Kamis, 22 Mei 2014

KULIAH

Oke, kali ini tahun kedua gua kuliah. Kali ini gua belajar hal baru pertama untuk kalian yang mau kuliah mantapkan dulu hati baru lanjutkan untuk masuk kuliah. Tapi ketika ada keraguan untuk kuliah lebih baik jangan dilanjutkan cobalah dulu masuk kedunia kerja, karena nanti setelah dewasa didunia kerja kalian akan menyadari jika kuliah itu penting kemudian hati akan mantap dan segeralah putuskan untuk kuliah.

Syarat-syarat yang harus lu penuhi untuk kuliah:
1. Pastikan niat utama, karena segala sesuatu itu bergantung pada niat
2. Cari tahu lu itu talentnya dimana?, kalau lu udah tahu semua akan mudah. Kenapa?? karena melakukan apa yang elu sukain itu ga akan ada rasa bosan!! So, kalau benar aminkan dalam hati :)
3. Pastikan setelah lu lulus mau kemana? Emang banyak orang bilang ikutin aja dulu alurnya, mengalirlah layaknya air. kenyataan aliran itu selalu membawa elu ke tempat terendah. Mengikuti alur itu benar selama dia membawa elu pada tempat yang tepat. Tapi gua menyarankan agar Elu menciptakan sebuah planning besar untuk hidup, dan cobalah menjadi ikan salmon yang melawan arus, setelah lu selesai kuliah elu akan berharga mahal, dan serasa lezat untuk banyak orang :)
4. oke mungkin kalau kebanyakan syarat banyak yang ga mampu memenuhi syaratnay cukup empat aja

Kalau ada yang bertanya kenapa gua harus yakin dulu, baru kuliah?
- karena kalau lu ga yakin! kuliah lu akan terbengkalai
- kalau lu ga yakin! percaya atau engga tempat kuliah lu nantinya bakal sekedar menjadi taman bermain buat elu, dateng ke kampus, kumpul sama temen2, abis itu balik. Ilmu yang mau lu tuntut pergi kemana, Bro??
- kalau lu ga yakin, duit emak-bapak lu bakalan jadi sampah engga berharga, dan waktu lu lulus juga bakalan dianggap sampah. Kalau lu udah dianggap sampah maka lu akan frustasi dan kecewa, ketika lu kecewa maka lu ga mampu dan sulit untuk berkembang. Apa elu mau Jadi sampah???
- kalau lu ga yakin, Ilmu itu ibarat buah duren utuh yang harus lu telen bulet2 lancip gitu, dan dia gamungkin bisa masuk ke dalem perut elu, ada juga sobek2 tu mulut :)



Jadi, pada intinya bentuklah niat luar biasa untuk kuliah elu, dan bentuklah sebuah rencana besar didalam hati atau di selembar kertas atau kalau mau ribet ukir diatas batu biar jadi prasasti, untuk selalu lu ingat jiak tujuan kuliah lu adalah untuk rencana besar yang ingin elu gapai. Kemudian jagnan lupa jika kuliah ini adalah untuk mencapai sesuatu yang bermanfaat untuk diri lu, keluarga, agama, negara karena Elu adalah wajah-wajah masa depan bangsa ini. Jadi apa elu mau bangsa kita kedepan bakalan jadi sampah terus dimata dunia. Mari mulai buktikan dari hal kecil, dari diri sendiri. Ga ada salah mencobanya karena kita akan tahu hasilnya.

Senin, 10 Februari 2014

SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DIDUNIA (DAN KENAPA KITA BODOH!!)

Mengejutkan. Ternyata negara yang paling oke tata kelola pendidikannya bukanlah Amerika Serikat, Jepang atau Jerman. Akan tetapi, kiblat pendidikan dunia saat ini mengarah ke negara Finlandia.

Amerika Serikat sendiri berada jauh dibawah level Finlandia, tepatnya di urutan ke-17. Lalu, dimana daya tariknya sistem pendidikan di Finlandia dengan negara-negara lainnya khususnya Indonesia? Jawabannya adalah di kemandirian siswa dan gurunya.

