCORDIA CRESCIT Adalah sebuah kata-kata yang identik dengan Arsenal, kata-kata itu mungkin tidak berharga dibenak fans tim lain tapi tidak dengan fans Arsenal. Makna itu adalah bagian dari hidup fans arsenal, dan filosofi yang berharga lebih dari apapun.

Victoria Concordia Crescit berarti “kemenangan berawal dari sebuah keharmonisan” untuk apa kita mendapatkan sebuah kemenangan dan segalanya namun didalam diri kita tidak terdapat sebuah keharmonisan. Berapa banyak gelar yang didapat tim lain namun mereka tidak memenangi keharmonisan didalam timnya. Arsenal memenangi pertandingan juga dengan memenangi hati para fans setianya dengan menunjukkan filosofi sepak bola yang cantik dan menghibur.

Memang kenyataannya Arsenal tidak memenangi banyak gelar beberapa musim belakangan, karena Arsenal tidak terdiri dari banyak bintang yang luar biasa. Arsenal tidak berisi bintang-bintang yang berharga selangit yang memiliki pengalaman luas! Arsenal hanya terdiri dari kumpulan anak muda yang masih doyan nongkrong atau bermain-main dengan canda karena usianya. Namun kumpulan anak muda ini punya visi yang kuat karena semua itu sudah ditanamkan sejak dini oleh wenger sehingga mereka menjadi pemain yang luar biasa dengan bakat yang mereka miliki. Mereka bermain dengan hati dengan keharmonisan sehingga ketika kalah mereka tetap menegakkan kepala dan kembali bangun lagi untuk laga selanjutnya, inilah membuktikan jika jiwa mereka sudah kuat tidak lagi seperti pemuda yang labil.

Wenger memang selalu dikecam dengan keputusannya menggunakan banyak pemain muda dan tidak menghiraukan untuk pembelian pemain bintang dengan harga selangit karena wenger tahu yang terbaik untuk klub. Tapi lihatlah apa yang bisa dilakukan oleh anak-anak muda Arsenal mereka bisa bicara banyak meski mereka baru dalam level sepakbola yang luar biasa, mereka bisa bertahan di liga primer, mereka bisa tampil diliga champions, mereka bisa mengandaskan tim-tim yang memiliki banyak pemain bintang. Apalah artinya kemenangan tanpa keharmonisan.

Victoria Concordia Crescit, tidak mengandalkan uang yang berlimpah untuk mendapatkan segalanya!!

Arsenal fans, till I die!!
Go ARSENAL!!

Rabu, 06 Februari 2013

Makna Mencukur Rambut

Gua pengen bicara tentang rambut, ada orang yang bilang disaat dia potong rambut katanya buat buang sial, tapi kalau buat gua ada arti lain disaat gua motong rambut. Buat cewe rambut itu tidak lain adalah mahkota seorang putri kerajaan yang sangat berharga dan tidak boleh berpindah kemanapun dan kesiapapun. Karena cuma dia yang pantas memiliki mahkota itu. Dan walaupun buat cowo rambut tidak sepenting cewe tapi rambut juga menjadi penunjang style seorang cowo, dari rambut itulah rasa percaya dirinya akan bertambah.

Arti potong rambut buat gua berhubungan dengan cinta, sejak pertama kali gua jatuh cinta juga semuanya sudah berhubungan dengan rambut, karena rambut gua jatuh cinta, dan karena dia juga gua punya proses cinta. Begini cerita cinta gua, gua pertama kali jatuh cinta waktu kelas lima sd, jelas bukan masa yang tepat buat jatuh cinta ya? tapi ya begitulah keadaannya cintakan kita enggak pernah tahu kapan dia mau datang dan kapan dia mau pergi, gua jatuh cinta sama seorang gadis manis dikelas gua panggil aja rena, dia itu ga cantik-cantik banget tapi dia itu luar biasa, perkiraan gua tentang keluar biasaan itu terbukti sekarang, karena dia telah bermetamorfosis jadi seorang gadis yang dicintai banyak lelaki karena kecantikannya kini, senyumannya yang manis membuat siapa saja akan melayang saat melihat dia, dan sifatnya yang luar biasa, sayang dia sekarang sudah punya orang, yah dialah gadis pertama yang membuat gua jatuh cinta. Yang membuat gua tertarik sama dia pertama adalah kecerdasannya, dia menginspirasi gua untuk menjadi anak yang cerdas, karena dia cerdas berarti gua juga harus cerdas agar bisa bicara cerdas dengan dia, akhirnya gua belajar dengan rajin sampai gua mendapatkan ranking yang bagus dikelas sejak saat itulah gua mulai dekat sama dia, ternyata selama ini dia juga memperhatikan gua, katanya gua lucu dengan rambut yang seperti domba dia bilang, tapi dia suka dengan rambut gua. Dari sanalah gua mulai sering deket dan kelas lima itulah gua pertama kali mengatakan cinta sama wanita. Jawabannya diluar dugaan ternyata dia juga suka sama gua, dan kita menciptakan kisah cinta monyet pertama dalam hidup kita, kalian pasti taukan gimana cinta monyet itu, selain disekolah kami sering bertemu di pasar malam yang banyak permainannya dan kami sering bermain disana, main ombak, kincir angin, rumah hantu, dan banyak lagi tempat lainnya. Pasar malam datangnya setahun sekali ditempat kami dalam waktu beroperasi selama tiga bulan, jika pasar malam tidak ada kami sering pergi berenang setiap hari minggu, atau jalan-jalan pagi ketempat ramai. 

Sampai suatu hari, kami akan dan harus berpisah, karena kami sudah lulus sd, dan harus melanjutkan ke jenjang berikutnya, sayangnya gua dan dia tidak bisa mendapatkan sekolah yang sama, Gua harus pindah jauh dari dia tapi kami janji akan saling bertemu nanti, awalnya semua biasa saja tapi akhirnya gua harus menyerah karena dia sudah memiliki orang lain yang dicinta, gua selalu menjaga rambut gua untuk dia dan membiarkannya tetap tampak seperti bulu domba dengan belah tengah, dia mulai panjang, tapi karena patah hati gua sengaja mencukur dia hingga botak, dan tak ada rambut yang dia suka lagi dikepala gua. Sejak saat itulah mengapa buat gua mencukur rambut itu punya arti tersendiri. Selama menjalani sekolah smp gua engga pernah sempat untuk jatuh cinta, dan ketika gua masuk masa sma yang namanya cinta itu datang lagi, dan gua kembali membiarkan rambut gua tumbuh panjang, kali ini gua jatuh cinta pada pandangan pertama, semua berjalan lancar dia gadis istimewa buat gua karena dia punya karakter yang kuat dan membuat orang lain akan menyukai bukan dari fisiknya saja. Dan gua jatuh cinta tapi semua itu tidak bertahan lama, karena itu gua kembali ingat dengan sakit hati yang dulu, gua kembali membuat kepala gua menjadi plontos. 

Setelah cinta pertama di sma itu entah mengapa gua jadi sering jatuh cinta dan sering pula berakhir dan membaut gua galau begitulah kata anak muda, setiap kali itu juga gua membiarkan kepala gua tak berambut, karena dengan begitu gua akan merasakan kebebasan angin menghembus kekepala gua dan membiarkan beribu masalah menghilang bersama rambut gua, Sebenarnya sejak dulu gua ga pernah terima dibilang keriting entah mengapa tapi kini gua sadar kalau rambut gua emang keriting dan kalau dibuat belah tengah memang terlihat seperti domba. Tapi semua cinta itu tampak seperti sebuah hal yang main-main saja, tapi gua selalu menanamkan satu cinta yang membuat gua tidak akan patah hati karena gua menyimpan satu cinta yang tidak pernah gua ungkapin ke siapapun, cinta ini gua tanam untuk diri gua sendiri, Sejak mengenal siapa dia gua akhirnya jatuh cinta tapi tidak pernah mengungkapkannya dan gua lebih sering menjadi teman dan sahabat, sambil mencintai yang lainnya gua biarkan cinta ini tertanam sambil berusaha menghapusnya karena jika tidak maka kedekatan gua akan berakhir. Hingga lulus gua tidak pernah mengatakan tentang rasa cinta gua dan gua terus menanamnya didalam hati.