Di Finlandia kemandirian dalam mengikuti proses belajar mengajar itu tidak hanya dinikmati oleh guru-gurunya yang begitu dihormati tetapi juga ditularkan kepada para pelajar melalui berbagai kesempatan-kesempatan penting.

Salah satunya dimana setiap pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujiannya untuk mata pelajaran yang menurutnya sudah dia kuasai.

Sistem inilah yang dipertahankan oleh Finlandia hingga akhirnya berhasil mengantarkan negara ini berada pada posisi puncak sebagai negara yang paling berhasil mengelola pendidikan nasionalnya.

Fantastiknya, dalam evaluasi belajar, angka ketidak lulusan secara nasional tidak pernah melebihi 2 persen pertahunnya. Finlandia juga tidak mengenal istilah ujian semester apalagi ujian nasional layaknya ditanah air.

Evaluasi belajar secara nasional dilakukan tanpa ada intervensi pemerintah sekali pun. Karena setiap sekolah bahkan guru berkuasa penuh untuk menyusun kurikulumnya sendiri.

Jadi jangan pernah berhayal bahwa guru-guru di Finlandia disibukkan untuk mengejar terget-target tertentu karena di negeri ini guru selalu menyesuaikan bahan ajarnya dengan kebutuhan setiap pelajar.

Jadi, di Finlandia siapa pun presidennya dan menteri pendidikannya tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masa depan pendidikan. Karena fungsi pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan adalah dukungan finansial dan legalitas.

Mau bagaimana caranya, maka gurulah yang berwewenang atas itu karena guru dipandang sebagai sosok yang paling mengerti mau dimana wajah pendidikan Finlandia dibawa dimasa yang akan datang.

Sistem ini telah berdampak positif kepada pola cara mengajar guru yang tidak terlalu dipusingkan oleh hiruk pikuknya politik nasional negaranya.

Keseriusan negara Finlandia menyokong keberhasilan pendidikan nasionalnya dibuktikan dengan diterapkannya kebijakan gratis sekolah 12 tahun. Kerenkan?

Guru-guru Finlandia adalah lulusan terbaik setiap perguruan tinggi dan mereka harus masuk dalam kelompok 10 besar lulusan terbaik. Jika tidak, jangan pernah bermimpi jadi guru di negeri ini.

Itulah sebabnya guru-guru di Finlandia betul-betul berdedikasi tinggi. Gajinya besar dong? Tidak. Guru-guru Finlandia justru digaji dengan gaji secukupnya bahkan bisa dikatakan kurang memadai.

Tetapi gurunya begitu menikmati profesinya hal ini karena mayoritas masyarakat Finlandia begitu menghormati dan menghargai profesi seorang guru.

Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!

Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.

Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.

Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.

Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.

Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.

Ditanah air Indonesia, sebenarnya sistem pendidikan Finlandia telah terterapkan sejak tahun 1961 melalui wadah gerakan pramuka. Apa yang berlaku di Finlandia jelas-jelas merupakan sistem pendidikan yang berlalu di gerakan pramuka.

Dimana setiap kecakapan dan keterampilan dibidang tertentu yang dimiliki oleh setiap anggota pramuka, bila sudah merasa mampu bisa mengusulkan diri untuk di uji.

Disamping itu, setiap 32 orang anggota pramuka dibina oleh 3 orang pembina secara terus menerus. Akan tetapi sistem pendidikan kepanduan ditanah air ini tidak mendapat respon yang positif ditanah air.

Buktinya kendati berhasil melahirkan kader-kader bangsa yang mandiri, negara ternyata tidak berani mengalokasikan dana BOS yang ada pada setiap sekolah untuk sepersekian persen wajib dipergunakan untuk mengelola gerakan pramuka di gugus depan.