Apa hubungannya dengan rambut walaupun dia tidak pernah mengatakan jika suka dengan rambut gua tapi dia senang jambak rambut gua jadi gua terus membiarkan rambut gua panjang, mungkin dengan jambak rambut gua itu adalah sebuah ungkapan sayang jadi tidak ada salahnya. Gua terus memelihata semuanya, sekalipun gua seringkali berganti kekasih yang duduk disamping gua tapi cinta buat dia selalu ada. Buat gua semua perempuan sama saja kecuali yang berbeda, ada beberapa yang berbeda termasuk dia, dia sangat berbeda dari yang lainnya.

Dan setelah lulus, gua dipertemukan dengan seseorang yang cantik dan sangat baik, gua tidak pernah tertarik dengan dia sebelumnya karena pertama dia terlalu cantik, kedua gua yakin dia sudah ada yang punya, ketiga gua engga punya apa-apa? tapi tuhan tahu jika dia bisa bersama gua walaupun begitu banyak kurang yang gua punya, dia seringkali mencari-cari celah untuk bicara sama gua. Dan akhirnya dia berhasil bicara sama gua dan kita mulai dekat. Dia menyukai gua dengan apa adanya, bahkan dia begitu menyukai rambut gua. Itu yang membuat gua langsung jatuh cinta sama dia karena dia bisa terima gua dengan apa adanya, sekarang gua menyadari jika rambut gua memang keriting, tidak seperti dulu gua tidak pernah mengakui jika kenyataan bahwa rambut gua keriting. Dan setelah mengenal dia gua sempat bisa melupakan cinta yang gua simpan selama ini. Tapi semua hanya berjalan selama enam bulan karena perbedaan yang harus memisahkan kita. Gua cinta sama dia dan diapun sama tapi keadaan tetaplah sebuah kenyataan yang harus di terima, kami tidak berjodoh. Dan disaat itu perasaan yang sempat hilang kembali datang dan gua kembali merasakan apa yang sebelumnya ada.

Kembali Jatuh cinta kepada hati yang dulu, kepada wanita yang dulu, kepada perempuan yang dulu pernah membiarkan gua untuk mencintainya, membebaskan gua untuk dekat dengannya, tapi tidak pernah berusaha untuk sadar jika gua mencintainya. Dua tahun berlalu dan gua kini sudah siap untuk mengatakan apa yang harus gua katakan. Kini gua sudah berani mengungkapkan semua perasaan gua, apa yang gua rasakan selama ini. dan dia mendengarkan semuanya, apa yang gua katakan perlu sebuah jawaban,

dan jawaban yang diberikan tidak ada sedikitpun, terlintaspun tidak dia hanya mengatakan ******makasih******dan gua mencukur rambut lagi pertanda patah hati.

#fiksi


Rabu, 30 Januari 2013

SEPAK BOLA KITA KINI

Olahraga adalah sebagai tempat dimana kita menemukan kesenangan dan kebahagiaan didalamnya, bila ada sesuatu yang lebih maka olahraga akan menjadi satu sumber penghasilan. Olahraga adalah tempat kita menemukan ketenangan dan kedamaian untuk mengubah diri menjadi hidup sehat dan mendapatkan kehidupan yang menggairahkan. Kalau kita telusuri semua olahraga international sudah menjadi sumber penghidupan bagi para atletnya, semua negara-negara maju telah menjadi olahraga tidak sekedar tempat menemukan kebugaran tapi juga telah menghargai olahraga lebih tinggi dari itu, mereka menjadikan olahraga sebagai sumber penghasilan dan memberikan banyak pekerjaan bagi orang-orang berbakat nan hebat yang ada dimuka bumi ini. Kita bisa melihat banyak olahraga yang tidak lagi sekedar olahraga contahnya olahraga yang paling banyak diminati masyarakat dunia, sepakbola, lalu basket, golf, bulutangkis, tenis, dan banyak lagi. Semuanya telah menjadi tempat hidup bagi banyak kalangan. Dengan uang negara-negara maju menjadikan olahraga sebagai sumber penghasilan.

Tapi alangkah menggelikan ketika kita masuk ke dalam negara kita, kita patut bangga ketika menengok kebelakang karena begitu banyak prestasi tercipta disaat para atlet kita mendapatkan medali, penghargaan, dan juara pada masa-masa lalu. Negara kita pada masa itu dipandang dengan penuh hormat dan ditakuti karena kemampuan dan kehebatannya. Pada masa itu kita bisa berteriak heboh dengan segudang prestasi yang diraih anak bangsa. Pada masa itu para atlet kita memang tidak dihargai sesuai dengan hasil yang mereka raih, tapi mereka menjadikan rasa nasionalisme sebagai ujung tombak untuk menggapai prestasi, mereka tidak memikirkan apa jadinya diri mereka nanti tapi yang mereka pentingkan adalah bagaimana mengharumkan ibu pertiwi, tanah yang telah melahirkan mereka dan mendewasakan mereka hingga menjadi pejuang yang gagah. Banyak atlit yang mengibarkan merah putih di dunia international pada masa lalu yang hidupnya kini tidak sepadan dengan apa yang telah mereka perjuangkan, itu karena kelalaian yang hilang dari jarak pandang mata pada masa itu.

Tapi pada hari ini negara kita telah memberikan menghargai olahraga dengan baik tapi tanpa penghormatan akan rasa nasionalisme. Siapa yang tidak akan tertawa ketika mendengar ada dua ibu yang melahirkan satu anak. Di negeri kita hal itu benar adanya, olahraga lainnya yang pada masa lalu begitu cemerlang seperti bulutangkis juga hilang tajinya entah apa yang telah menjadi masalahnya, dan diakhirnya yang membuat kita tercengang menteri olahraga negeri ini dijadikan sebagai tersangka kasus korupsi, semuanya tidak ada yang menyangka bila olahraga yang harusnya menyatukan rakyat ini akhirnya menjadi tontonan lucu dimata dunia international.

Kini dinegara kita telah ada hobi baru yang begitu populis dan digemari oleh semua orang yaitu korupsi, ya hobi ini bukan hanya digemari oleh kalangan bawah tapi bahkan sudah merambah orang-orang besar dinegeri ini. Mungkin karena uang semuanya telah buta akan kebahagiaan dan kesenangan. kita menuju pada olahraga yang begitu mendunia yaitu sepak bola. Entah apa yang ingin dicari oleh kedua belah pihak yang berseteru dan bertarung demi mendapatkan pengakuan sebagai yang benar. Semua orang diluar sana mungkin tertawa melihat komedi garing yang ada didalam negeri kita bagaimana mungkin satu negara memiliki dua tim nasional, bagaimana mungkin satu negara memiliki dua induk sepakbola, entah ini seperti sebuah kisah dongeng tapi itu adalah sebuah kenyataan ini dongeng yang tidak lagi menjadi cerita tapi telah ada dinegeri kita.

Andai kita mau menyeberang dan memandang jauh ke negara-negara eropa mereka menghargai dan menghormati sepak bolanya sehingga mereka mendapatkan kesuksesan didalamnya. Kita semua tahu bagaimana kualitas sepak bola negara-negara eropa, dan kita tahu jika mereka mengolahnya dengan penghormatan. Tapi di sini kita tidak lagi menemukan rasa hormat dari mereka-mereka yang mengatur dan katanya mengerti, kita semua telah melihat sebuah penghargaan yang salah dipraktekan oleh mereka semua. Di sini kita akan menemukan penghargaan yang menghargai segalanya hanya dengan uang, dan akibat uang itulah yang merusak segalanya yang sebelumnya telah tertata rapi. Karena uang semua ingin menjadi penting didalamnya bukan untuk memajukan tapi agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi, bukan demi nasionalisme dan prestasinya tapi untuk pribadi dan kekakayaan diri.

Kita akan pusing bila harus disuruh merapikan lagi sepakbola yang ada saat ini, begitu sulit menyatukan dua hero yang mengaku dirinya pahlawan, dua hero yang mengaku diri pembela kebenaran, dua hero yang justru semakin menyuramkan prestasi sepak bola negeri ini, dihati para atlit sepakbola kita sebenarnya rasai nasionalisme dan keinginan untuk mendongkrak prestasi demi mengharumkan bumi pertiwi jelas ada, berkobar dan terbakar hingga membara tapi hanya demi segelintir kepentingan yang mengaku pahlawan itu semuanya menjadi padam, dan tengoklah apa yang nampak dari prestasi sepakbola kita kini semuanya telah padam, kini semua gelap gulita. Kita akan sulit menemukan saklar untuk menyalakan lampu, sekalipun kita mendapatkannya kita akan menemukan masalah jika lampu yang ada telah putus, ketika kita tahu lampu putus dan ingin menggantinya kita akan mencari ditoko lampu, kita berjalan kesana dengan penuh keyakinan bila lampu yang kita cari ada, ketika kita ingin membelinya ternyata lampu sudah habis terjual, kita akan mencari ditoko lain dan kita menemukannya kita langsung memasang kembali lampu itu. Lampu yang sudah terpasang kita yakin dia akan menyala kita tekan saklar ternyata masih tidak juga menyala karena yang rusak adalah saklarnya juga, dan kita pergi membeli saklar dan membetulkannya lampu memang menyala tapi hanya beberapa saat karena saat itu pasokan listriknya sudah habis dan lampu kembali akan mati. Begitulah tampaknya dunia sepak bola kita kedepannya.