Pendidikan nasional kita yang masih sarat dengan kepentingan politik kepala daerah menjadikan potret pendidikan begitu semraut. Pelaksanaan UN yang jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya selalu dipertahankan untuk alasan yang tidak jelas.

Bahkan ironisnya lagi, UN telah mengajarkan bangsa ini bagaimana berlaku curang dan menipu. Gilanya lagi peserta UN dikawal dan diamati setiap detik melalui layar CCTV.

Seperti teroriskan. Cara-cara gila ini begitu dibangga-banggakan oleh pemerintah bahkan institusi pendidikan sendiri. Padahal metode ini punya dampak physicologi bagi para pelajar dimana UN benar-benar menjadi beban berat.

Jadi jangan heran bila di Nias pada hari pertama UN ada siswa yang meninggal dunia begitu menerima lembar soal ujian.

Finlandia tidak pernah membebani muridnya untuk hal-hal yang kurang bermutu atau mengurangi ke-kreativitasan seorang anak setelah meninggalkan rumah sekolah.

Maka, tugas tugas (PR), les tambahan dan bimbingan ini dan itu nyaris tidak pernah ada di Finlandia. Bagaimana dengan tanah air? Tekanan yang begitu berat sangat terasa apalagi menjelang ujian nasional.

Setiap murid selalu diberi les tambahan yang berlebihan, pelajar di wajibkan mengikuti Tryout hampir tiap bulan dengan alasan untuk mengukur kemampuan siswa.

Dirumah disuguhi lagi dengan tugas-tugas berat bahkan ada lagi menu les tambahan yang ditawarkan padahal nuansa bisnisnya lebih terasa daripada urgensinya bagi peserta didik. Repot bukan?

Alhasil, pelajar tanah air lahir dan besar tanpa pernah mempergunakan otaknya untuk berkreativitas. Generasi muda pun besar penuh dengan tekanan. Jadi jangan heran, walaupun lulus UN 100 persen ternyata persentasi lulus SMPTN berbanding terbalik dengan kelulusan UN.

Inilah setidaknya potret pendidikan kita dewasa ini. Indonesia jatuh kepada tingkat kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Alih-alih untuk mencerdaskan bangsa tetapi cara-cara yang dilakukan justru mengantarkan bangsa ini kelembah kehancuran.

Oleh karena itu kita perlu berbenah. Mengembalikan sistem pendidikan kezaman dahulu kala (seperti cerita orangtua kita) dimana setiap anak dan orangtua begitu menghormati guru perlu kita lakukan.

Guru harus diberi otoritas penuh untuk mengatur kurikulumnya sendiri. Setiap anak juga tidak dibebani dengan tugas ini dan itu. Bahkan birokrasi pendidikan kita yang berbelit-belit perlahan-lahan harus dikurangi.

Wajib belajar 12 tahun mutlak harus dilakukan tentunya dengan biaya gratis. Tidak hanya itu wajar 12 tahun itu harus dengan satu izajah saja yaitu izajah SMA.

Sedangkan untuk SD dan SMP tidak lagi mengeluarkan izajah mengingat tuntutan dunia kerja saat ini pun izajah dua jenjang pendidikan ini tidak begitu diperlukan.

Oleh karena itu, perpindahan dari tingkat SD ke SMP cukuplah dengan nilai rapor begitu juga dari SMP ke SMA.

Maka evaluasi belajar secara nasional hanya dilakukan dijenjang SMA ketika yang bersangkutan akan melanjut keperguruan tinggi atau merambah dunia kerja.

Menggratiskan pendidikan dinegara ini bukanlah hal yang mustahil. Bukankah 40 persen APBN kita mark-up dan 30 persennya dikorupsi.

Jadi andai pengelolaan keuangan negara kita ditata dengan baik maka tidak mustahil dimasa-masa yang akan datang biaya pendidikan kita yang saat ini ditampung 20 persen dalam APBN kedepannya akan meningkat menjadi 50 persen.

Bila sudah demikian, bukankah pendidikan kita sudah bisa digratiskan.