FIFA seringkali mengancam indonesia agar segera menyelesaikan peperangan yang dan konflik yang ada tapi mereka tidak pernah memberikan sanksi. Entah apa alasannya? tapi mungkin alasannya adalah  karena indonesia yang termasuk negara dengan penduduk terbanyak dunia merupakan sumber penghasilan yang besar bagi olahraga international karena semangat masyarakatnya dan apresiasi masyarakatnya yang begitu besar terhadap dunia sepak bola yang tidak diimbangi dengan prestasi nasionalnya. Jika indonesia mendapatkan sanksi maka akan banyak yang dirugikan dari keputusan tersebut, contohnya klub-klub eropa memiliki fans yang begitu banyak di indonesia akan merugi karena mereka tidak lagi bisa mempromokan sepak bola mereka di indonesia. Berita terbaru mengatakan jika FIFA induk sepakbola international telah memberikan kesempatan yang kesekiankalinya agar indonesia merapikan persepakbolaan hingga maret nanti. APakah kita yakin jika sepakbola kita akan menyatu dalam jangka waktu dua bulan ke depan? kita hanya bisa berdoa dan optimis saja. 

Jumat, 25 Januari 2013

Kediri, Lombok

Saya sudah sampai di rumah teman di daerah kediri, Menurut cerita sang kawan kediri ini merupakan daerah yang banyak terdapat pondok pesantrennya. Ditempat ini pondok pesantren berdiri bagaikan jamur dimana-mana saja ada bahkan letak antara yang satu dengan yang lainnya tidak jarang saling berdekatan, apalagi mesjid-mesjidnya, dikediri ini mesjid dan mushala bagaikan rambutan yang sedang berbuah, semua itu jelas menandakan jika kediri merupakan daerah yang memegang teguh ajaran islam, dan menjalankan islam tidak sekedarnya saja. Kediri merupakan kecamatan di lombok barat, Nusa Tenggara Barat.

Rencananya saya akan menumpang beristirahat disini selama seminggu atau mungkin lebih. Ketika sampai saya berkenalan dulu dengan keluarga kawan yang ada dirumahnya dari ayah, ibu. kakak, adiknya, saya harus akrab dengan mereka karena saya akan lama berada disini. Setelah beberapa jam berbincang dengan keluarga kawan saya dipersilahkan masuk ke dalam kamar yang sudah disediakan dan saya tidak membuang waktu, langsung saja saya merebahkan tubuh, karena cukup lelah setelah beberapa jam berada dikapal dengan cuaca yang cukup panas. 

Sore hari saya bangun, waktu sudah hampir gelap. Di ruang tamu rumah sudah disiapkan berbagai hidangan untuk berbuka puasa. Kalau dijakarta saya biasanya berbuka lebih dahulu dengan berbagai menu bukaan yang manis lalu diselingi dengan shalat maghrib barulah kita makan hidangan nasi, tidak disini kita berbuka dengan minuman yang manis dan memakan sedikit hidangan bukaan langsung dilanjutkan dengan makan nasi. Jadi saya tidak lagi menyelingi dengan shalat maghrib, saya senang berada disini, orang-orang yang ada didalam rumah ini sangat ramah dan baik hati. Hari pertama berbuka dirumah kawan, sangat menyenangkan!