Beberapa hal yang mungkin bisa ditiru, dari sistem pendidikan yang ada di Finladia, diantaranya :

1. Anak Finlandia tidak memulai sekolah sampai usia mereka 7 Thn. ( Bandingkan dengan para orangtua di Indonesia justru bangga anaknya sekolah pada usia dibawah usia 7 tahun. bahkan dengan beben pembelajaran yang berat.)

2. Tidak di bebani Ujian dan PR, sampai menjelang usia mereka remaja.

3. Anak-anak tidak diukur sama sekali selama enam tahun pertama pendidikan mereka. ( Pada sistem pendidikan kita , Murid SD sampai stress karena sering ditakuti Pihak sekolah, dengan seabreg Ujian, Padahal terkadang anak sering tidak diajar ).
The children are not measured at all for the first six years of their education.

4. Hanya ada satu tes standar wajib di Finlandia, yang diambil ketika anak-anak berusia 16 Tahun. ( Bandingkan dengan sistem ujian ujian di SMP dan SMA, Ditambah UN, bukan saja membuat Lembaga pendidikan tidak jujur, Anak hanya dihargai Otaknya saja, Minus bakat dan Minat,)

5. Tidak ada Kelas Unggulan,semua kemampuan berada pada kelas yang sama. Dan terbukti akhirnya RSBI /RSI di indonesia oleh MK dicabut keberadaanya, karena akan tercipta kasta kasta baru dalam dunia pendidikan.

6.Finlandia menghabiskan sekitar 30 persen lebih untuk biaya pendidikan per siswa mengungguli Amerika Serikat.
7. 30 persen anak-anak menerima bantuan tambahan selama sembilan tahun pertama mereka sekolah.

8. 66 persen siswa masuk ke perguruan tinggi.Dan tertinggi di erofa

9. Nyaris semua siswa memilki kemampuan akademis yang merata

10. Kelas sains maksimal 16 siswa sehingga mereka dapat melakukan eksperimen praktis dalam setiap kelas.
.Science classes are capped at 16 students so that they may perform practical experiments in every class.

11. 93 persen masyarakat Finlandia lulus dari SMA.bahkan17,5 peresen lebih tinggi dari AS .
12. 43 persen dari Finlandia siswa sekolah menengah pergi ke sekolah kejuruan.

13.Siswa SD mendapatkan 75 menit dari istirahat sehari di Finlandia dibandingkan rata-rata 27 menit di Amerika Serikat.
43 percent of Finnish high-school students go to vocational schools.

14. Guru hanya menghabiskan 4 jam sehari di dalam kelas, dan mengambil 2 jam seminggu untuk “pengembangan profesional.”
Teachers only spend 4 hours a day in the classroom, and take 2 hours a week for “professional development.”

15. Finlandia memiliki jumlah guru sebanyak di New York City, namun siswa jauh lebih sedikit. Dengan perbandingan 600.000 siswa di finlandia dengan 1,1 juta di NYC.