Sehari berlalu ini hari kedua saya berada di pulau lombok, pada hari ini ada satu pengalaman yang tidak menyenangkan, pada malam hari saya dan kawan ingin berkunjung kerumah nenek sang kawan, di daerah sayang-sayang. Dengan menggunakan sepeda motor pinjaman dari saudara kawan, kami berangkat. Perdana berjalan dilombok pada malam hari, Ketika berjalan dengan motor inilah saya memperhatikan sekeliling saya benar saja apa yang diceritakan oleh teman, memang terdapat banyak pondok pesantren dikediri bahkan ada juga yang hanya berseberangan jalan. Para santrinya rata-rata berasal dari luar lombok bahkan katanya ada juga yang berasal dari malaysia dan beberapa negara lain, mereka semua mempercayai kualitas pondok-pondok yang ada di kediri ini. Selain pesantren yang saya lihat malam ini, ada juga terdapat sebuah tempat yang mungkin seperti pasar, dengan banyak ruko-ruko yang berdiri ditempat ini masih banyak orang-orang melakukan transaksi jual beli atau ada juga tempat-tempat makan ditepi jalan yang ramai dikunjungi pembeli.

Saya terus berjalan setelah melalui keramaian, tibalah saya pada jalan yang kiri dan kanannya hanya terdapat sawah yang gelap karena malam hari disekitar sawah ini tidak ada lampu penerangan, jikapun ada lampu jalan hanya saja jarak saling berjauhan antara satu sama lain dan kurang membantu melalui jalan yang gelap. Saya berjalan dengan perlahan takut ada hal-hal yang tidak diinginkan, setelah sekitar lima belas menit melalui jalan yang gelap dan sepi saya kembali menemui kerumunan orang yang ramai dan melalui jalan utama yang dipenuhi oleh kendaraan yang lalu lalang. Ketika menemui sebuah pertigaan inilah awal kesialan saya, saya sempat berhenti dan bertanya pada teman kemana kita akan berjalan tapi dia menyuruh saya untuk lurus saja, saya sudah punya firasat buruk akan hal itu karena saya tidak melihat satupun kendaraan yang lurus dijalan pertigaan ini tapi karena teman adalah orang daerah ini saya mempercayainya dan saya tetap berjalan lurus.  Dari pertigaan ini untuk sampai ke ujung yang jalan yang terdapat perempatan untuk sampai ke sayang-sayang hanya sekitar 100 meter, ketika hampir sampai ke perempatan tiba-tiba saja saya melihat seoran polisi melihat kami dan meneriaki, dia juga sudah siap dengan sepeda motornya, saya langsung tancap gas melarikan diri dengan melawan arah, ketika saya pikir aman, kami berhenti disebuah toko penjual aksesoris kacamata duduk sejenak menenangkan diri dari kejaran polisi. Tapi memang sial nampaknya, polisi tadi ternyata tidak menyerah dia menemukan kami yang sedang beristirahat dan seperti biasa menanyakan hal yang sama. Semua polisi sama saja, kami digelandang ke kantornya. 

Ternyata jalur pendek yang kami lalui tadi adalah jalan satu arah, akhirnya kami kena tilang, dengan berat hati saya mengeluarkan uang Rp 74.000 untuk ngopi polisi malam ini. itu adalah uang terakhir yang ada dikantong polisi yang cukup tega, empat ribunya saja diambil, yasudahlah! saya mengikhlaskannya daripada saya harus sidang, saya kesini untuk berlibur bukan mengurusi sidang yang merumitkan. Dari pos ini hanya beberapa menit kami sudah sampai dirumah nenek sang kawan, kami langsung masuk dan bercerita panjang, kawan juga melepaskan rindunya pada neneknya karena hampir dua tahun tidak bertemu. 

Disayang-sayang ini dari sang teman mengatakan ada satu pasar yang merupakan sebuah tempat yang menjual kerajian khas lombok, ini merupakan pasar seni yang menyediakan berbagai macam kerajinan khas lombok, seperti cukli, mutiara, kerang, kain tenun, kaos, gantungan kunci, perhiasan, hiasan dinding, replika rumah sasak, mainan khas lombok, dan banyak lagi hasil kerajinan yang lainnya yang disediakn dipasar seni ini.

Setelah malam semakin larut kami memutuskan untuk kembali pulang. Pada perjalanan pulang semua tampak menyeramkan karena selain lampu yang penerangannya tidak merata disepanjang jalan juga kami jarang menemui kendaraan yang lalu lalang, Ditengah malam yang gelap kami tetap melaju dengan kecepatan yang sedang saja, sebenarnya kami ingin cepat sampai namun karena keadaan jalan tidak mendukung maka kami berjalan dengan apa adanya!