SUMBER

Minggu, 16 Juni 2013

BANGKU KULIAH

Kuliah apa? (menurut aku)
kuliah itu buat aku adalah satu hal yang menjadikan diri kita tahu apa yang menjadi kemampuan terbaik dari diri kita yang membedakan dengan orang lain. Kuliah itu menjadikan diri menemukan satu hal istimewa dari diri kita yang orang lain tidak memiliki. Oleh karena itu, ketika kita memutuskan untuk kuliah maka temukanlah apa yang menjadi jurusan kita, apa yang paling kita cintai dari semua jurusan yang ada, dan apa yang membuat kita yakin untuk mengambil jurusan itu?? Karena kuliah itu bukan lagi bangku tempat kita belajar dengan bimbingan penuh dari guru-guru seperti saat sekolah sd, smp, dan sma dulu. Kuliah semua hal kita sendiri yang memutuskan!
Mengapa kita sendiri yang memutuskan?
Karena saat kita kuliah, kita sudah dibebaskan dalam segala hal dengan batasan tertentu. Dari segi pakaian, penampilan fisik, cara belajar, dan segalanya (kecuali ada aturan tertentu). Seperti dikampus aku, kami bebas menggunakan baju apapun yang berkerah tapi yang diutamakan adalah kemeja agar tampak rapi dan enak dipandang mata. Celana pun bebas asal bukan celana bola hehe.
Kita juga bebas memutuskan ingin mendapatkan ilmu atau tidak! Jika kita ingin mendapatkan ilmu maka kita harus mengikuti pelajaran dengan serius dan mencari cara belajar terbaik agar kita bisa mendapatkan ilmu yang hampir mendekati sempurna. (tapi bukan ilmu hitam ya...) kita diberi kebebasan cara belajar jika kita tidak mampu memperhatikan dengan baik dikelas maka kita harus mencari cara agar tetap mendapatkan ilmu yang seimbang dengan teman-teman yang lain, cara termudah adalah dengan mencari buku yang sama dengan sumber materi yang diberikan dosen. Seringkali dosen menyebutkan buku yang menjadi sumber materi yang dia ajarkan dikelas kita agar kita bisa mencari buku tersebut dan mempelajarinya sendiri, karena sewaktu-waktu saat kita tertinggal maka kita bisa mempelajarinya sendiri.
Enak ga sih kuliah?
Jelas enak kita tidak lagi dianggap anak kecil ketika sudah memasuki bangku kuliah, kita sudah menjadi mahasiswa. 
Mahasiswa artinya apa sih?? (nanya mulu) haha iya gapapa kan biar tau :)
Mahasiswa atau Mahasiswi adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah universitas atau perguruan tinggi. ini kalo arti dari wikipedia ya!!
nah kalo arti dari aku sendiri maha itu artinya besar dan siswa itu jelas pelajar.. jadi mahasiswa itu adalah pelajar yang paling besar. (ya emang kalo gitu gua juga tau) ya udah ngapain nanya??
karena kita adalah pelajar yang paling besar dan paling tua jadi harus mengerti tugas kita, yaitu menjadi contoh pelajar-pelajar yang lebih kecil. 
Karena kita mahasiswa jadi kita tidak lagi diperlakukan sebagaimana siswa-siswi biasa yang semuanya harus dicebokin (bahasa kasarnya) kalo halusnya dibimbing dalam segala hal, mulai dari mengerjakan tugas, mengerjakan pr, dan semuanya. Jika tidak mengerjakan tugas dan pr mendapatkan hukuman. Sedangkan jika mahasiswa semua bergantung inisiatif dari diri sendiri jika menginginkan nilai yang baik maka harus mengerjakan tugas dengan baik, jika menginginkan nilai yang buruk (ngapain lu cape2 kuliah, mending tidur dirumah sambil smsan yakan?? Pe'a)
Enaknya kuliah selain tidak lagi dianggap sebagai anak kecil, kita bisa ketemu banyak teman baru! dengan ketemu banyak teman baru maka kita akan mendapatkan banyak hal baru juga dari mereka. Contohnya untuk yang mengambil kuliah dikelas karyawan, kita akan menjumpai banyak teman baru dengan berbagai macam jenis pekerjaan dan juga berbagai jenis jabatan, kita akan sangat beruntung jika bertemu teman2 yang bekerja sudah pada posisi yang baik (karena kita pengangguran berharap dapat lowongan kerja) 

Dan satu yang pasti dari kuliah itu adalah menentukan masa depan dan menjadikan kita lebih cerdas dalam berkomunikasi. Jika kita sadar ada perbedaan cara orang menyampaikan sesuatu berdasarkan kadar pendidikan mereka. 

Kamis, 07 Maret 2013

Gundah Gulana Seorang (pendukung) Arsenal


Probabilitas yang begitu besar akan ketersingkiran Arsenal di tangan Bayern Munich di Liga Champions, pastilah menorehkan rasa sakit yang dalam bagi para pendukung Arsenal. Kalau sampai kalah atau seri atau tidak menang telak, kepastian mereka akan kembali hampa juara harus mereka terima. Dan musim paceklik juara untuk Arsenal akan semakin panjang: delapan musim.

Rasa sakit itu semakin menghunjam kalau mengingat untuk kompetisi domestik saja mereka kini tidak lagi ditakuti. Tidak di Piala Liga, tidak di Piala FA, tidak pula di Premier League. Bukan berarti Arsenal lalu menjadi klub medioker, tetapi kalau tidak hati-hati kemungkinan itulah yang dikhawatirkan pendukungnya.

Untuk klub sesukses Arsenal hal ini jelas sulit diterima. Apalagi Arsenal di bawah asuhan Arsene Wenger. Suka atau tidak dengan Arsenal (atau Arsene Wenger), klub ini sejak Wenger menjadi manajernya tahun 1996 menjadi salah satu barometer permainan bola yang cantik di Inggris. Bukan sekadar bermain cantik tetapi sukses mendulang prestasi. Hingga tahun 2005 mereka meraih 11 piala domestik dan sekali masuk ke final Liga Champions Eropa tahun 2006 ketika kalah dari Barcelona. Bukan catatan yang jelek.

Bolehlah orang mencibir mereka belum tembus Eropa. Tetapi menjadi raja kompetisi domestik juga bukan persoalan mudah. Dibutuhkan konsistensi yang luar biasa sepanjang tahun. Ingatlah ketika mereka mencetak sejarah sebagai klub pertama dalam sejarah Liga Primer Inggris yang tidak terkalahkan sepanjang kompetisi liga tahun 2003/2004. Karenanya, "The Invincible (Tak Terkalahkan)," teriak pendukungnya saat itu. "In Arsene we trust (kita percaya sepenuhnya pada Arsene)!," ujar mereka dengan kekhidmatan layaknya umat.

Tetapi jangan pernah memasrahkan hidup anda pada penggemar bola. Mereka ini salah satu kelompok manusia paling susah dipercaya. Mereka yang meneriakkan The Invincible dan In Arsene we trust adalah mereka pula yang sekarang paling keras menggerutu agar Arsene Wenger mundur. Tentu ada pula yang menyalahkan para direktur badan perusahaan sepakbola Arsenal yang dianggap hanya memikirkan keuntungan keuangan bukan prestasi. Tetapi sebagian besar tetap menyalahkan Wenger, "ide permainannya ketinggalan jaman, keras kepala, tak punya ambisi, tidak bisa melihat bakat," dan sekian macam atribut tak mengenakkan diarahkan kepada manajer asal Prancis ini. Setiap kali Arsenal kalah atau terseok-seok dalam sebuah pertandingan, di radio, televisi, online dan media cetak, tema itu muncul tanpa kendat. Bahkan kalaupun Arsenal menang, jika tidak telak, pendukung Arsenal akan dengan cepat mengritik Wenger.



Delapan tahun tanpa juara memang bisa membuat orang amnesia akan betapa berjasanya manusia satu ini untuk Arsenal. Setiap kali pendukung Arsenal menjatuhkan pantat mereka di kursi stadion Emirates, dengan sudut pandang yang sama enaknya ke lapangan pertandingan, lapangan yang ideal untuk bermain bola, fasilitas pendukung stadion yang kelas satu, longgar dan nyaman, bahkan akustik stadion juga diperhitungkan untuk memaksimalkan suara nyanyian dan teriakan dukungan penonton; sudah selayaknya mereka ingat bahwa tanpa seorang Arsene Wenger, stadion itu tak akan pernah ada. Wenger-lah penggagasnya. Ia ikut merancang stadion agar bisa memberi pengalaman terbaik menonton sepakbola. Wenger bahkan ikut memberi spesifikasi ketebalan rumput agar permainan cantik bisa diperagakan.

Saya masih ingat pengalaman beberapa kali menonton pertandingan di stadion lama Arsenal, Highbury, ketika diajak teman baik bekas sekantor pemegang tiket tahunan Arsenal. Segala sesuatunya berlawanan dengan pengalaman menonton di Emirates ini. Dalam penilaian saya, stadion Emirates adalah stadion sepakbola terbaik di Inggris. Dan itu buah tangan Wenger.

Bukan itu saja. Wengerlah, walau tidak secara langsung, yang membantu penyediaan dana untuk pembangunan stadion ini. Prestasi sepakbola gemilang Arsenal selama sembilan tahun pertama keberadaannya di klub ini memberi fasilitas bagi tenaga pemasaran klub untuk mengekspolitirnya. Para sponsor saling berebut untuk diasosiasikan dengan Arsenal karena citranya: klub yang sukses dan menampilkan permainan cantik, cerdas, punya kelas tersendiri. Citra itu, adalah sumbangan terbesar Wenger bagi Arsenal. Hal lain yang harus diingat oleh pendukung Arsenal.

Wenger juga dikenal bertangan dingin untuk melihat potensi pemain muda dan mematangkannya. Betapa banyak pemain yang besar dan punya di bawah asuhan Wenger sebelum kemudian pergi melanglang sukses di lain klub. Daftarnya akan berderet. Seberapa banyak keuntungan keuangan Arsenal di dapat dengan jalan itu.

Teman baik yang sering mengajak saya menonton Arsenal adalah satu dari sedikit pemuja Wenger yang kini berbalik mengecamnya. Setiap kali saya mengajukan fakta-fakta seperti yang saya tulis di atas, ia hanya tertawa dan mengatakan saya tak memahami perasaan dan caranya berpikir sebagai pendukung Arsenal. Ia juga menyebut saya, seperti orang di luar Arsenal lainnya, termakan apa kata media. Ia selalu mempunyai jawaban ajaib untuk mementahkan apa yang saya kemukakan.

"Kamu tahu, Emirates memang stadion ideal tapi itu juga kutukan," katanya dalam salah satu perbincangan kami.

"Sejak pindah tahun 2006, kami tak lagi ditakuti di kandang sendiri. Stadion itu tak punya nyawa, tak punya atmosfer, tak punya wibawa seperti di Highbury."

Ia lalu menyebutnya betapa kini Arsenal sering kalah melawan klub ecek ecek di Emirates.

Bagi dia satu-satunya cara untuk menghilangkan kutukan itu adalah membuang Wenger agar kaitan antara Highbury dan Emirates bisa diputus dan memulai segala sesuatunya dari nol, kertas putih yang bersih. Ini tentu saja omong kosong dan salah satu tahayul terbesar yang pernah saya dengar. Tetapi ia yakin dengan itu.

Namun ada juga pernyataannya yang masuk akal dan saya setujui. Wenger adalah manajer yang hebat tetapi juga beruntung. Ia selalu mengingatkan saya bahwa ketika Wenger pertama kali datang ia mewarisi pemain-pemain hebat. 

"Kami pendukung Arsenal 80-an tidak pernah melupakan, ia (Wenger) mewarisi salah satu benteng pertahanan paling kokoh dalam sejarah persepakbolaan Inggris: David Seaman, Nigel Winterburn, Lee Dixon, Steve Bould, Martin Keown dan Tony Adam. Ingat mereka? Itu tinggalan George Graham."

"Oh satu lagi. Di depan ada Ian Wright dan Denis Bergkamp. Mereka bukan pemain temuan Wenger. Kalian yang bukan pendukung Arsenal ingatnya hanya Thierry Henry, Patrick Vieira, Emmanuel Petit ataupun Robert Pires. Ya 'kan?" tuduhnya asal-asalan.

Bahwa Wenger kemudian mampu meracik mereka dan perlahan-lahan menggantikan mereka dengan pemain-pemain baru yang tak kalah hebatnya serta menampilkan permainan yang cantik, semua pendukung Arsenal termasuk teman saya ini setuju. 

"Tetapi kami sudah membayar kesetiaan kami kepada Wenger selama delapan tahun tanpa gelar. Sudah saatnya orang lain mengambil alih dengan ide-ide baru," tegasnya yakin. "Kalau tidak saya tidak akan memperbaharui tiket musiman untuk tahun depan."

Namun lucunya kalau ditanya siapa yang layak menggantikan Wenger, mereka, termasuk teman saya ini kelabakan tak bisa menjawab. Mereka hanya tahu pokoknya Wenger harus diganti.

Dua hari lalu sebelum mengirim tulisan ke detik saya menelpon teman saya ini untuk sekadar bertegur sapa. Kami hanya sekali-sekali bertemu bertemu setelah saya pindah kantor. 

"Ke Munich, nggak?" iseng saya bertanya. 

"You kidding me. You'll witness the biggest upset my friend. I promise you that. I am going. Come on Arsenal!" teriaknya menutup percakapan. 

Saya tertawa. Penggemar bola ... ada-ada saja. Lupa dia akan keluh kesahnya. Lupa dia akan kekesalannya. Lupa dia akan gundah gulananya.



mengcopy catatan seorang yang cerdas
http://sport.detik.com/aboutthegame/read/2013/03/07/140717/2188537/1489/gundah-gulana--seorang--pendukung-arsenal?a991101mainnews

Minggu, 24 Februari 2013

ARTI VICTORIA CONCORDIA CRESCIT


VICTORIA CONCORDIA CRESCIT Adalah sebuah kata-kata yang identik dengan Arsenal, kata-kata itu mungkin tidak berharga dibenak fans tim lain tapi tidak dengan fans Arsenal. Makna itu adalah bagian dari hidup fans arsenal, dan filosofi yang berharga lebih dari apapun.

Victoria Concordia Crescit berarti “kemenangan berawal dari sebuah keharmonisan” untuk apa kita mendapatkan sebuah kemenangan dan segalanya namun didalam diri kita tidak terdapat sebuah keharmonisan. Berapa banyak gelar yang didapat tim lain namun mereka tidak memenangi keharmonisan didalam timnya. Arsenal memenangi pertandingan juga dengan memenangi hati para fans setianya dengan menunjukkan filosofi sepak bola yang cantik dan menghibur.

Memang kenyataannya Arsenal tidak memenangi banyak gelar beberapa musim belakangan, karena Arsenal tidak terdiri dari banyak bintang yang luar biasa. Arsenal tidak berisi bintang-bintang yang berharga selangit yang memiliki pengalaman luas! Arsenal hanya terdiri dari kumpulan anak muda yang masih doyan nongkrong atau bermain-main dengan canda karena usianya. Namun kumpulan anak muda ini punya visi yang kuat karena semua itu sudah ditanamkan sejak dini oleh wenger sehingga mereka menjadi pemain yang luar biasa dengan bakat yang mereka miliki. Mereka bermain dengan hati dengan keharmonisan sehingga ketika kalah mereka tetap menegakkan kepala dan kembali bangun lagi untuk laga selanjutnya, inilah membuktikan jika jiwa mereka sudah kuat tidak lagi seperti pemuda yang labil.

Wenger memang selalu dikecam dengan keputusannya menggunakan banyak pemain muda dan tidak menghiraukan untuk pembelian pemain bintang dengan harga selangit karena wenger tahu yang terbaik untuk klub. Tapi lihatlah apa yang bisa dilakukan oleh anak-anak muda Arsenal mereka bisa bicara banyak meski mereka baru dalam level sepakbola yang luar biasa, mereka bisa bertahan di liga primer, mereka bisa tampil diliga champions, mereka bisa mengandaskan tim-tim yang memiliki banyak pemain bintang. Apalah artinya kemenangan tanpa keharmonisan.

Victoria Concordia Crescit, tidak mengandalkan uang yang berlimpah untuk mendapatkan segalanya!!

Arsenal fans, till I die!!
Go ARSENAL!!